Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Majalah Forum Tenaga Kependidikan Edisi 1/2011

Majalah Forum Tenaga Kependidikan Edisi 1/2011

Ratings: (0)|Views: 409 |Likes:
Published by Dipo Handoko
Majalah Forum Tenaga Kependidikan diterbitkan Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan
Majalah Forum Tenaga Kependidikan diterbitkan Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

More info:

Published by: Dipo Handoko on Sep 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

 
33
 
PESAN KAPUS
 
LAPORANUTAMA
6 
Wawancara Wakil Mendiknas Prof. dr. FasliJalal, Ph.D: TigaStrategi Merevitalisasi GerakanPendidikanKarakter
10
BrigjenTNI (Purn)H.SoemarnoSoedarsono: PembangunanKarakter Sangat Mendesak
12
 Ir Ratna Megawangi, M.Sc, Ph.D: PendidikanHolistikBerbasisKarakter
14 
AryGinanjar Agustian: MenghidupkanFItrah Manusia
16
 Prof DrMarwah Daud Ibrahim, PhD Mengelola Hidup MerencanakanMasa Depan 
SEKOLAH
19
 TestimoniPendidikan Karakter di TK
20
 Testimoni Pendidikan Karakterdi SD
27
 TestimoniPendidikanKarakter di SMP
44
 TestimoniPendidikan Karakterdi SMA
57
 Testimoni PendidikanKarakterdiSMK
Dr. Abi Sujak:Revitalisasi PeranTenaga Kependidikan
 
4
SUSUNAN REDAKSI
PENGARAH
Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D
PEMBINA
Dr . Abi Sujak
PEMIMPIN REDAKSI
Otong Kusnadi
DEWAN REDAKSI
Miftah, Agus Wahyu Sadikin,Mansur Fauzi,Budi Supriyatno, Nurlela, DjohanMaulana, Djoko Sumanto,Kaswinah Sri Endah
STAF REDAKSI
Prih Yudianto, M. Noer Sholihin,Ngadimin, Martono, DinBurhanuddin, Ahmad Fauzi,Saiful Anam, Dipo Handoko,Mukti Ali, Eva Rohilah, Supriono
SEKRETARIS REDAKSI
Darmawan Afandi Zaimuri,
Wining Widhiarti, Tono Suryono
DISAIN DAN TATA LETAK
Dipo Handoko
PENERBIT
Pusat Pengembangan TenagaKependidikanBadan PengembanganSumberdaya ManusiaPendidikan dan Penjamin MutuPendidikan
ALAMAT
Kemdiknas Gedung D Lt 17,Jl. Pintu 1, Senayan, JakartaTelp. 021-57946110Fax. 021-57946110e-mail: tendik@kemdiknas.go.id
NOMOR 1/TAHUN I/MARET 2011
isi
daftar 
 
4
PesanKAPUS
T
enaga kependidikan (tendik) yangmeliputi pengawas sekolah,kepala sekolah, tenagalaboratorium sekolah, tenagaperpustakaan sekolah, dan tenaga tatausaha sekolah, memiliki peran pentingdalam upaya peningkatan mutu sekolah.Sejak enam tahun terakhir, upayapeningkatan mutu tenaga kependidikan ituditangani secara khusus oleh DirektoratTenaga Kependidikan, yang berada dibawah Direktorat Jenderal PeningkatanMutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan(Ditjen PMPTK). Setelah dilakukanreformasi birokrasi di KementerianPendidikan Nasional (Kemdiknas), kiniupaya peningkatan mutu tendik tersebutditeruskan oleh Pusat PengambanganTenaga Kependidikan (Pusbang Tendik),yang berada di bawah BadanPengembangan Sumber Daya Manusia danPenjaminan Mutu Pendidikan.Disadari begitu pentingnya peran tenagakependidikan, khususnya pengawassekolah dan kepala sekolah bagipeningkatan mutu pendidikan kita, makadalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun2010 tentang Percepatan PelaksanaanPrioritas Pembangunan Nasional Tahun2010, peningkatan kompetensi kepalasekolah dan pengawas sekolah untukjenjang pendidikan dasar dan menengahmerupakan sebagian dari sejumlah aspekyang diprioritaskan dalam pembangunanbidang pendidikan.Mengacu pada Inpres tersebut, yangkemudian dielaborasi ke dalamPermendiknas Nomor 28 Tahun 2010,Kementerian Pendidikan Nasional(Kemdiknas) kemudian menyelenggarakanprogram pelatihan bagi ribuan pengawasdan kepala sekolah dengan pendekatan IN
Oleh: Dr. Abi SujakKepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan
– ON – IN (
In service learning 
,
On the joblearning,
dan
In service learning).
Programini terus dilanjutkan pada tahun ini, dibawah koordinasi Pusbang Tendik.
PERAN STRATEGIS PENGAWASSEKOLAH
Pengawas sekolah memiliki perananstrategis dalam Sistem Manajemen MutuSekolah. Apabila pengawas sekolah dapatdiberdayakan dengan baik, maka DinasPendidikan Kabupaten/Kota dapatmemantau proses pendidikan yang terjadipada masing-masing sekolah. Melaluirentang pengendalian denganperbandingan 1 pengawas membina 10 s.d.15 sekolah, keberadaan pengawas sekolahakan sangat membantu peran DinasPendidikan Kabupaten/Kota dalammenguasai informasi operasional yangberlangsung di sekolah.Pengawas sekolah memiliki dua peranutama, yaitu melaksanakan supervisiakademik dan supervisi manajerial. Prosespercepatan peningkatan mutu pendidikandi sekolah akan dapat dilaksanakan denganbaik apabila peran supervisi akademikdapat dilaksanakan oleh pengawas sekolah.Akan tetapi, situasi yang ada di kabupaten/kota, umumnya baru peran supervisimanajerial yang sudah dapat dilaksanakan.Hal ini terjadi karena latar belakangperekrutan pengawas sekolah tidakdidasarkan pada kompetensi matapelajaran (Mapel) atau rumpun matapelajaran (Rumpun Mapel) yang relevandengan kompetensi untuk melaksanakansupervisi akademik.Seiring dengan berlakunya sertifikasipendidik bagi pengawas sekolah, yangdilaksanakan berdasarkan pada Mapel atauRumpun Mapel bagi pengawas SMP, SMA,SMK, dan PLB, maka ke depan perekrutandan seleksi pengawas sekolah diarahkanmenuju pengawas Mapel dan pengawasRumpun Mapel. Tetapi untuk pengawas TKdan SD tetap dengan sistim pengawassatuan pendidikan. Dengan tersedianyapengawas Mapel dan Rumpun Mapel, makakegiatan peningkatan mutu guru diKelompok Kerja Guru (KKG), MusyawarahGuru Mata Pelajaran (MGMP) akanmemperoleh kontribusi dari keahlianspesifik yang dimiliki pengawas Mapel/Rumpun Mapel.
MENYIAPKAN & MENGEMBANGKAN
Sistem penyiapan calon kepala sekolahdi Indonesia telah lama tertinggal dibandingSingapura, Malaysia, ataupun negara-negara maju. Singapura dan Malaysiamenyiapkan calon kepala sekolah melaluipelatihan selama 1 tahun (6 bulan teori, 6bulan praktik). Di Singapura, calon kepalasekolah diwajibkan praktik magang diindustri, atas dasar pertimbangan karenapengguna lulusannya adalah dunia industri;dan
benchmarking 
ke sekolah di negaramaju. Di Malaysia, calon kepala sekolahdiwajibkan praktik di sekolah yang mutunyarendah dan agar berusaha memperbaikimutunya.Di Indonesia, melalui PermendiknasNomor 28 Tahun 2010, calon kepala sekolahdiwajibkan mengikuti pelatihan minimal 100jam dan praktik di sekolah minimal 3 bulan.Dengan pendekatan IN-ON-IN (
In servicelearning 
/pembelajaran tatap muka, diikuti
On the job learning 
/praktik, dan I
n servicelearning 
/pertemuan tatap muka untukmelaporkan dan berbagi pengalaman hasilpraktiknya), diharapkan akan dapatdiwujudkan calon kepala sekolah yangmenguasai Standar Kompetensi Kepala
MENGGAGAS ARAH KEBIJAKANPUSAT PENGEMBANGANTENAGA KEPENDIDIKAN
 
5
FORUM TENDIK Edisi 1/Tun I/Mret2011
Sekolah (Permendiknas Nomor 13 Tahun2007).Terkait dengan upaya pelaksanaanPermendiknas Nomor 28 Tahun 2010 ini,Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan(Pusbang Tendik) bersama LembagaPengembangan dan Pemberdayaan KepalaSekolah (LPPKS) di Surakarta (sebagai UPTBadan Pengembangan SDM Pendidikandan Penjaminan Mutu Pendidikan), telahmenyiapkan tim (nara sumber) padamasing-masing provinsi di bidang penilaianpotensi kepemimpinan dan fasilitator peningkatan kompetensi calon kepalasekolah. Ke depan, seiring telah dimulainyagerakan nasional penguatan kompetensikepala sekolah, sebagaimana termaktubdalam agenda Program Inpres Nomor 1Tahun 2010, maka Pusbang Tendik akanterus melangkah ke depan menujuterwujudnya pengembangan komptensikepala sekolah secara utuh dan terusmenerus
(Continuing ProfessionalDevelopment).
REVITALISASI PERAN TENAGALABORATORIUM, TENAGAPERPUSTAKAAN, DAN TENAGAADMINISTRASI
Upaya mengantarkan peserta didikhingga level “memahami” dan “terampil”sangat dipengaruhi oleh peran tenagalaboratorium sekolah. Demikian pula upayamewujudkan pembelajaran yang efektif,penuh makna, dan menyenangkan akandiwarnai oleh peran tenaga perpustakaan.Tertib administrasi keuangan dan urusanakademik di sekolah akan diwarnai olehperan tenaga administrasi sekolah. Karenaitu, ke depan penting dibangun sistempeningkatan mutu yang efisien, penuhmakna, dan dapat menjangkau seluas-luasnya bagi tenaga laboratorium sekolah,tenaga perpustakaan, dan tenagaadministrasi sekolah.
PERUMUSAN STANDAR KOMPETENSI,PENGEMBANGAN PAKET PELATIHANSECARA UTUH, DAN PEMBANGUNANSISTEM PENINGKATAN KOMPETENSIPEGAWAI KEMDIKNAS SECARA EFISIENDAN MENJANGKAU LUAS
Peningkatan kualitas layanan pegawaiKemdiknas akan dapat terus ditingkatkanapabila standar kompetensi pegawai padabidang-bidang pekerjaan telah dapatdirumuskan dengan baik dan diikuti denganpengembangan paket program pelatihansecara sistematis. Melalui proses ini, makajenis-jenis diklat teknis bagi pegawaiKemdiknas akan dapat dibangun secarautuh.Berbekal dari pengalaman ex PusdiklatKemdiknas (sekarang menyatu ke dalamPusbang Tendik) yang telah berpuluh-puluhtahun dalam binaan Lembaga AdministrasiNegara (LAN) melaksanakan diklatkepemimpinan, Pusbang Tendik akanmelangkah terus mewujudkan diklat teknisbagi pegawai Kemdiknas dan membangun
delivery system
yang memungkinkanmasing-masing unit kerja mengembangkanpegawai.
PENGEMBANGAN WIDYAISWARA
Peningkatan mutu supervisi akademikpengawas sekolah, kepemimpinan kepalasekolah, dan tenaga laboratorium sekolahakan banyak diwarnai oleh mutuwidyaiswara Pusat Pengembangan danPemberdayaan Pendidik dan TenagaKependidikan (PPPPTK) dan LembagaPenjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Olehkarena itu, untuk meningkatkan mutuwidyaiswara PPPPTK dan LPMP, ke depanakan dilaksanakan kerja sama denganperguruan tinggi dan dunia industri. Selainitu juga akan dilaksanakan
training provider 
 di luar negeri untuk peningkatanprofesionalitas widyaiswara.
PEMBERDAYAAN ORGANISASI PROFESITENAGA KEPENDIDIKAN
Hingga saat ini, telah terdapat organisasiprofesi tenaga kependidikan pada tingkatkabupaten/ kota, nasional, dan regional.Sejumlah organisasi tersebut meliputi KKKS(Kelompok Kerja Kepala Sekolah – untukkepala SD), MKKS (Muusyawarah KerjaKepala Sekolah – untuk kepala SMP, SMA,SMK), KKPS (Kelompok Kerja PengawasSekolah – untuk pengawas SD), MKPS(Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah—untuk pengawas SMP, SMA, SMK), AKSI(Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia), APSI(Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia),ATPUSI (Asosiasi Tenaga PerpustakaanSekolah Indonesia), AKTAS (Asosiasi KepalaTenaga Administrasi Sekolah), dan SEASPF(
South East Asia School Principal Forum
)dengan sekretariat tetap di Indonesia (diPusbang Tendik).Sejak Ditjen PMPTK berdiri pada tahun2005, dukungan dana melalui hibahkompetitif telah dianggarkan di LPMPuntuk kegiatan KKKS, MKKS, KKPS, MKPSberiringan dengan hibah untuk KKG danMGMP. Ke dapan, upaya membangunsistem pembinaan organisasi profesi tendikakan terus ditingkatkan, sehingga akanmempercepat terwujudnya gerakan
learning communities
yang selalu
up to date
 terhadap perkembangan informasi dibidang profesi tendik.Seluruh upaya peningkatan kompetensitenaga kependidikan tersebut akandilandasi nilai-nilai karakter, yangmerupakan salah satu program prioritasKemdiknas. Pada gilirannya, nilai-nilaikarakter itu akan membantu terwujudnyapencapaian visi pembangunan tenagakependidikan yang telah sejak enam tahunlalu dicanangkan, yaitu “TenagaKependidikan yang Profesional danBermartabat”. Amiin.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Windy Meylani liked this
Hesty Sari liked this
Eri Zaldi liked this
Nur Kholiq liked this
Jakop hutapea liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->