Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Luar Biasa A-O

Pendidikan Luar Biasa A-O

Ratings: (0)|Views: 477|Likes:

More info:

Published by: Nina 'nitiw' Pertiwi on Sep 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2012

pdf

text

original

 
PENGANTAR PENDIDIKAN KHUSUS
(PLB)
Oleh :
Nina Pertiwi
Angkatan :
19
Cabang :
Bintaro
Dosen :
Bpk. Noor Isnanto
 
Pendidikan khusus
Pendidikan yang khusus diselenggarakan bagi peserta didik yang menyandang kelainan fisik, mental,perilaku atau gabungan.Pendidikan khusus atau PLB (pendidikan luar biasa) bertujuan membantu peserta didik agar mampumengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai individu yang nantinya siapbermasyarakat dan mengembangkan kemampuan untuk pendidikan lanjutan bahkan dunia kerja.
Anak berkebutuhan khusus
Atau ALB (anak luar biasa), anak yang menyimpang dari rata-rata normal. Penyimpangan bisa diatasnormal, dibawah normal, maupun pada keduanya. Penyimpangan tersebut memerlukan pelayananpendidikan secara khusus.Berdasarkan agen pembawa keluarbiasaan, pada dasarnya disebabkan oleh
bawaan
(turunan) dan
dapatan
. Namun secara garis besar, ketidaknormalan kondisi seorang anak dapat disebabkan oleh faktoryang ada atau terjadi sebelum kelahiran (prenatal), saat kelahiran (natal) dan setelah kelahiran (post natal).Faktor penyebab sebelum
kelahiran (prenatal)
diantaranya adalah sebagai berikut :
 
Kekurangan zar-zat makanan bervitamin, timbulnya infeksi, luka dan keracunan sewaktu anak masihdalam kandungan.
 
Karena proses pembuahan yang kurang sempurna, misalnya pembuahan yang terjadi di luarkandungan.
 
Faktor genetik (terlalu lemah atau masih ada hubungan familiy yang dekat antara suami & isteri)
 
Kecelakaan saat seorang ibu dalam keadaan mengandung, seperti jatuh, terkena pukulan yang sangatkeras pada bagian perut yang mengakibatkan pendarahan atau luka pada bayiFaktor penyebab saat
kelahiran (natal)
:
 
Kelahiran dengan bantuan alat/tang (tangver lossing)
 
Kekurangan oksigen Kelahiran yang terlalu lama
 
Anak lahir sebelum masanya (prematur)Faktor setelah
kelahiran (post natal)
diantaranya adalah :
 
Karena kecelakaan, karena luka-luka di bagian kepala yang mengakibatkan gegar otak.
 
Karena penyakit, seperti celebral meningitis, malaria tropik, dan lain-lain yang menyebabkan infeksipada selaput otak.
 
Karena faktor psikologis, antara lain rumah tangga yang kacau yang mengakibatkan anak menderitabatin sehingga perasaannya tidak dapat berkembang dengan wajar.Dengan pendeteksian sedini mungkin, maka dapat diberikan pula kekhususan dalam perlakuan, perhatian,pendidikan dan pelayanannya. Dari hasil survei, yang dilakukan Pusat Kurikulum Depdiknas terungkapbahwa kunci kesuksesan pendidikan adalah 80% mindset dan 20% technical skills.Menurut UUSPN pasal 5
ayat 2 menyatakan bahwa “Warga negara yang memiliki kelainanfisik,emosional,mental intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus “.Dalam
keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0491/U/1992 mengenai penyelenggaraaan PLBdapat dilakukan melalui pendidikan terpadu, kelas khusus, guru kunjungan atau bentuk pelayananpendidikan lainnya.
 
SLB bagian:
A
 Jenis kelainan:
TUNANETRA
 
IDENTFIKASI TUNANETRA
Tunanetra (
Visually Impaired 
) adalah mereka yang mengalami gangguan daya penglihatan berupa kebutaanmenyuluruh atau sebagian, dan walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat khusus, mereka masihtetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
Ciri-ciri dari peyandang tunanetra:
 
 
Ciri fisik : mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata, kelopak mata merah, mata infeksi,gerakanmata takberaturan (goyang), mata selalu beair;
 
 
Ciri perilaku : membaca terlalu dekat, membaca banyak yang terlewati,cepat lelah ketika membaca/menulis,sering menggerakan kepala ketika membaca, mengeryitkan kepala ketika melihat papan tulis,seing mengusap mata, mendongakkan kepala, berjalan sering menabrak benda di depannya,salah menyalin dalamjarak dekat, dsb.
 
 
Ciri keluhan : merasa sakit kepala, sulit melihat dengan jelas dari jarak jauh, penglihatan terasa kaburketika membaca/menulis, benda terlihat seperti dua buah, mata sering terasa gatal.
 
Dengan menggunakan ukuran ketajaman penglihatan, seseorang disebut buta apabila ia memiliki tingkatefisiensi penglihatan 20,0 % atau lebih kecil. Menurut ukuran Snellen ketajaman penglihatan seseorangdihubungkan dengan tingkat efisiensi yang tersisa, dilukiskan sebagai berikut :
No Tingkat Ketajaman Tingkat efisiensi1.2.345.20/20 f 20/35 f 20/70 f 20/100 f 20/200 f Efisiensi = 100 %Efisiensi = 87,5 %Efisiensi = 64,5 %Efisiensi = 48,9 %Efisiensi = 20,0 %
INTERVENSI PENANGANAN PENDIDIKAN PADA TUNANETRA
Kebutuhan orientasi dan mobilitas tuanetra dalam berinteraksi dengan lingkungan yang konkrit untukmendapatkan pengalaman baru dan memadukan kebutuhan belajar/berbuat, diperlukan layananpendidikan formal menurut kebutuhannya, seperti sistem segregrasi (sekolah khusus) yang dikelompokkanmenjadi:1.
 
Kelompok buta dengan media pendidikannya adalah braille.2.
 
Kelompok
low Vision
dengan menyediakan media adalah tulisan awas seperti alat Bantu
optic
, alatBantu kacamata, kaca mata pembesaran dan alat peraga.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->