P. 1
Para Habaib Berpengaruh Di Indonesia

Para Habaib Berpengaruh Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,346 |Likes:
Published by Irfan Irawan Cbn
Manaqib (Perjalanan Hidup sampai wafatnya) Para Habaib mulia, yang mengharumkan nama Indonesia dengan Islamnya
Manaqib (Perjalanan Hidup sampai wafatnya) Para Habaib mulia, yang mengharumkan nama Indonesia dengan Islamnya

More info:

Published by: Irfan Irawan Cbn on Sep 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
Manaqib Para Habaib Berpengaruh di Indonesiawww.almuhibbin.com(dari berbagai sumber)
1.
 
Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani - Makkah
Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibnSayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al
-Maliki al-Hasani al-Makki al-
 Asy’ari asy
-Syadzili lahir di Makkahpada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalahMadrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliauSayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agamadi sekolah tersebut yang juga merangkap sebagaipengajar di halaqah di Haram Makki. Beliau jugabelajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya,seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad
Nur Sayf, Sa’id Yamani, dan lain
-lain. SayyidMuhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi
Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami’ al
- Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh limatahun.Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke AfrikaUtara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan juga anak benua Indo-Pakistan, danmemperoleh sertifikasi mengajar (ijazah) dan sanad dari Imam Habib Ahmad Mashhural Haddad, Syaikh Hasanayn Makhluf, Ghumari bersaudara dari Marokko, Syekh
Dya’uddin Qadiri di Madinah, Maulana Zakariyya Kandihlawi, dan banyak lainnya. SayyidMuhammmad merupakan pendidik Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seorang ‘alim kontemporerdalam ilmu hadits, ‘alim mufassir (penafsir) Qur’an, Fiqh, doktrin (‘aqidah), tasawwuf 
,dan biografi Nabawi (sirah).Sayyid Muhammad al-
Makki merupakan seorang ‘aliim yang mewarisi pekerjaan dakwah
ayahanda, membina para santri dari berbagai daerah dan negara di dunia Islam diMakkah al-Mukarromah. Ayahanda beliau adalah salah satu guru dari ulama-ulama
sepuh di Indonesia, seperti Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari, KH. Abdullah Faqih
Langitan, KH. Maimun Zubair dan lain-lain. Dalam meneruskan perjuangan ayahandanya,Sayyid Muhammad sebelumnya mendapatkan sedikit kesulitan karena beliau merasabelum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil
adalah melanjutkan studi dan ta’limnya terlebih dahulu. Beliau berangkat ke Kairo dan
Universitas al-Azhar Assyarif merupakan pilihannya. Setelah meraih S1, S2 dan S3dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalananyang telah di tempuh sang ayah. Disamping mengajar di Masjidil Haram di halaqah,
 
Manaqib Para Habaib Berpengaruh di Indonesiawww.almuhibbin.com(dari berbagai sumber)
beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan UnivesitasUmmul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankantugasnya sebagai dosen di dua Universitas tsb, sampai beliau memutuskanmengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil
membuka majlis ta’lim
dan pondok di rumah beliau. Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjidil haramatau di rumah tidak bertumpu pada ilmu tertentu seperti di Universitas, akan tetapisemua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakatawam atau terpelajar, semua bisa menerima dan mencicipi apa yang diberikan SayyidMuhammad Maka dari itu beliau selalu menitik beratkan untuk membuat rumah yanglebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukanselepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiapbulan Ramadan dan hari raya, beliau selalu menerima semua tamu dan muridnyadengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya samatamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semuamencicipi ilmu bersama.Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruhpelosok permukaan bumi. Di Indonesia, India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagidi Asia yang merupakan sebagai orbit dakwah Sayyid Muhammad al Maliki, ribuan muridmurid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit yangmasuk ke dalam pemerintahan. Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukansetiap hari, beliau juga mengasuh pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semuaberdatangan dari penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biayasepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku.Setelah beberapa tahun belajar, para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untukmenyiarkan agama.Sayyid Muhammad al Maliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidakberaliran keras, tidak berlebih- lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah danmauidhah hasanah. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadimanusia yang berperilaku, baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama,terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orangcerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama.Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. Beliau selalu menerima danmenghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya.Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmahdan memecahkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang benar bukandengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan.
 
Manaqib Para Habaib Berpengaruh di Indonesiawww.almuhibbin.com(dari berbagai sumber)
Sayyid Muhammad tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian paraulamanya dan ini memang yang diinginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau
menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta’lim beliau di
masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliauselalu menghormati orang orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya, semasihmereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-
Qur’an dan Sunah.
 Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alawi AlMaliki, mereka sangat pandai, di samping menguasai bahasa Arab, mereka jugamenguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan pegangan dan referensi dinegara-negara mereka. Pada akhir hayat beliau saat terjadi insiden teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syekh Sholeh bin
 Abdurahman Alhushen untuk mengikuti ‚Hiwar Fikri‛ di Makkah yang diadakan pada tg5 sd 9 DhulQo’idah 1424 H dengan judul ‚Al
-
qhuluw wal I’tidal Ruya ManhajiyyahSyamilah‛, di
sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnyatentang thatarruf atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalistsatau extremist (keras). Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yangsangat popular dikalanga
n masyarakat Saudi yang berjudul ‚Alqhuluw Dairah
Fil Irhab
Wa Ifsad Almujtama‛.
 
Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da’wah selalu mendapat
sambutan dan penghargaan masyarakat luas. Pada tg 11/11/1424 H, beliau mendapatkesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama
dan menjalin persatuan dan kesatuan da’wah. Di samping tugas beliau sebagai da’i,
pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaatbagi agama, beliau juga seorang pujangga besar dan penulis unggul. Tidak kurang dari100 buku yang telah dikarangnya, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit darikitab-kitab beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis,Urdu, Indonesia dll. Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Konsep-konsep yang perludiluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad, red. bersinar layaknyasuatu kemilau mutiara.Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi-Wahhabi,dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumberdalil mereka. Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad dikucilkan oleh
‘rumah Najd’ dan dituduh sebagai ‚seorang yang sesat‛. Beliau pun dicekal dari
kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.).Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
fariz_al_mujahid liked this
Munip Pembaharu liked this
Irfan Irawan Cbn liked this
Irfan Irawan Cbn liked this
Irfan Irawan Cbn liked this
Irfan Irawan Cbn liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->