Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
45Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Syirkah (Prinsip Bagi Hasil) Pada Pembiayaan Di Bank Syariah BAB II

Syirkah (Prinsip Bagi Hasil) Pada Pembiayaan Di Bank Syariah BAB II

Ratings:

4.69

(16)
|Views: 4,152 |Likes:
Published by erik angga purnama
Skripsi dengan bidang penulisan perbankan syariah (minat hukum bisnis) Fakultas Hukum Unair. membahas karakteristik prinsip bagi hasil yang digunakan pada kegiatan penyaluran dana di bank syariah.
Skripsi dengan bidang penulisan perbankan syariah (minat hukum bisnis) Fakultas Hukum Unair. membahas karakteristik prinsip bagi hasil yang digunakan pada kegiatan penyaluran dana di bank syariah.

More info:

Published by: erik angga purnama on Oct 06, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

 
19
BAB I
I
PRINSIP BAGI HASIL (
 PROFIT AND LOSS SHARING PRINCIPLE
)
SEBAGAI SALAH SATU PRINSIP SYARIAH
 1.
Larangan Riba
Menurut Hukum Islam
 
Para ulama telah merumuskan suatu kaidah dalam syariat, yang disebutdengan dua hukum asal, yakni hukum asal ibadat dan hukum asal muamalat.Hukum asal ibadat menyatakan bahwa segala sesuatunya dilarang dikerjakan,kecuali yang ada petunjuknya dalam Al-Quran atau sunnah. Karena itu, masalah-masalah ibadat sudah diatur rinci tata caranya, sehingga tidak diperbolehkan lagimelakukan penambahan dan atau perubahan (bidah). Sedangkan hukum asalmuamalat menyatakan bahwa segala sesuatunya diperbolehkan, kecuali ada
lar
angan dalam Al
-Quran atau sunnah.
31
 
Dalam bidang muamalah, hal-hal yang rinci, detail dan teknis tidak diatur, tetapi diserahkan pada manusia melalui proses ijtihad. Hal ini berdasarkan
sabda Rasulullah
,
 Antum alamu
bi umuuri dunyakum
. Yang artinya kalian lebih
mengetahui urusan dunia kalian.
32
 
Aspek perbankan termasuk dalam hukum ekonomi
Islam
atau
 Muamalah madaniyah
, hukum yang mengatur hubungan manusia dalam bidangkekayaan, harta dan tasharurruf : jual beli (
al buyu
), sewa-menyewa (
al
-
ijarah
),
hutang
-piutang (
mudayanah
), gadai (
rahn
),
sufah, sharaf, salam, hawalah
,
perwalian, tanggungan, kafalah, jaminan, b
or
g (
diaman
),
(
mudharabah
), pinjam- 
31
Adiwarman A. Karim,
l
oc.cit 
.
32
 Ibid.
 
 
 
20
 
meminjam barang,
wadiah, luqathah, ghasab, qismah, syarika,
kitabah,
sertaseperangkat kont
r
ak yang lain
.
33
 
Pengidentifikasian terhadap transaksi yang dilarang (baca:haram)menjadi perlu untuk dilakukan ketika melakukan pengkajian berkaitan denganhukum asal muamalat. Hal ini karena berdasarkan pengertian hukum asal
muamalah
tersebut diatas, semua transaksi diperbolehkan kecuali yang
diharamkan.
34
 
Menurut Adiwarman A. Karim, f 
aktor
-faktor yang menjadi penyebabdilarangnya sebuah transaksi adalah sebagai berikut :
35
 
1.
 
Haram zatnya (
haram li
-
dzatihi
).
 Suatu transaksi dilarang karena objeknya (barang dan/atau jasa) yangditransaksikan juga dilarang, walaupun akadnya sah. Objek tersebut misalnya
minuman keras, bangkai
,
babi, dan darah
.2.
 
Haram selain zatnya (
haram li ghairihi
).
 
Suatu transaksi
dilarang apabila
melanggar prinsip, yaitu :
 
i.
 
Prinsip
 
 An Taradin Minkum
 
Setiap transaksi dalam Islam harus didasarkan pada prinsip kerelaan antarakedua belah pihak (sama
-
sama
ridha
)
. Mereka harus mempunyai informasi
yang sama (
complete information
) sehingga tidak ada pihak yang merasadicurangi (
ditipu
) karena ada suatu yang
unknown to one party
 
(keadaan
dimana salah satu pihak tidak mengetahui informasi yang diketahui pihak 
33
Abd. Shomad, Karakteristik Ilmu Fiqh Muamalah,
 Juridika
 ,
Vol. 20 No. 2, Maret
-
April 2005, (selanjutnya disingkat Abd. Shomad I) h.101.
34
Adiwarman A. Karim,
op.c
it 
.
, h.29.
 
35
 Ibid 
, h.30
 
 
 
21
 
lain) baik dalam hal kuantitas, kualitas, harga maupun waktu penyerahan.
Hal
ini agar para pihak kemudian tidak merasa tertipu sehinggamemunculkan perasaan tidak rela.
Unknown to one party
ini dalam bahasa
fiqh disebut
tadlis
(penipuan)
.
ii.
 
Prinsip
La Tazhlimuna wa la Tuzhlamun
 
Prinsip kedua yang tidak boleh dilanggar adalah prinsip
 La Tazhlimuna wa
la Tuzhlamun,
yakni jangan menzalimi dan jangan dizalimi. Praktik-praktik yang melanggar prinsip ini diantaranya adalah
taghrir/gharar 
 (
uncertain to both parties
baik dalam kuantitas, kualitas, harga, maupunwaktu penyerahan),
 Ikhtikar 
(rekayasa pasar dalam supply untuk 
mengambil keuntungan diatas normal dengan cara mengurangi supply agar
produk yang dijualnya naik),
 Bai Najasy
(rekayasa pasar dalam demanddengan menciptakan permintaan palsu sehingga harga jual produk akannaik sehingga diperoleh keuntungan),
 Riba
(terdapat 3 macam riba yaitu
 Riba Fadl, Riba Nasiah dan Riba Jahiliyah
),
 Maysir 
 / 
 judi (
suatu permainan
yang menempatkan salah satu pihak harus menanggung beban pihak yanglain akibat permainan tersebut) dan
 Risywah
 
(memberikan sesuatu kepada
pihak lain untuk mendapatkan sesuatu yang bukan haknya
).3.
 
Tidak sah (tidak lengkap) akadnya.
 
Suatu
transaksi yang tidak masuk dalam kategori haram
li dzatihi
maupun
haram
li
ghairihi
, belum tentu serta merta menjadi halal. Masih adakemungkinan transaksi tersebut menjadi haram bila akad atas transaksi
tersebut tidak sah atau tidak lengkap. Suatu transaksi dapat dikatakan tidak sah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->