Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
TUGASKEUANGAN DAN PERBANKAN SYARIAH“MANAJEMEN PEGADAIAN”
Disusun Oleh :Anna Rosalina (Nim : 123070046)Irma Yusnita (Nim : 123070050)
MAGISTER AKUNTANSI UNIVERSITAS TRISAKTIJAKARTA2008
 
MANAJEMEN PEGADAIAN
A.PENDAHULUAN
Unit layanan pegadaian syariah bermula dari terbitnya PP No.10 tanggal 1 April1990 dapat dikatakan menjadi tonggak awal kebangkitan Pegadaian, satu hal yang perludicermati bahwa PP 10/1990 menegaskan misi yang harus diemban oleh Pegadaian untuk mencegah praktik riba, misi ini tidak berubah hingga terbitnya PP No. 103 tahun 2000yang dijadikan sebagai landasan kegiatan usaha Perum Pagadaian sampai sekarang.Banyak pihak berpendapat bahwa operasionalisasi Pegadaian pra Fatwa MUI tanggal 16Desember 2003 tentang Bunga Bank, telah sesuai dengan konsep syariah meskipun harusdiakui belakangan bahwa terdapat beberapa aspek yang menepis anggapan itu. BerkatRahmat Allah SWT dan setelah melalui kajian panjang, akhirnya disusunlah suatu konsep pendirian unit Layanan Gadai Syariah sebagai langkah awal pembentukan divisi khususyang menangani kegiatan usaha syariah.Konsep operasi Pegadaian syariah mengacu pada system administrasi modernyaitu asas rasionalitas, efisiensi dan efektifitas yang diselaraskan denganb nilai Islam.Fungsi operasi Pegadaian syariah itu sendiri dijalankan oleh kantor-kantor CabangPegadaian Syariah / Unit Layanan Gadai Syariah (ULGS) sebagai satu unit organisasidibawah binaan Divisi Usaha Lain Perum Pegadaian. ULGS ini merupakan unit bisnismandiri yang secara structural terpisah pengelolaannya dari usaha gadai konvensional.Pegadaian Syariah pertama kali berdiri di Jakarta dengan nama Unit Layanan GadaiSyariah (ULGS) cabang dewi sartika dibulan januari tahun 2003. menyusul kemudianULGS di Surabaya, Makasar, Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta ditahun yang samahingga September 2003. Masih ditahun yang sama pula, 4 kantor Cabang Pegadaian diAceh dikonversi menjadi Pegadaian Syariah.B.
PENGERTIAN GADAI PADA KONVENSIONAL
 
Dalam kegiatan sehari-hari, uang selalu saja dibutuhkan untuk membeli ataumembayar berbagai keperluan. Dan yang menjadi masalah terkadang kebutuhan yangingin dibeli tidak dapat dicukupi dengan uang yang dimilikinya. Kalau sudah demikianmaka mau tidak mau harus mengurangi berbagai keperluan yang dianggap tidak penting,namun untuk keperluan yang sangat penting terpaksa harus dipenuhi dengan berbagaicara seperti meminjam dari berbagai sumber dana yang ada.Jika kebutuhan dana jumlahnya besar, maka dalam jangka pendek sulit untuk dipenuhi, apalagi jika harus dipenuhi lewat lembaga pebankan. Namun jika dana yangdibutuhkan relatif kecil tidak jadi masalah, karena banyak tersedia sumber dana yangmurah dan cepat, mulai dari pinjaman ke tetangga, tukang ijon sampai kepinjaman dari berbagai lembaga keuangan lainnya.Bagi mereka yang memiliki barang-barang berharga kesulitan dana dapat segeradipenuhi dengan cara menjual barang berharga tersebut, sehingga sejumlah uang yangdiinginkan dapat terpenuhi. Namun resikonya barang yang telah dijual akan hilang dansulit untuk kembali. Kemudian jumlah uang yang diperoleh terkadang lebih dari yangdiinginkan sehingga dapat mengakibatkan pemborosan.Untuk mengatasi kesulitan di atas di mana kebutuhan dana dapat dipenuhi tanpakehilangan barang-barang berharga, maka masyarakat dapat menjaminkan barang-barang berharga tertentu ke lembaga tertentu. Barang yang dijaminkan tersebut pada waktutertentu dapat ditebus kembali setelah pinjaman dilunasi. Kegiatan menjaminkan barang- barang untuk memperoleh sejumlah uang dan dapat ditebus kembali setelah jangka waktutertentu tersebut disebut dengan nama usaha gadai.Dengan usaha gadai masyarakat tidak perlu takut kehilangan barang-barang berharganya dan jumlah uang yang diinginkan dapat disesuaikan dengan harga barangyang dijaminkan. Perusahaan yang menjalankan usaha gadai disebut perusahaan pegadaian dan secara resmi satu-satunya usaha gadai di Indonesia hanya dilakukan olehPerusahaan Pegadaian.Secara umum pengertian usaha gadai adalah
dengan lembaga gadai. kegiatanmenjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu, guna memperoleh sejumlah uang dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan perjanjian antara nasabah.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more