Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
53
BAB I
II
PEMBIAYAAN BERDASARKAN PRINSIP BAGI HASIL DI
BANK
 SYARIAH1.
 
Pemberian Pembiayaan dengan Prinsip Bagi Hasil
 
Ide dasar pengembangan prinsip syariah pada perbankan didasarikeinginan umat muslim untuk menjadi muslim yang kaffah. Dengan benar-
benar
menjalankan syariah Islam dalam setiap aspek kehidupannya,
termasuk 
hal
-
hal
yang berkaitan dengan muamalah.
135
 
Dengan adanya doktrin dalam syariah Islamyang mengatakan bahwa bunga bank adalah haram karena termasuk riba.
136
 
Sehingga diperlukan altenatif operasional perbankan yang berdasarkan syariah.
Teknik 
-teknik finansial yang dikembangkan dalam perbankan syariah adalah
tehnik 
-tehnik finansial yang tidak didasarkan bunga, tetapi didasarkan pada
 profit and loss sharing principle
(PLS).
137
 
Prinsip utama yang dianut oleh bank 
Islam
adalah:
138
 
1.
 
Larangan riba (bunga) dalam berbagai bentuk transaksi.
 2.
 
Menjalankan bisnis dan aktivitas perdagangan yang berbasis pada perolehankeuntungan yang sah menurut syariat dan memberikan zakat.Perbankan tanpa bunga sebagai lembaga intermediasi mulai diakuidalam U
ndang
-undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan
yan
g aturan
pelaksanaan
nya diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 1992 tentang
135
D
alam Al
-Quran surat Al-
Baqarah ayat
208.
 
136
Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 1 tahun 2004
tentang
 
bunga(inter
est/faidah).
137
Sut
an Remi Syahdeni,
op.cit.,
h. 25.
138
Forum Study Tafsir Salafy,
loc.cit.
 
 
 
54
 
Bank berdasarkan Prinsip Bagi Hasil.
139
 
Dengan adanya UUP, l
andasan hukum
operasional bank syariah lebih jelas dan lebih luas dalam pengem
bangan bank 
tanpa bunga yang disebut Bank berdasarkan prinsip syariah.
140
 
Hal ini
dapat
dilihat dalam pasal 6 huruf (m) UUP yang menyatakan Usaha bank umum
meliputi: menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkanPrinsip Syariah
, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.Pembiayaan atau financing, yaitu pendanaan yang diberikan oleh suatu
pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik 
dilakukan sendiri maupun lembaga. Dengan kata lain, pembiayaan adalahpendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah
direncanakan.
141
 
Pasal 1 ayat (12) UUP menyatakan
:
Pembiayaan
berdasarkan prinsip syariah adalah penyediaan uang atautagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan ataukesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yangdibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka
waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.
 
Pengertian
prinsip syariah berkaitan dengan pembiayaan bagi hasil
adalah
aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara Bank dan pihak lainuntuk pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai
dengan syariah
.
142
 
139
Abd. Shomad III,
op.cit.,
 
h. 363.
140
 Ibid.
 
141
Muhamad,
 Manajemen Pembiayaan Bank Syariah
, Unit Penerbit dan Percetakan
(UPP) AMP YKPN, Yogyakarta, 2005, (selanjutnya disingkat Muhamad IV), h. 17.
142
UUP, LN tahun 1998 No.182, TLN No. 3790, ps 1 ayat (13).
 
 
55
 
Pembiayaan yang dilakukan bank syariah berupa transaksi bagi hasil
dalam bentuk mudharabah dan musyarakah.
143
 
Secara makro, pembiayaan bertujuan untuk:
144
 
1.
 
Peningkatan ekonomi umat, artinya : masyarakat yang tidak dapat akses secara
ekonomi, dengan adanya pembiayaan mereka dapat melakukan akses
ekonomi. Dengan demikian dapat meningkatkan taraf ekonominya.
 2.
 
Tersedianya dana bagi peningkatan usaha, artinya: u
ntuk pengembangan usahamembutuhkan dana tambahan. Dana tambahan ini dapat diperoleh
untuk 
melakukan aktivitas pembiayaan. Pihak yang surplus dana menyalurkan
kepada pihak minus dana, sehingga dapat tergulirkan.
 3.
 
Meningkatkan produktivitas, artinya : adanya pembiayaan memberikanpeluang bagi masyarakat usaha mampu meningkatkan daya produksinya.
Sebab upaya produksi tidak akan dpaat jalan tanpa adanya dana.
 4.
 
Membuka lapangan kerja baru, artinya: dengan dibukanya sektor-sektor usahamelalui penambahan dana pembiayaan, maka sektor usaha tersebut akanmenyerap tenaga kerja. Hal ini berarti menambah atau membuka lapangan
kerja baru.
 5.
 
Terjadi distribusi pendapatan, artinya: msyarakat usaha produktif mampumelakukan aktivitas kerja, berarti mereka akan memperoleh pendapatan dari
143
Perat
uran Bank Indonesia, Nomor 8/21/PBI/2006 tentang Penilaian Kualitas Aktiva
Produktif Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Bedasarkan Prinsip Syariah, ps 1 ayat
(4) huruf a.
 
144
Muhammad
 
IV,
loc.cit 
.
 
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more