Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Etika Ekonomika

Etika Ekonomika

Ratings:

4.33

(3)
|Views: 297 |Likes:
Selama tiga abad terakhir, umat manusia di berbagai belahan dunia telah mengamalkan empat ideologi utama yakni kapitalisme, sosialisme, nasionalis-fasisme dan negara sejahtera (welfare state). Semuanya dibangun di atas aksioma bahwa agama dan moralitas terpisah dari aktivitas ekonomi. Kurshid Ahmad, seorang ilmuwan dan ekonom Muslim, menyatakan bahwa prestasi keempat sistem ekonomi tersebut di bidang tertentu patut dicatat, namun semuanya telah gagal memecahkan problem utama ekonomi umat manusia. Dari perspektif spiritual dan konseptual sistem ekonomi yang jujur dan berkeadilan adalah jawabannya. Wallahu a’lam.
Selama tiga abad terakhir, umat manusia di berbagai belahan dunia telah mengamalkan empat ideologi utama yakni kapitalisme, sosialisme, nasionalis-fasisme dan negara sejahtera (welfare state). Semuanya dibangun di atas aksioma bahwa agama dan moralitas terpisah dari aktivitas ekonomi. Kurshid Ahmad, seorang ilmuwan dan ekonom Muslim, menyatakan bahwa prestasi keempat sistem ekonomi tersebut di bidang tertentu patut dicatat, namun semuanya telah gagal memecahkan problem utama ekonomi umat manusia. Dari perspektif spiritual dan konseptual sistem ekonomi yang jujur dan berkeadilan adalah jawabannya. Wallahu a’lam.

More info:

Published by: Muhammad Arief Billah on Oct 09, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2010

pdf

text

original

 
D
engan nada provokatif namun logis
KurshidAhmad
, seorang ekonomMuslim, menyatakan bahwa prestasikeempat sistem ekonomi tersebut di bidang tertentu patut dicatat. Namunsemuanya telah gagal memecahkan problem utama ekonomi umatmanusia.“Fasisme adalah ideologi yang pertama masuk ke dalam keranjangsampah sejarah. Dan sosialismeadalah “tuhan” yang terakhir tumbang. Adalah naif menganggap bahwa dengan tersisihnya sosialismetersebut, maka kapitalisme dan negarasejahtera akan dapat bertahan”, kataAhmad.Ekonom Barat umumnya,termasuk Max Weber, memandang bahwa ilmu ekonomi adalah disiplinyang bebas nilai. Senada dengan itu,Lionel Robbins menyatakan bahwanilai hanya berperan dalam ilmu eko-nomi normative (seperti ekonomi politik), sedangkan ilmu ekonomi positif benar-benar bebas nilai.“Itu adalah suatu kesalahanintelektual terbesar dalam sejarahungkap Kenneth E. Boulding, dalam
Toward the Development of a Cul-tural Economics.
llmu ekonomi de-wasa ini, katanya, telah kehilanganmakna dan esensi kulturalnyasehingga berubah menjadi disiplinyang hampa nilai.Adam Smith, bapak ekonomi lib-eral, sebenarnya menampilkandimensi moral dalam pembahasanfenomena ekonomi dalam karya perdananya,
The Theory of Moral Sentiments (1759)
. MenurutBoulding, adalah David Ricardo yangawalnya bertanggungjawab atas proses pereduksian ilmu ekonomimenjadi disiplin yang bebas budaya.Sementara itu, Amitai Etzioni, pemikir sosial Amerika terkemuka,dalam
The Moral Dimension: Towara New Economics (1988)
, menggugat paradigma neo-klasik yang terlalu“keakuan” (individualistik) dan paradigma sosial-konservatif yangterlalu “kekitaan” (sentralistik).Sebagai jalan tengah, Etzionimenawarkan paradigma baru berbasismoral, “Aku dan Kita”.Thorstein Veblen dalam
“TheTheory of Leisure Class”,
 jugamencela kapitalisme dan keanehan prilaku uang yang tidak hanyadigunakan sebagai alat tukar tetapi justru menundukkan manusia. Dalamsistem kapitalis, uang telahmenciptakan uang melalui praktek riba
(usury). Riba
secara harfiah berartitambahan dan secara umumditafsirkan sebagai bunga (interest).
 Riba
sangat bertentangan denganmoralitas dan secara tegas dilarangoleh semua agama mulai dari Hindu,Buddha, Judaisme, Kristen dan Islam(Visser & McIntosh, 1988). Filosof dan Sang Guru Pertama, Aristoteles pun mengecam secara tegas praktek 
riba
. Depresi dan krisis ekonomi padadasarnya disebabkan oleh praktek 
Selama tiga abad terakhir,umat manusia di berbagaibelahan dunia telahmengamalkan empatideologi utama yaknikapitalisme, sosialisme,nasionalis-fasisme dannegara sejahtera
(welfarestate).
Semuanyadibangun di atas aksiomabahwa agama danmoralitas terpisah dariaktivitas ekonomi.
2
Wacana
l
 
02/Agustus 2001
 Tajuk Anda Tajuk Anda
EtikaEkonomikaEtikaEkonomika

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->