Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
18Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Majalah GURU Edisi 1/2011

Majalah GURU Edisi 1/2011

Ratings: (0)|Views: 4,736|Likes:
Published by Dipo Handoko
Majalah GURU diterbitkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (SDMP dan PMP)
Majalah GURU diterbitkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (SDMP dan PMP)

More info:

Published by: Dipo Handoko on Sep 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/12/2012

pdf

text

original

 
 Jakarta, Mei 2011Pemimpin RedaksiDrs. Sam Yhon , MMNIP 195812061980031003SAYA menyambut baik terbitnya Majalah GURU Edisi I Tahun 2011 ini, yang pada edisisebelumnya menjadi bagian dari kegiatan rutin Direktorat Jenderal Peningkatan MutuPendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK). Reformasi birokrasi telah menghapusDitjen PMPTK berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,Tugas, dan Fungsi, Eselon I Kementerian Negara, yang kemudian disempurnakan denganPeraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional menjelaskansecara rinci susunan organisasi Kemdiknas. Salah satu yang baru dalam organisasi Kemdiknasadalah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan MutuPendidikan (Badan PSDMP dan PMP).Badan PSDMP dan PMP inilah yang kini menangani penerbitan Majalah Guru. KeberlangsunganMajalah Guru perlu dijaga bukan semata menjaga eksistensi media ini. Namun Majalah Guruselama ini telah menjadi bagian dari wahana pemerintah untuk menyampaikan kebijakan,program, dan kegiatan peningkatan mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).Tanggung jawab terhadap penyusunan kebijakan teknis dan pengembangan Pendidik danTenaga Kependidikan (PTK) ini kini tidak ditangani satu institusi Eselon I seperti halnya eraDitjen PMPTK.Badan PSDMP dan PMP yang dipimpin Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, hanya bertugasmenyusun kebijakan teknis dan pengembangan PTK. Sedangkan terkait perumusan dankoordinasi pelaksanaan kebijakan serta fasilitasi penerapan standar teknis di bidang PTKdilaksanakan oleh sejumlah direktorat, yakni Direktorat Pembinaan Pendidik dan TenagaKependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga KependidikanPendidikan Menengah, dan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga KependidikanPendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal.Badan PSDMP dan PMP juga membawahi pengembangan profesionalitas tenaga pimpinanpegawai di lingkungan Kemdiknas. Peran ini dulu dijalankan oleh Pusat Pendidikan danPelatihan Pegawai Kemdiknas. Bidang lain yang menjadi kewenangan Badan PSDMP danPMP adalah penjaminan mutu pendidikan.Kedekatan cakupan kerja Badan PSDMP dan PMP dengan direktorat terkait membutuhkanpenyelarasan. Badan PSDMP dan PMP lebih fokus pada penyusunan standar, mekanismedan prosedur pengembangan PTK. Direktorat terkait fokus pada sistem perencanaan danpemberdayaan PTK, yang penyelenggaraannya berdasarkan produk hasil Badan PSDMP danPMP.Saya berharap penerbitan Majalah Guru di era Badan PSDMP dan PMP bisa jauh lebih efektif sebagai media informasi dan komunikasi bagi PTK, baik di jalur pendidikan formal maupunnonformal.
CATATAN
REDAKSI
I have come to believe  that a great teacher is a great artist and that there are as few as  there are any other great artists.Teaching might even be the greatest of the arts since the medium is  the human mind and spirit (John Steinbeck , 1902-1968)
Saya percaya bahwaseorang guru yang hebat adalahseniman besar,dan hanya ada beberapa seniman yang benar-benar besar.Mengajar mungkin merupakanseni terbesar karena mediumnya adalahpikiran dan semangat manusia.
 
PEMBINA:
 Prof. Dr. Syawal Gultom, M.PdKepala Badan PSDMP dan PMP
PENGARAH:
Ir. Giri Suryatmana (Sekretaris Badan PSDMP dan PMP)Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd (Kepala Pusbang Prodik)Dr. Abi Sujak (Kepala Pusbang Tendik)Muhammad Hatta, M.Ed, Ph.D (Kepala Pusat PenjaminanMutu Pendidikan)
PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB:
 Drs. Sam Yhon, MMKabag Umum Sekretariat Badan PSDMP dan PMP
SIDANG REDAKSI:
Budha Gautama, D.B. Pt. Ngr Pantjaudara KP,Tina Jupartini, Nyoman Subamia, Nuhman,Saiful Anam, Dipo Handoko, Mukti Ali, Eva Rohilah,Nabilla Desyalika Putri, Andi Wahyudi
DISAIN VISUAL:
Dipo Handoko
SEKRETARIAT:
Rima Martgiani, Evi Anita Siregar, Ilham, Yuhana,IDG Agung Indira, Firdaus Syah, Andrika Remiyanti,Jenny Marsaulina, Wilhelmus Doni, Panji Wibisono,Evi Susilowati, Supriono
PENERBIT:
Badan Pengembangan Sumber Daya ManusiaPendidikan dan Penjaminan Mutu PendidikanKementerian Pendidikan Nasional
ALAMAT REDAKSI:
Sekretariat Badan PSDMP dan PMPGedung D Lt. 17 Kompleks KemdiknasJl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan, JakartaTelepon: 021-57974164, Faksmilii: 021-57974163
MEI 2011NOMOR 1TAHUN I
 
Kehadiran Badan PSDMP dan PMP sebagai institusi baru juga diikuti hadirnya orang-orang baru. Satu di antaranyaadalah Drs. Sam Yhon, MM, yang mendapat tugasbaru sebagai Kepala Bagian Umum, Sekretariat BadanPSDMP dan PMP. Sejatinya, Pak Sam Jon, biasa orangmenyapa, bukan orang baru di lingkungan KementerianPendidikan Nasional (Kemdiknas). NIP-nya menunjukkanpria berkumis tebal ini mengabdi sebagai PNS padatahun 1980. Lama berkecimpung di bagian program diDirektorat Pembinaan SMP selama kurun 1989-2005.Kemudian ditugaskan di masa awal Ditjen PMPTK (2005-2008) sebagai Kasubag Data dan Informasi.Sempat "melompat" berpindah di bagian yang samasekali berbeda, yakni di Inspektorat Jenderal Kemdiknas."Dari dulu cita-cita saya memang menjadi pemeriksa,"kata pria kelahiran Pematang Siantar, 6 Desember 1958ini. Dulu, ceritanya, jadwal seleksi di Badan PemeriksaKeuangan (BPK) dan Departemen Pendidikan danKebudayaan (Depdikbud) bersamaan, yakni pada12 Desember 1979 --tanggal yang masih diingat SamJon. Namun dengan sejumlah pertimbangan, Sam Jonakhirnya memilih Depdikbud sebagai pengabdiannya.Masuk di Bagian Program Badan PSDMP dan PMP justru dunia baru baginya. Namun tak butuhlama buatnya untuk beradaptasi. Sam Jon melihat Badan PSDMP dan PMP memiliki tugas lebihberat dari tugas direktorat yang juga bertanggung jawab terhadap pembinaan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). "Sebagai pembina PTK mestinya harus lebih baik dari yangdibina," kata Pemimpin Redaksi Majalah GURU ini.Sam Jon pun antusias dengan penerbitan Majalah GURU. Ia ingin muatan majalah padapenerbitan ke depan bisa jauh lebih banyak bernuansa untuk kepentingan peningkatan mutu PTK.Distribusi majalah juga harus bisa menjangkau lebih banyak PTK. "Sudah seharusnya majalahtidak hanya disimpan, tapi harus banyak dibaca oleh banyak orang," katanya.Pembaca Majalah GURU yang budiman,Mungkin sidang pembaca bertanya-tanya, Majalah GURU berubah, baik dari sisi tampilan, nomor majalah yang bermula dari Edisi 1 kembali, hingga Badan Pengembangan Sumber Daya ManusiaPendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMP dan PMP) sebagai penerbit. Memang,majalah ini merupakan edisi perdana yang diterbitkan Badan PSDMP dan PMP, institusi Eselon I  yang baru didirikan pada 2 Desember 2010, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010.Meski institusinya baru, sejatinya para pengelola Majalah GURU tidak 100% baru. Awak redaksi dansekretariat yang terlibat sebenarnya "orang-orang lama" yang dulu mengabdi di Ditjen PeningkatanMutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK). Reformasi birokrasi Kemdiknas menghapusDitjen PMPTK. Sebagian tugas dan fungsi Ditjen PMPTK kini diemban Badan PSDMP dan PMP, yaknidalam perumusan kebijakan teknis dan pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).Sedangkan menyangkut perumusan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan serta fasilitasi penerapanstandar teknis bidang PTK dilaksanakan sejumlah direktorat, yakni Direktorat Pembinaan Pendidik danTenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga KependidikanPendidikan Menengah, dan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal.Majalah GURU pun merasakan perubahan itu. Pemimpin Redaksi kini dijabat Drs. Sam Yhon, MM, yang pernah tergabung dalam Ditjen PMPTK kurun 2005-2008. Tak ada salahnya di "edisi perdana"kami mengenalkan jajaran pengelola yang baru. Kami berharap dengan gairah baru, majalah ini bisasemakin besar berkontribusi dalam peningkatan mutu PTK dan penjaminan mutu pendidikan. Edisiini mengangkat cover story mengenai Badan PSMP dan PMP, dari A sampai Z kami bahas di LaporanUtama. Tulisan-tulisan lainnya adalah seputar peristiwa penting seperti Rembuk Nasional Pendidikan2011, peringatan Hari Pendidikan Nasional, serta isu-isu baru lainnya.Selamat membaca!
4
 
 Awak redaksi satu ini rajinmembantu distribusi. Disekitar tempat tinggalnya,ia antar sendiri majalah kebeberapa rekan guru dantenaga kependidikan yangdikenalnya. Saat tugas keluar kota, Nuhman, SE,M.Pd memboyong segepok majalah untuk disebar didaera-h yang dikunjunginya."Sayangnya, distribusiMajalah Guru belum menjangkau banyak guru di semuakabupaten/kota. Pernah satu kunjungan ke daerahSulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, ada guru-guru yang belum pernah mendapat kiriman majalah GURU. Jikadistribusi bisa lebih banyak menjangkau para guru pastilebih baik," kata Nuhman, yang tengah merampungkanprogram doktornya. Nuhman berharap ada upayapenambahan oplah, dengan distribusi yang menjangkaubanyak guru di daerah, dan benar-benar sampai. Selainitu, Majalah Guru perlu diperkaya dengan tulisan dari PTdan pejabat terkait di lingkungan Kemdiknas.Namanyamemang barumuncul di edisiini. Dijaminorang yang barumengenalnyaakan sulitmenghapalnamanya. Catat:D.B. Pt. Ngr.PantjaudaraK.P. Pak Putu,begitu rekan-rekannya dikantor biasa memanggil, memang barudipindahtugaskan dari tempat lamanya,Pusdiklat Pegawai Kemdiknas ke BadanPSDMP dan PMP. "Sejak awal bekerja diKemdiknas tahun 1989, saya ditempatkandi Pusdiklat Sawangan," kata pria 51 tahun yang menjabat Kasubbid Diklat Teknis danFungsional, posisi terakhirnya di PusdiklatPegawai.Lama di Pusdiklat Pegawai, otomatismembuat ia kenal banyak pegawaiKemdinas, yang sudah pasti harusmengikuti diklat. "Ketika saya dipindahke sini, beruntungnya banyak yangsudah saya kenal baik. Mereka semuamendukung pekerjaan baru saya," kataPutu yang kini bertanggung jawab sebagaiKasubag Rumah Tangga, SekretariatBadan PSDMP dan PMP. Ia berharap bisamenyumbangkan tenaga untuk pengelolaanmahalah GURU mejadi lebih baik lagi.Pos jabatannya berpindah: di masa DitjenPMPTK dipercaya sebagai Kasubag RumahTangga, Bagian Umum, Sekretariat DitjenPMPTK, kini ia menjabat Kasubag BarangMilik Negara, Sekretariat Badan PSDMP dan PMP. Namun keterlibatannya sebagaipengelola Majalah GURU tetap ia jalani di selakesibukannya. Namanya, Dra. Tina Jupartini,M.Pd, tetap ada di jajaran redaksi.Di setiap rapatredaksi MajalahGURU, rasanyakurang afdoltanpa kehadiranwanita berjilbab yang tetapcantik di usianya yang genap 45tahun, pada 6Juni lalu.Sepanjangpengamatannya, Majalah GURU mendapatsambutan hangat di kalangan guru. Sejumlahguru pernah meminta bisa berlanggananrutin. Tentu saja, Majalah GURU yang dibiayai APBN tidak boleh dijual. Distribusi majalah yang sebagian dikirim ke sekolah-sekolahdiharapkan bisa menjangkau banyak guru.“Tentu tidak mungkin bisa dikirim ke semuaguru yang jumlahnya hampir 2,8 juta, karenaanggarannya tidak mencukupi,” katanya.Namun setidaknya di setiap sekolah, satumajalah bisa dibaca puluhan guru secarabergantian.Nyoman Subamia SE, MM, juga tergolong "senior"pengelola Majalah GURU, sejak awal ia terlibat dalamkeredaksian. Ia berharap Majalah GURU ke depan bisamemuat informasi yang lebih fresh tiap edisinya. ”Mungkinedisi dua bulanan sehingga informasi yang kita sampaikanke pembaca masih segar," kata staf Bagian Umum BadanPDSMP dan PMP.Menurut Nyoman, MajalahGURU amat diperlukanpara Pendidik dan TenagaKependidikan (PTK),terutama di daerah. Sebabmajalah pendidikan yangseperti Majalah GURUsangat jarang yang bisamenjangkau PTK didaerah. Jika informasi bisasampai ke daerah, kontenmajalah juga semakinberbobot, Majalah GURUturut andil meningkatkankinerja Badan PSDMP dan PMP dalam mengantarkanpembentukan PTK profesional.Rima Martgiani, S.Sos, sehari-harinya bekerja di subbagian BMN, SekretariatBadan PSDMP dan PMP. Rima juga berkecimpung mengelola Majalah Gurusejak terbitan perdana, Desember 2006, saat masih ditangani Ditjen PMPTK."Isinya semakin bagus dan semakin banyak informasi yang bermanfaat bagiguru dan tenaga kependidikan. Jika jadwal terbitanya lebih banyak dalamsetahun tentu lebih bagus," kata wanita kelahiran 6 Maret 1979 ini.Rima berharap konten majalah ke depan bisa lebih memasukkan tulisan-tulisan dari kalangan guru dan tendik sendiri. Sebab kemampuan menulis bagiguru dan tendik kini menjadi sangat penting. "Kenaikan pangkat dari golonganIII kini kan harus disertai syarat menulis karya ilmiah. Jadi ini kesempatan bagiguru untuk belajar menulis," kata Rima yang hobi berenang ini.Namanya singkat: Yuhana. Namun keterlibatannya dalam mengelola MajalahGURU tak singkat. Kesibukannya di seputar kesekretariatan, di antaranyamenyiapkan ruang, jadwal dan materi rapat, hingga mendistribusikanhasil tulisan untuk diperiksa ke para editor naskah. Meski tak terlibat dalampenulisan, namun Hana, sapaan akrabnya, tetap setia membaca tiap edisi."Isinya bagus, banyak informasi yang bisa menambah wawasan dan ilmu bagipara guru," kata wanita kelahiran 29 Juli 1985 ini.Informasi tentang kebijakan dan kegiatan pembinaan PTK di BadanPSDMP dan PMP pun bisa di dapat para guru dan tendik di daerah. "Jikabisa menjangkau ke semua kabupaten, kota, tentu sangat bermanfaat bagimereka. Sehingga mereka yang di daerah selalu update berita di Kemdiknas,khususnya pembinaan PTK dan penjaminan mutu, cukup dengan membacamajalah GURU," katanya.Bagi pembaca Majalah GURU, nama Drs.Budha Gautama, MM, boleh dibilang tak asing. Ia awak redaksi yang sering nongoldi majalah melalui tulisan-tulisannyatentang persuratan dan kearsipan. MantanKasubag Tata Usaha, Bagian Umum,Set. Ditjen PMPTK ini menjabat kasubagPersuratan dan Kearsipan, SekretariatBadan PSDMP dan PMP. Tengok sajatulisan kolom di "edisi perdana" MajalahGURU di era Badan PSDMP dan PMP."Tulisansaya sebataspersoalan yangberhubungandengan bidangpersuratandan kearsipan yang saya geluticukup lama.Melalui tulisansaya banyak belajar untuk meningkatkan kompetensi saya," kataBudha Gautama yang masih rutin bermaintenis setiap pekannya.Budha menilai penerbitan majalah bukansemata simbol institusi. Majalah GURUadalah media tepat bagi Badan PSDMP dan PMP untuk mensosialisasikan programdan kebijakan. Kalangan Pendidik danTenaga Kependidikan (PTK), juga punyaruang untuk menulis seputar pengalaman,permasalahan dan best practices yangbanyak bermanfaat bagi PTK lain.
5

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Risda Lena liked this
Dany Aryo liked this
Risda Lena liked this
Nur Kholiq liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->