Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Arifin Muftie - Matematika Alam Semesta

Arifin Muftie - Matematika Alam Semesta

Ratings: (0)|Views: 89 |Likes:
Published by Azis Ali Wibowo

More info:

Published by: Azis Ali Wibowo on Sep 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2011

pdf

text

original

 
 Arifin Muftie
MATEMATIKA ALAM
SEMESTA
Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al
-
Qur'an
-
Cetakan I, Rabiulawal 1425/Mei 2004
 
Diterbitkan oleh: PT Kiblat Buku Utama Bandung
.
Navigasi & Konversi ke format html / chm : pakdenono -
 
2005
 
-
DAFTAR ISI :
Pengantar Penerbit
07
. Enskripsi (11 + 8)
Pendahuluan
08
.
Hukum Benford
01
.
Keterpeliharaan Al
-
Quran
09
. Besi, Surat ke
-
57
02
. Al
-
Quran: Antsipasi ke Depan
10
. Shalat
03
. Matematika dan Bilangan Prima
11
.
Penutup
04
. Kodetifikasi Bilangan Prima
Glosarium
05
. Struktur Ayat dan Kata
Lampiran
06
. Surat yang ke
-
19
Penulis
Izin publikasi buku ini belum diperoleh, bila pemegang copy
-
right keberatan dg publikasi ini, kami segera menghapusnya
 
 Arifin Muftie
MATEMATIKA ALAM
 
SEMESTA
Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al
-
Qur'an
Cetakan I, Rabiulawal 1425/Mei 2004Diterbitkan oleh: PT Kiblat Buku Utama BandungNavigasi & Konversi ke format html / chm : pakdenono -
 
2005
 
-
< BACK DAFTAR ISINEXT >
PengantarPenerbit
 Sepanjang sejarah peradaban manusia, buku yang paling banyak dibaca, sekaligus dipelajari, ditelaahdan direnungkan, tak pelak lagi, adalah al
-
Qur'an. Dari mata air hikmahnya, mengalirlah butiran dantetesan ilmu. Bukan hanya ilmu keagamaan namun juga ilmu kealaman dan ilmu kemasyarakatan.Karena itu, apabila kita membuka lembaran sejarah ilmu Islam, kita menemukan ratusan, bahkanribuan, ilmuwan Muslim. Di dalam sejarah Islam, pada Masa Klasik (abad ke
-
8 hingga ke13 M),kebanyakan ilmuwan Muslim tidak hanya menekuni satu bidang ilmu, karena pada masa itu tidakdibedakan antara ilmu agama dan ilmu umum. Karena itu, kita acapkali mendapati seorang ulama(ahli ilmu agama) sekaligus juga filosof atau ilmuwan (ahli ilmu kealaman, sosial, kedokteran), sepertiIbn Sina, al
-
Farabi, Ibn Rusyd, dan lain
-
lain.
Memang pada Abad Pertengahan (abad ke
-
13 sampai ke18) hingga modern Islam (mulai abadke
-
19), ketika Eropa demikian bergairah mengembangkan ilmu
-
seraya mencampakkan agama[Kristen]
-
lalu mencetuskan Revolusi Industri, Dunia Islam hampir sama sekali tidak mampumengembangkan ilmu. Tidak banyak ilmuwan lahir pada masa kegelapan itu. Dunia Islam terpurukdalam berbagai keterbelakangan dan ke
 jumudan. Produk ilmunya pun hanya bersifat "daur ulang"
 
dan
itu pun sebagian besar dalam bidang keagamaan. Praktek kehidupan kaum Muslim dicemari oleh
bid'ah, khurafat dan takhayul.
 
Ketika kaum Muslim bersentuhan dengan Barat
-
meski dalam bentuk kolonialisme danimperialisme
-
mata sebagian ulama dan pemikir Dunia Islam menjelang zaman modern mulai terbuka.Mereka merasa ada sesuatu yang hilang dari umat Islam selama ini hingga terbelakang dan terjajah.Sesuatu itu adalah ruh al
-
Qur'an. Sehingga kemudian lahirlah slogan "Kembali kepada al
-
Qur'an dan
Sunnah" dan "Pintu Ijtihad Tidak Tertutup" dengan tujuan untuk menggali semangat dan jiwa KitabMulia umat Islam. Jadi, tidak seperti pada Abad Pertengahan, di mana al
-
Qur'an sekadar dibaca untuk
mengharap pahala atau sebagai jimat, pada zaman modern, alQur'an kembali dikaji dan dijadikansumber ilham dan pemikiran. Mulai banyak ulama dan pemikir yang mencoba mencari solusi bagiketerbelakangan Dunia Islam dengan menafsir 
-
ulang al
-
Qur'an dan Sunnah. Beberapa nama dapatdisebutkan di sini: Jamaluddin al
-
 Afghani, Muhammad 'Abduh, Mohammad Iqbal, dan pada abad ke
-
20, Sayyid Quthb, Syed Hossein Nasr, dan Arkoun. Namun, di antara begitu banyak ulama danpemikir itu, masih cukup langka ilmuwan Muslim yang
-
dengan kepakarannya dalam ilmu kealamandan matematika
-
berusaha menemukan kesesuaian ayat
-
ayat Qur'aniyah dan ayat
-
ayat Kauniyah dialam semesta.
Syukurlah, sejak dekolonisasi Dunia Islam sekitar pertengahan abad ke
-
20, keadaan berubah.Dengan semakin banyaknya ilmuwan Muslim yang menguasai kepakaran dalam bidang sains moderndan matematika, kesesuaian ini semakin banyak digali dan ditemukan. Diskusi
-
diskusi dalam
Benarkah Bilangan Prima Merupakan Bahasa Universal Alam Semesta?
 
Bilangan prima dalam matematika diyakini merupakan salah satu misteri alam semesta, karenahingga era komputer sekarang ini pun, ia banyak dimanfaatkan sebagai sistem kodetifikasi (pengkodean, penyandian) berbagai hal yang penting dan rahasia. Di alam semesta, ia "diduga" menjadi bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua makhluk berkecerdasan tinggi dandipakai sebagai komunikasi dasar antar mereka. Bahkan sejak dahulu, sebagian ilmuwanmeyakini adanya hubungan erat bilangan prima dengan desain kosmos.Berdasarkan kajian mutakhir atas al 
-
Qur'an, ditemukan bahwa Sang Pencipta al 
-
Qur'an dan Alam
Semesta menjaga dan memelihara Kitab Mulia ini, antara lain, dengan sistem kodetifikasi berbasis bilangan prima. Dengan memanfaatkan temuan sains modern dan kajian mutakhir para
ilmuwan Muslim terhadap al 
-
Qur'an, buku ini mengajak pembaca menangkap isyarat 
-
isyarat al 
-
Qur'an yang tersembunyi dalam kodetifikasi bilangan prima. 
 
berbagai forum dan yang dilakukan melalui berbagai media dengan ilmuwan Barat, memungkinkanilmuwan Muslim yang mempunyai basis pengetahuan Qur'aniyah cukup sekaligus sains modern yangbaik mendapati banyak "titik temu" antara kedua jenis ayat Tuhan itu.
Dalam forum
-
forum diskusi ini semakin terkaji bahwa alam semesta
--
 
al
-
Qur'an dan sainsmodern sama
-
sama mengisyaratkan bahwa alam semesta tidak satu
-
bukan ada dengan sendirinyasebagaimana kesimpulan berani dari ilmuwan ateis. Alam semesta juga mustahil diciptakan secara
sembarangan dan serampangan, dan pasti diciptakan dengan suatu ran
cangan oleh Satu Wujud YangMaha Perancang sebagaimana diisyaratkan oleh tanda
-
tanda kekuasaan
-
Nya yang lain, yaitu ayat
-
ayat Kitab Suci yang juga datang dari
-
Nya. Memang, isyarat bahwa alam semesta dirancang olehSang Perancang Agung dinyatakan dalam bukti
-
bukti yang termaktub di dalam al
-
Qur'an, Kitab
-
Nyayang mulia. Ayat
-
ayat al
-
Qur'an berkenaan dengan kosmologi atau berbagai fenomena alam yangdahulu tidak dapat ditafsirkan secara memadai, kini
-
dengan sains modern
-
dapat ditafsirkan lebihmemuaskan, seperti pertanyaan tentang bagaimana alam semesta diciptakan dan hubungannya
dengan frase kun fayakun (Jadi, maka jadilah) dalam al
-
Qur'an.
 
Buku di tangan pembaca ini merupakan hasil pencarian penulis "menemukan" sebagian kecildari kesesuaian ayat
-
ayat al
-
Qur'an dengan fenomena alam berdasarkan sejumlah wacana yangberlangsung di dunia sains modern. Ternyata, bilangan prima dengan pelbagai operasinya, yangdalam sains diyakini oleh ilmuwan dan matematikawan sebagai kodetifikasi desain alam semesta,ternyata juga digunakan oleh al
-
Qur'an, untuk menjaga keterpeliharaannya. Peletakan Surat al
-
Hadid
(Surat Besi, surat ke
-
57) dalam al
-
Qur'an ternyata bersesuaian dengan letak unsur besi dalam tabel
periodik kimia, demikian juga dengan temuan ilmiah bahwa unsur besi memang benar 
benar diturunkan
[dari "langit", dari bintang lain] sebagaimana dinyatakan dalam al
-
Qur'an. Selain itu, masih ada
beberapa "temuan" penulis lainnya.
 
Kami menyajikan buku ini dengan harapan dapat menambah keyakinan pembaca bahwa al
-
Qur'an mustahil dibuat oleh manusia (Muhammad Saw) dan "sistem pengamanan"
-
nya pun dirancang
sedemikian rupa oleh Penciptanya sehingga akan segera diketahui jika ada yang mengubah,memalsukan, menambah atau mengurangi jumlah dan susunan ayat. Buku ini, rencananya akandiikuti oleh sejumlah buku karya penulis yang sama dengan semangat yang sama pula. Mudah
-
mudahan buku ini dapat meningkatkan penghayatan kita pada al
-
Qur'an dan membersihkan tauhidkita. Amin ya Rabbal'Alamin.
Bandung, Mei 2004
< BACKDAFTAR ISINEXT >
Izin publikasi buku ini belum diperoleh, bila pemegang copy
-
right keberatan dg publikasi ini, kami segera menghapusnya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->