dan tanggapan terhadap para pencipta teori (konspirasi) dan para pengikutnya yang bersemangat hanyalahmenamakan konfrontasi ini sebagai satu “plot CIA” atau “rencana pemerintah membodohkanwarganegara.” Lalu mereka menyampaikan konfrontasi dengan argumen-argumen lemah dalam rangkamelanjutkan jalur teori-teori mereka. Salah satu konfrontasi yang merupakan duri dalam daging,sebagaimana kita ketahui, adalah berkaitan dengan sebuah media jihad, yang bernama Media As-Sahab.Jika kita mau berfikir jujur dan berusaha untuk mencari kebenaran hakiki, maka kita harus mengklarifikasigagasan-gagasan yang biasanya dilontarkan oleh para penganut teori konspirasi, termasuk dalam masalahini mencari tahu apa dan siapa sebenarnya media As Sahab itu.
Bagaimana kita tahu Media As-Sahab itu asli dan bukan rekayasa CIA?
Allah SWT berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita,maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan(kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu.”
(QS Al Hujurat : 6)Ayat ini penting sebagai jalan untuk dapat mendekati masalah ini. Daripada membuat asumsi-asumsi yangsalah dan kecurigaan-kecurigaan terhadap sekelompok orang Muslim, kita harus mengikuti agama kitaketika ia datang dengan panduan-panduannya agar kita mengikuti dengan bukti yang lebih kuat. Hal inikarena jika kita tidak mengikuti petunjuk-petunjuknya, maka mungkin kita telah jatuh sebagaimana Allah berkata,
“mereka mengganggu manusia tanpa perencanaan”
dan boleh jadi tidak menyesal sama sekali!Secara umum, sebagai Muslim, kita sudah seharusnya mengikuti saudara Muslim kita yang sesungguhnyataat dan dapat dipercaya atas apa yang mereka ucapkan tentang peristiwa-peristiwa yang jelas di luar jangkauan kita. Jika seorang kafir mengatakan tentang hal yang sama, kemudian kita bisa mengabaikan pernyataan-pernyataannya sampai ia dapat membuktikannya. Jika seorang kafir dapat menunjukkan bukti- bukti yang dapat dipercaya berlawanan dengan klaim-klaim kaum Muslim – seperti teori-teorinya tentang9/11 – dan kaum Muslim (yang mengklaim hal ini) tidak menanggapi, kemudian kita harus percaya kepadasaudara kita hingga kita dapat memverifikasi dari mereka (kaum Muslim) ketimbang menolak saudara-saudara (Muslim) kita dan mengenyahkan keraguan-keraguan terhadapnya; kita dibolehkan menyimpan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam pikiran kita dari bukti-bukti yang dapat dipercaya dari kaum yangingkar (atau kelompok Muslim yang lain), tapi kita tidak menggunakan mereka untuk melawan saudara-saudara kita hingga kita memverifikasi dari mereka (dengan cara apapun) dan kita jelas dengan posisi kita.Hal ini karena dalam beberapa kasus, kelompok-kelompok Muslim ini akan menahan informasi kepadamasyarakat umum untuk kepentingan strategi yang mereka sedang pergunakan.
Apa itu Media As Sahab
1. Mereka adalah cabang media resmi dari Al Qaeda. Kualitas media mereka pada awalnya tidak terlalu bagus (tapi masih baik); walaupun mereka menjadi terbaik dari yang terbaik.2). Media mereka adalah (kebanyakan) video, audio dan pernyataan pendek.