Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PO

PO

Ratings: (0)|Views: 122 |Likes:
Published by ekocivilu

More info:

Published by: ekocivilu on Sep 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2011

pdf

text

original

 
Peraturan Organisasi tentang Pergantian Antar WaktuPasal 1Ketentuan Umum1. Pengertian tentang Peraturan Organisasi PPGT adalah suatu peraturan yang mengatur serta mengikat semua anggota danalat kelengkapan oraganisasi termasuk mekanisme kerja yang belum diatur secara teknis dalam Anggaran Dasar/AnggaranRumah Tangga PPGT dan Keputusan Kongres.2. Fungsi Peraturan Organisasi PPGT adalah untuk memberikan keseragaman interpretasi terhadap konstitusi dasarorganisasi agar terwujud kebersamaan dalam tindakan dan pelayanan di semua lingkup pelayanan PPGT.Pasal 2PengertianPergantian antar waktu, selanjutnya disebut PAW adalah mekanisme organisasi untuk mengganti personil pengurus PPGTyang tidak dapat menjalankan tugas-tugasnya karena berbagai hal.Pasal 3Alasan-alasan PAWPAW dilaksanakan terhadap pengurus yang tidak dapat menjalankan tugas karena :1.
 
Meninggal dunia2.
 
Mengundurkan diri3.
 
Meninggalkan wilayah pelayanan lebih dari 3 bulan4.
 
Tidak mengikuti kegiatan rutin pengurus 3 kali berturut-turut tanpa informasi yang jelas5.
 
Tersangkut kasus hukum sudah yang berkekuatan hukum tetapPasal 3Proses PAW1.
 
PAW dilaksanakan secara langsung terhadap pengurus yang memenuhi syarat sebagaimana Pasal 3 butir 1, 2 dan 3.2.
 
Bagi pengurus yang berhalangan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 butir 3, 4 dan 5, maka PAW dilaksanakan setelahmelalui pendekatan persuasif.3.
 
Tidak diperlukan lagi pengutusan bagi pengurus hasil PAW, karena dipahami bahwa pengutusan bersifat kolektif untuk jabatan kepengurusan.4.
 
Pengurus hasil PAW dilantik ditengah-tengah ibadah PPGT dengan pembacaan petikan Keputusan Badan Pekerja Majelis.Pasal 4Hal-hal Khusus1.
 
Dalam hal seorang pengurus melewati umur 35 tahun dan sedang menjabat tidak perlu dilaksanakan PAW.2.
 
Dalam hal seorang pengurus terpilih pada lingkup yang lebih luas dalam masa maksimal 6 bulan berakhirnyakepengurusan tidak perlu dilaksanakan PAW.3.
 
PAW terhadap pengurus yang dipilih langsung dalam persidangan harus melalui Rapat Pleno Pengurus Diperluas atauforum yang serendah-rendahnya setingkat dengan itu.
Pasal 5Penutup
Tata Kerja ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali jika terdapat kekeliruan di dalamnya.Ditetapkan di : RantepaoPada tanggal : 11 Maret 2009
Pengurus Pusat PPGT
 Yunus Buana Patiku Sekretaris UmumKabid Organisasi Fery Hendra
 
Peraturan Organisasi tentang Rapat Anggota, Konperensi, dan Kongres
Pasal 1
Ketentuan Umum
1. Pengertian tentang Peraturan Organisasi PPGT adalah suatu peraturan yang mengatur serta mengikat semua anggota danalat kelengkapan oraganisasi termasuk mekanisme kerjan yang belum diatur secara teknis dalam AnggaranDasar/Anggaran Rumah Tangga PPGT dan Keputusan Kongres.2. Fungsi Peraturan Organisasi PPGT adalah untuk memberikan keseragaman interpretasi terhadap konstitusi dasarorganisasi agar terwujud kebersamaan dalam tindakan dan pelayanan di semua lingkup pelayan PPGT.Pasal 2
Rapat Anggota
1. Pengurus Jemaat mempersiapkan Rapat Anggota dengan tahapan sebagai berikut :a)
 
Membentuk Panitia Pengarah yang bertugas mempersiapkan rancangan-rancangan materi persidangan sertapersiapan-persiapan pembentukan Panitia. Untuk konteks jemaat tertentu, Panitia Pengarah adalah Pengurus Klasisdan BPK. Tema Rapat Anggota adalah tema Kongres terbaru dengan sub tema ditentukan sesuai konteks jemaat.b)
 
Mengadakan koordinasi dengan BPM untuk membentuk dan melantik Panitia Rapat Anggota.c)
 
Menyusun dan memperbanyak Laporan Pertanggungjawaban, serta menyelesaikan semua proses verifikasi laporankeuangan dari Badan Verifikasi Jemaat.d)
 
Menyampaikan waktu pelaksanaan Rapat Anggota melalui Pengumuman Jemaat 3 minggu berturut-turut dandidoakan dalam setiap ibadah.e)
 
Menyampaikan undangan kepada semua anggota PPGT tanpa kecuali.f)
 
Menyampaikan undangan kepada pengurus klasis.g)
 
Membuka Rapat Anggotah)
 
Memimpin Pemilihan Pimpinan Sidang berdasarkan mekanisme pemilihan pimpinan sidang yang ditetapkan TataTertib.i)
 
Mengawal Rapat Anggota sampai tuntas, termasuk menerbitkan Keputusan Rapat Anggota dan Notulen RapatAnggota. j)
 
Mempersiapkan dan melaksanakan serah terima kepengurusan, termasuk inventaris dan keuangan.2. Dalam hal pengurus tidak dapat mengadakan Rapat Anggota sesuai konstitusi, maka BPM bersama Pengurus Klasis dapatberkoordinasi mempersiapkan pelaksanaan Rapat Anggota.3. Penentuan quorum Rapat Anggota diatur lebih lanjut dalam Tata Tertib Rapat Anggota.4. Dalam rangka mendukung program integrasi dengan jemaat maka Rapat Anggota sedapatnya dilaksanakan selambat-lambatnya Bulan Nopember pada tahun terakhir periode kepengurusan.5. Pengurus Klasis berkewajiban menyampaikan persuratan perihal pelaksanaan Rapat Anggota kepada semua jemaat yangakan melaksanakan Rapat Anggota mendahului pelaksanaan Rapat Kerja pengurus jemaat pada tahun berjalan.6. Panitia Pelaksana bertanggung jawab membuat Himpunan Keputusan Rapat Anggota serta Notulen Rapat Anggota yangmerupakan rekaman hasil pembahasan dari keputusan-keputusan yang ditetapkan selama Rapat Anggota. Notulen dasarharus dalam bentuk tertulis, dan jika keadaan memungkinkan dapat disiapakan notulen sekunder dalam bentuk rekamandigital.7. Keputusan Rapat Anggota ditembuskan kepada Pengurus Klasis untuk ditabulasi, dan selanjutnya disampaikan kepadaPengurus Pusat untuk digitalisasi arsip kepengurusan.
Pasal 3Serah Terima Pengurus Jemaat
1.
 
Serah terima kepengurusan hanya dapat dilaksanakan jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:a.
 
Dihadiri oleh Pengurus Demissioner sebagai Pihak Pertama dan Pengurus Terpilih sebagai Pihak Kedua.b.
 
Ada naskah Serah Terimac.
 
Telah dilaksanakan peninjauan bukti fisik atas daftar Inventaris yang dimiliki.d.
 
Disertai penyerahan secara fisik atas kekayaan organisasi yang sudah diverifikasi oleh Badan Verifikasi Jemaat.2.
 
Naskah serah terima ditandatangani oleh Pengurus Demissioner sebagai Pihak I, Pengurus Terpilih sebagai Pihak II danSaksi dari unsur BPM dan Pengurus Klasis.3.
 
Contoh Format Naskah Serah Terima dapat dilihat dalam lampiran.
Pasal 4
 
 Jemaat Hasil Pemekaran
1.
 
Rapat Anggota untuk jemaat hasil pemekaran dapat dilaksanakan setelah BPM terbentuk.2.
 
Jika BPM sudah terbentuk, maka Pengurus Jemaat mengadakan Rapat Anggota dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:a.
 
Mengadakan Rapat Koordinasi dengan semua BPM Jemaat hasil pemekaran dan Pengurus Klasis untukmempersiapkan pelaksanaan Rapat Anggota.b.
 
Mengundang semua anggota PPGT tanpa terkecuali untuk menghadiri Rapat Anggota, sekalipun masa periodebelum selesai.c.
 
Menyampaikan undangan kepada pengurus klasis dan penasihat.d.
 
Membuka Rapat Anggota.e.
 
Memimpin Pemilihan Pimpinan Sidang berdasarkan mekanisme pemilihan pimpinan sidang yang ditetapkan TataTertib.f.
 
Mengawal Rapat Anggota sampai tuntas, termasuk menerbitkan Keputusan Rapat Anggota dan Notulen RapatAnggota yang akan menjadi pegangan bagi semua jemaat yang mekar.g.
 
Menyampaikan hasil Rapat Anggota secara tertulis kepada BPM jemaat-jemaat hasil pemekaran.h.
 
Mendampingi pelaksanaan pengutusan dan pelantikan pengurus di masing-masing jemaat yang mekar.3.
 
Pada saat agenda pemilihan pengurus, maka diadakan pemilihan KSB pengurus untuk masing-masing jemaat yang mekarberdasarkan tata cara pemilihan yang sudah disepakati bersama.4.
 
Rapat Anggota harus membahas pengatusan barang inventaris dan keuangan dengan penuh kasih persaudaraan.5.
 
Keputusan Rapat Anggota ditembuskan kepada Pengurus Klasis untuk ditabulasi, dan selanjutnya disampaikan kepadaPengurus Pusat untuk digitalisasi arsip kepengurusan.
Pasal 5 Jemaat Hasil Pendewasaan
1.
 
Rapat Anggota untuk jemaat hasil pendewasaan dari cabang kebaktian dapat dilaksanakan setelah BPM terbentuk.2.
 
Jika BPM sudah terbentuk, maka Pengurus Cabang Kebaktian otomatis menjadi Pengurus Jemaat secara ad interimdengan tugas utama membenahi semua perangkat dan pranata sebagaimana layaknya sebuah jemaat.3.
 
Selanjutnya pengurus jemaat ad interim tersebut mengadakan Rapat Anggota dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:a.
 
Mengadakan Rapat Koordinasi dengan semua BPM dan Pengurus Klasis untuk mempersiapkan pelaksanaan RapatAnggota selambat-lambatnya satu tahun setelah didewasakan.b.
 
Mengundang semua anggota PPGT tanpa terkecuali untuk menghadiri Rapat Anggota.c.
 
Menyampaikan undangan kepada pengurus klasis dan penasihat.d.
 
Membuka Rapat Anggota.e.
 
Memimpin Pemilihan Pimpinan Sidang berdasarkan mekanisme pemilihan pimpinan sidang yang ditetapkan TataTertib.f.
 
Mengawal Rapat Anggota sampai tuntas, termasuk menerbitkan Keputusan Rapat Anggota dan Notulen RapatAnggota yang akan menjadi pegangan bagi pengurus terpilih.g.
 
Menyampaikan hasil Rapat Anggota secara tertulis kepada BPM.4.
 
Keputusan Rapat Anggota ditembuskan kepada Pengurus Klasis untuk ditabulasi, dan selanjutnya disampaikan kepadaPengurus Pusat untuk digitalisasi arsip kepengurusan.
Pasal 6Konperensi
1. Pengurus Klasis bertugas mempersiapkan Konperensi dengan tahapan sebagai berikut :a)
 
Membentuk Panitia Pengarah yang bertugas mempersiapkan rancangan Penjabaran GBPP PPGT dalam GBPP Klasis,dan materi lain yang dianggap perlu selambat-lambatnya 9 bulan sebelum Konperensi. Dalam rangka sinkroniasiGBPP maka PP menjadi salah satu anggota Panitia Pengarah.b)
 
Mengadakan koordinasi dengan Jemaat Penghimpun untuk Membentuk dan Melantik Panitia Konperensi.c)
 
Memohon BPK untuk mengutus Panitia Pelaksana dalam suatu ibadah Jemaat.d)
 
Menyampaikan waktu pelaksanaan Konperensi, batas waktu penyampaian usul-usul selambat-lambatnya empat bulansebelum Konperensi.e)
 
Menetapkan jumlah utusan Jemaat yang akan menghadiri Konperensi.f)
 
Mempersiapkan Laporan Pengurus Klasis.g)
 
Memanggil jemaat-jemaat untuk menghadiri Konperensi selambat-lambatnya dua bulan sebelum Konperensi.h)
 
Menetapkan dan mengundang peserta peninjau.i)
 
Membuka Persidangan Konperensi.2. Tema Konperensi adalah tema Kongres terbaru dengan sub tema ditentukan sesuai konteks klasis.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->