Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permasalahan Force Majeure dalam Pelanggaran Kontrak Perdagangan Internasional (CISG) Pada Sengketa Kontrak Dagang Internasional Antara Globex Versus Marcomex-Nin Yasmine Lisasih

Permasalahan Force Majeure dalam Pelanggaran Kontrak Perdagangan Internasional (CISG) Pada Sengketa Kontrak Dagang Internasional Antara Globex Versus Marcomex-Nin Yasmine Lisasih

Ratings: (0)|Views: 137 |Likes:
Published by Nin Yasmine Lisasih
Permasalahan force majeure dalam pelanggaran kontrak perdagangan internasional pada sengketa kontrak dagang internasional antara Globex versus Macromex dikaji dari Hukum kontrak Internasional:
1. Atas dasar apa Macromex menggugat Globex?
2. Mengapa Globex berargumen bahwa penundaan pengiriman tersebut merupakan suatu force majeure?
3. Mengapa arbitrase memutuskan memenangkan tuntutan Marcomex dengan menghukum Globex untuk membayar ganti rugi biaya proses arbitrase dan biaya pengacara?
Permasalahan force majeure dalam pelanggaran kontrak perdagangan internasional pada sengketa kontrak dagang internasional antara Globex versus Macromex dikaji dari Hukum kontrak Internasional:
1. Atas dasar apa Macromex menggugat Globex?
2. Mengapa Globex berargumen bahwa penundaan pengiriman tersebut merupakan suatu force majeure?
3. Mengapa arbitrase memutuskan memenangkan tuntutan Marcomex dengan menghukum Globex untuk membayar ganti rugi biaya proses arbitrase dan biaya pengacara?

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Nin Yasmine Lisasih on Sep 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

 
NIN YASMINE LISASIH
Globex adalah suatu perusahaan Amerika yang menjual produk-produk makanan ke seluruh dunia. Globex telah dikontrak untuk menjual Macromex,sebuah perusahaan di Rumania, dalam kontrak tersebut, Globex harusmengirimkan 112 kontainer ayam ke Rumania. Kontrak tersebut diatur dalamketentuan CISG. Dalam kontrak tersebut Globex menyebutkan bahwa pengiriman terakhir dilakukan pada 29 Mei 2006. Namun pada tanggal 2 Juni2006 terjadi kegagalan dalam mengirim 62 kontainer ayam ke Rumania.Pada tanggal 2 Juni 2006, pemerintah Rumania mendeklarasikan tanpamemberitahu terlebih dulu kepada Globex bahwa sampai pada tanggal 7 Juni2006, tidak ada ayam yang dapat diimpor ke Rumania kecuali apabila ada pengesahan pada tanggal terakhir yang telah ditentukan. Antara tanggal pengumuman tersebut dibuat sampai pada tanggal 7 Juni 2996 Globex bergegas untuk mengirimkan 20 kontainer dari sisa 62 kontainer yang telahdikontrak untuk dijual. Pada tanggal 7 Juni 2006 sisa 42 kontainer ayam tidak dapat dikirim ke Rumania dikarenakan suatu peraturan pemerintah.Marcomex kemudian membawa perkara ini ke proses arbitrase dengan dasar  bahwa Globex telah melakukan suatu pelanggaran kontrak, dan meminta ganti
 
rugi sebesar $608,323,00.Atas pengajuan arbitrase Macromex terhadap Globex tersebut, Globexkemudian mengajukan argumennya, Globex mengajukan argumennya bahwakegagalan pengiriman tersebut terjadi karena adanya
 force majeure
. Globex beragumen bahwa penundaan pengiriman tersebut tidak sesuai dengan standar umum. Larangan tersebut tidak dapat diadaptasi oleh pihak Globex karenatidak ada peringatan terlebih dahulu, larangan tersebut benar-benar memblocking Globex dalam pengiriman sisa ayam ke Macromex.Arbitrase memutuskan bahwa penundaaan pengiriman tersebut bukanmerupakan suatu pelanggaran yang fundamental karena larangan untuk mengimpor ayam ke Rumania tidak efektif membuat pengiriman tidak terlaksana. Sesuai dengan keberadaan Pasal 79 CISG dimana memintadimasukkan dalam keadaaan
 force majeure
sesuai dengan pasal tersebut yangdipakai sebagai dasar interpretasi oleh arbitrator. Kemudian arbitrase mencatat bahwa selain Amerika sebagai supplier Macromex yang menyetujui secaralebih tidak terkait secara langsung oleh larangan impor. Yang seharusnyaGlobex dapat mengambil keuntungan dari meningkatnya nilai jual ayam di pasar sesuai dengan keadaan.Rusaknya harga pasar di Rumania dikarenakan tidak terkirimnya ayamsenilai $606,323,00 yang menyebabkan kerugian pihak Macromex. Arbitrator membebankan semua biaya untuk proses arbitrse dan biaya pengacara kepadaGlobex sehingga total putusan sebesar $876,310,58.
 
Dalam kasus posisi di atas maka hal yang menjadi permasalahan ialah :1.Atas dasar apa Macromex menggugat Globex?2.Mengapa Globex berargumen bahwa penundaan pengiriman tersebutmerupakan suatu
 force majeure
?3.Mengapa arbitrase memutuskan memenangkan tuntutan Marcomexdengan menghukum Globex untuk membayar ganti rugi biaya prosesarbitrase dan biaya pengacara?
ANALISISA.Dasar Macromex menggugat Globex.
Dasar Macromex menggugat Globex ialah dengan adanya penundaan pengiriman ayam tersebut, Macromex menderita kerugian. Selain kerugianyang diderita oleh Macromex akibat keterlambatan pengiriman ayam tersebut,Macromex dalam mengajukan gugatannya berpegang pada asas UNIDROITyang dijadikan acuan sebagian pasal dalam CISG.Asas UNIDROIT tentang
 force majeure
yang rumusan umumnya adalah :1)Peristiwa yang menyebabkan
 force majeure
merupakan peristiwa yang diluar kemampuannya;2)Adanya peristiwa tersebut mewajibkan pihak yang mengalaminya untuk memberitahukan pihak lainnya mengenai telah terjadinya
 force majeure.
Sedangkan dalam CISG antara Marcomex dengan Globex, beberapa pasalnya pasti mengacu kepada prinsip / rumusan umum UNIDROIT. Dalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->