Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 51 TAHUN 2010009  TENTANGPENDIRIAN PERUSAHAAN PENERBIT SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARAINDONESIA IIDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 6 Undang-UndangNomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga SyariahNegara, penerbitan Surat Berharga Syariah Negara dapatdilakukan melalui Perusahaan Penerbit Surat BerhargaSyariah Negara;b.
 
bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 3 ayat (1) PeraturanPemerintah Nomor 56 Tahun 2008 tentang PerusahaanPenerbit Surat Berharga Syariah Negara, pendirianPerusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negaraditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;c.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanadimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkanPeraturan Pemerintah tentang Pendirian PerusahaanPenerbit Surat Berharga Syariah Negara Indonesia II;Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945;2. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang SuratBerharga Syariah Negara (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2008 Nomor 70, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4852);3. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2008 tentangPerusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor117, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4887);MEMUTUSKAN: . . .
 
 
 
- 2 -MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENDIRIANPERUSAHAAN PENERBIT SURAT BERHARGA SYARIAHNEGARA INDONESIA II.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:1.
 
Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara yangselanjutnya disebut dengan Perusahaan Penerbit SBSNadalah badan hukum yang didirikan berdasarkanketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008tentang Surat Berharga Syariah Negara untukmelaksanakan kegiatan penerbitan Surat BerhargaSyariah Negara.2.
 
Surat Berharga Syariah Negara selanjutnya disingkatSBSN, atau dapat disebut Sukuk Negara, adalah suratberharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsipsyariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadapAset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valutaasing.3.
 
Aset SBSN adalah objek pembiayaan SBSN dan/atauBarang Milik Negara yang memiliki nilai ekonomis,berupa tanah dan/atau bangunan maupun selain tanahdan/atau bangunan, yang dalam rangka penerbitanSBSN dijadikan sebagai dasar penerbitan SBSN.4.
 
Wali Amanat adalah pihak yang mewakili kepentinganpemegang SBSN sesuai dengan yang diperjanjikan.5.
 
Menteri adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia.BAB IIPENDIRIANPasal 2Dengan Peraturan Pemerintah ini didirikan PerusahaanPenerbit SBSN.BAB III . . .
 
 
- 3 -BAB IIIANGGARAN DASARPasal 3Perusahaan Penerbit SBSN sebagaimana dimaksud dalamPasal 2 bernama Perusahaan Penerbit Surat Berharga SyariahNegara Indonesia II atau disingkat Perusahaan Penerbit SBSNIndonesia II.Pasal 4Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia II berkedudukan diwilayah hukum Negara Republik Indonesia dan berkantor di Jakarta.Pasal 5(1)
 
Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia II didirikan untuk jangka waktu sampai dengan SBSN yang diterbitkannya jatuh tempo atau dinyatakan lunas seluruhnya.(2)
 
Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia II dapatmenerbitkan SBSN lebih dari satu kali penerbitan.Pasal 6(1)
 
Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia II didirikan dengantujuan untuk melaksanakan penerbitan SBSN dalamvaluta asing di Pasar Perdana Internasional dalam rangkamembiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negarasesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(2)
 
Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia II sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dalam menjalankan kegiatannyatidak mencari keuntungan.Pasal 7(1)
 
Modal Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia II merupakankekayaan negara yang dipisahkan yang berasal dariAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara TahunAnggaran 2010.(2) Nilai . . .
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more