Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ajaran Kejawen Dalam Pandangan Islam

Ajaran Kejawen Dalam Pandangan Islam

Ratings: (0)|Views: 139|Likes:

More info:

Published by: Misteri Taman Sri Bidor on Sep 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2012

pdf

text

original

 
51
Fatawa
 
Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M
 
Pendahuluan
Banyak pertanyaan dari masyarakatseputar ajaran Kejawen. Pertanyaantersebut tidak semata disampaikan olehorang yang awam terhadap Islam, akantetapi juga oleh para dai, takmir masjid,dan tokoh masyarakat. Dari ‘nada’ pertanyaan mereka, penulismenangkap bahwa masyarakat masihmenganggap Kejawen merupakanbagian dari Islam, sehingga merekasering menyebut dengan nama
Islam Kejawen 
. Untuk itulah kamimenurunkan tulisan ini, yang
insya  Allah 
akan membantu menjawabkerancuan (
syubhat 
) tersebut.Dalam bagian pertama ini akandibahas tentang aliran
Sapto Darmo
,yang merupakan salah satu aliran besarkejawen.
 A. Pengertian Kejawen(Kebatinan)
Rahnip M., B.A.
dalam bukunya
 Aliran Kepercayaan dan Kebatinan dalam Sorotan 
menjelaskan, “Kebatinan adalah hasil pikir danangan-angan manusia yangmenimbulkan suatu aliran kepercayaandalam dada penganutnya denganmembawakan ritus tertentu, bertujuanuntuk mengetahui hal-hal yang ghaib,bahkan untuk mencapai persekutuandengan sesuatu yang mereka anggapTuhan secara perenungan batin,sehingga dengan demikian –menurutanggapan mereka- dapat mencapaibudi luhur untuk kesempurnaan hidupkini dan akan datang sesuai dengankonsepsi sendiri.” 
1
Dari pengertian di atas didapatbeberapa istilah kunci dari ajarankebatinan yaitu: (i) Merupakan hasilpikir dan angan-angan manusia, (ii)Memiliki cara beribadat (ritual) tertentu,(iii) Yang dituju adalah pengetahuanghaib dan terkadang juga malah ber-tujuan menyatukan diri dengan Tuhan,(iv) Hasil akhir adalah kesempurnaanhidup dengan konsepsi sendiri.
B. Sejarah Berdirinya
Secara umum
kejawen 
(kebatinan)banyak bersumber dari ajaran nenek 
oleh: Tri Madiyono
Bagian pertama dari dua tulisan
1
Rahnip M., B.A.,
Aliran Kebatinan dan Kepercayaan dalam Sorotan 
, Pustaka Progressif, hal. 11.
Firaq
50
Fatawa
 
Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M
 
52
Fatawa
 
Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M
 
moyang bangsa Jawa yaitu a
nimisme dan dinamisme,
yang diwariskansecara turun temurun sehingga tidak dapat diketahui asal muasalnya.
Sapto Darmo
—salah satu aliranbesar kejawen— pertama kali dicetus-kan oleh
Hardjosapuro
dan selanjut-nya dia ajarkan hingga meninggalnya,16 Desember 1964. Nama
Sapto Darmo 
diambil dari bahasa Jawa;
sapto 
artinyatujuh dan
darmo 
artinya kewajibansuci. Jadi, s
apto darmo 
artinya tujuhkewajiban suci. Sekarang aliran inibanyak berkembang di Yogya dan JawaTengah, bahkan sampai ke Luar Jawa. Aliran ini mempunyai pasukan dakwahyang dinamakan Corps Penyebar SaptoDarmo, yang dalam dakwahnya seringdipimpin oleh ketuanya sendiri (SriPawenang) yang bergelar
Juru BicaraTuntunan Agung
.
C.Ajaran pokok Sapto Darmo
3
dan Bantahannya
1.Tujuh Kewajiban Suci (SaptoDarmo)
Penganut Sapto Darmo meyakinibahwa manusia hanya memiliki 7kewajiban atau disebut juga
7 Wewarah Suci 
, yaitu:
Setia dan tawakkal kepada Pancasila Allah (Maha Agung, Maha Rahim,Maha Adil, Maha Kuasa, dan MahaKekal).
Jujur dan suci hati menjalankanundang-undang negara.
Turut menyingsingkan lengan bajumenegakkan nusa dan bangsa.
Menolong siapa saja tanpa pamrih,melainkan atas dasar cinta kasih.
Berani hidup atas kepercayaanpenuh pada kekuatan diri-sendiri.
Hidup dalam bermasyarakat dengansusila dan disertai halusnya budipekerti.
 Yakin bahwa dunia ini tidak abadi,melainkan berubah-ubah (
angkoro manggilingan 
).
Bantahannya:
Dalam sudut pandang Aqidah
 Ahlus Sunnah wal Jama’ah 
, ajaran
Sapto Darmo 
hanya berisi keimanan kepada Allah sebatas beriman terhadap
Rububiyah Allah; 
itupun denganpemahaman yang salah.
Rububiyah  Allah 
hanya difahami sebatas lima sifat(Pancasila Allah) yaitu Maha Agung,Maha Rahim, Maha Adil, Maha Kuasa,dan Maha Kekal. Padahal sifatrububiyah Allah itu banyak sekali (tidak terbatas dengan bilangan).Keimanan secara benar terhadap
Rububiyah Allah 
saja belum menjaminkebenaran Iman atau Islam seseorang,apalagi yang hanya beriman kepadasebagian kecil dari sifat
rububiyah Allah 
seperti ajaran
Sapto Darmo 
ini. (Baca:
Rubrik Tauhid
oleh Ustadz Abu Nida’,halaman 2)Inti ajaran
Sapto Darmo 
hanyamengajarkan iman kepada Allah saja.Hal itu menunjukkan batilnya ajaran
2
Animisme 
adalah kepercayaan kepada roh-roh yang mendiami suatu benda (pohon, batu, sungai,gunung, dll), sedangkan
Dinamisme 
adalah kepercayaan bahwa sesuatu benda mempunyaitenaga atau kekuatan. (lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, 1997).
3
Disarikan dari buku Rahnip M., BA., idem, hal. 73-112.
Firaq 
52
Fatawa
 
Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M
 
53
Fatawa
 
Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M
 
Sapto Darmo 
dalam pandangan Islam. Aqidah Islam memerintahkan untuk mengimani enam perkara yang dikenaldengan rukun iman, yaitu
beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab- kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir,dan Takdir yang baik maupun buruk.
 Al-Allamah Ali bin Ali bin Muhammadbin Abil ‘Izzi
 
 
dalam menjelaskan rukuniman mengatakan, “Perkara-perkaratersebut adalah termasuk rukun iman”. Allah
berfirman:
“Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya; demikian pula orang-orang yang beriman; mereka semuanya beriman kepada Allah, Malaikat- malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya…” 
(Al Baqarah: 285) juga firman-Nya
: “
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada  Allah, Hari Kemudian, Malaikat- malaikat, Kitab-kitab, Nabi-nabi.” 
(AlBaqarah: 177)Maka, keimanan yang dikehendakioleh Allah adalah iman kepada semuaperkara tersebut. Dan orang yangberiman kepada perkara-perkaratersebut dinamakan mukmin; surgalahbalasan baginya. Sedangkan yangmengingkari perkara-perkara tersebutdinamakan kafir dan neraka jahannamlah tempat kembali yangpantas untuknya. Allah
berfirman:
“Barangsiapa tidak beriman kepada  Allah dan Rasul-Nya maka Kami sediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang menyala-nyala.” 
(QS.AlFath:13)Dan dalam sebuah hadits yangkesahihannya tidak diperselisihkan lagi,Rasulullah menjawab pertanyaan yangdisampaikan oleh Malaikat Jibril kepadabeliau tentang arti
iman 
. Beliaumenjawab:
“Bahwa keimanan itu adalah engkau beriman kepada Allah, para Malaikat- Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rasulnya,Hari Akhir, dan Takdir yang baik maupun buruk 
.
 
 “
5
Inilah prinsip dasar yang telahdisepakati oleh para nabi dan rasul.
4
Syarah Ath Thahawiyah fi Al Aqidah As-Salafiyah 
, hal. 183-184, Darul Fikr, 1408H./1988M.
5
Muslim hadits no.9, At Tirmidzi had no.2535, Nasa-i haits no.4904, Abu Dawud haditsno.4075, Ibnu Majah hadits no.62, dan Ahmad hadits no.179,186,346
Firaq 
52
Fatawa
 
Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->