Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
86Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Khutbah Jum'at: Muhasabah dan Muraqabah Jalan Menuju Taqwa

Khutbah Jum'at: Muhasabah dan Muraqabah Jalan Menuju Taqwa

Ratings:

4.74

(27)
|Views: 12,788 |Likes:
Khutbah Jum'at: Muhasabah dan Muraqabah Jalan Menuju Taqwa
Khutbah Jum'at: Muhasabah dan Muraqabah Jalan Menuju Taqwa

More info:

Published by: Indra Sutriadi Pipii on Oct 10, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
MUHASABAH DAN MUROQOBAH JALAN MENUJU TAKWA
ُهَل يِدا ََف ْضُ  نمو ُهَل ّضُم ََف    نم اِلاعَأ ِتاَئسو اِَأ روُُش نم ِاب ذُو ُُغو ُهُو ُُح ِِحل ّإ ُهلُسرو ُُع ًحُم ّَأ ُشَأو  ّإ هلإ َ ْَأ ُشَأ .ن ل   ىَلإ ٍاب ُ نمو هِباحصَأو هلآ ىعو حُم ىع ّسو ّص ُلَ َُُم ُَأو ّإ نُُ َو هِاَقُ   ق ُمآ ن َل ا أا  هب َلءا يل  قو ءاو ًثَك اجر اُم ّبو اجوز ام َخو ةِو ْ نم َقَخ يل ُبر ق ال ا أا  اًر َع اَك  ّإ ارْو ُب امَأ ،اًظع ًزَف زاَف َقَف ُهَلُسرو  طُ  نمو بُذ َلغ و لاعَأ َل ُ  ً س َ لو  ق ُمآ ن ل ا أا  عب ّكو ٌعب َحُم ّكو ،ااَحُم رُمْ شو ،ّسو هَع  ىّص حُم ُ ل خو ،ِ اك  حل صَأ ّَف .ِرال ف َلَ ّكو ،َلَ
 Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kami wasiatkan kepada diri kai sendiri dan jamaah sekalian, marilah kita bertakwa kepada AllahTa’ala. barangsiapa bertakwa kepada Allah Ta’ala, ia akan terjaga dari siksa dan murkaNya. Allahmemerintahkan manusia seluruhnya untuk bertakwa dengan firman-Nya,
اًيْث ِ كَ ًلجَرِم َُنْِ ّبَوَهَجَوْزَنَْِقََخَوَةٍد َحِاوَسٍفْَ ْِْُََخَِّا ُُبّرَا ْُتّا ُ َا  َّَأَ ﴿  ً ْ ِرَْُ ْَعََكَ َا ّإِَحَرْَاْوَِبِَ ْُَءََ    ِَاَا ا ُتّاوَ ًءَِ  وَ١﴾ 
“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu,dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkanlaki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan)nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS.an-Nisa’: 1)
Allah memerintahkan kaum mukminin untuk bertakwa dengan firman-Nya,
 ﴿ َ ْم ُ ِْُْُْَأوَلّإِ ّُ ت ْم ُ تَلَوَِ تِَُ ت قّحَ َا ا ُتّا ا ْُَآ  َْَّا  َّَأَ١٠٢﴾ 
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali ‘Imran: 102)
Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk bertakwa dengan firman-Nya,
 ﴿ًم ِحَًم ِعََكَ ََّا َّإِ َِِ َم ُْاوَ َِِَْا        ِط ِُ ت لَوَ ََّا قِ تَّا ُّ ِَّا  َُّَأ َ١﴾ 
“Hai Nabi, bertaqwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik.Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,” (QS.al-Ahzab: 1)
Takwa merupakan wasiat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang pertama hingga yang terakhir. Takwamerupakan faktor yang menjadikan manusia dapat memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.Barang siapa yang bertakwa, maka Allah akan mengaruniainya al-Furqan. Sehingga ia akan mampumembedakan antara kebenaran dan kebatilan. Barang siapa yang bertakwa, Allah akan memberikan baginya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Orang yang bertakwa akan mendapatkan tempatyang aman di akhirat. Sungguh ia berada di tempat yang mulia di sisi Allah subhanahu wata’alaHakikat takwa, ialah kita mencari perisai yang bisa melindungi diri dari adzab Allah. yaitu dengan caramenjalankan setiap perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Apabila mempu berbuatdemikian, maka kita akan menjadi orang yang bertakwa kepada Allah. untuk itu, semestinya kita berhati-hati dalam bertindak, bersikap cermat dan berilmu tentang halal dan haram.Umar bin khathtab pernah bertanya kepada Abu Musa tentang hakikat takwa. Abu Musa menjawab,“Wahai Amirul Mukminin, apa yang akan engkau lakukan apabila engkau sedang berjalan di tempat
 
yang penuh duri?, maka umar menjawab, “Aku akan melihat kakiku, sehingga aku bisa mengetahui,apakah aku pijakkan di atas duri, ataukah di tempat yang aman.”. inilah hakikat takwa, dengan selalumelihat setiap perbuatan kita, apakah termasuk perbuatan yang diridhai Allah, ataukah sebaliknya?Apabila termasuk perbuatan yang dibenci Allah, maka wajib bagi kita untuk meninggalkannya. Jangansampai Allah melihat kita berada dalam keadaan yang tidak Dia sukai. Oleh karena itu, marilah kita selalu berusaha agar berada dalam keadaan yang diridhai-Nya. Allahsenang apabila kita termasuk orang-orang yang menjaga shalat, taat kepada aturan-Nya, berbaktikepada kedua orang tua, dan tekun menuntut ilmu. Marilah kita selalu berusaha untuk meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah Ta’ala. jangan mendatangi kemaksiatan, tinggalkan perbuatan zina,mencuri, dusta, ghibah, dan namimah. Dan yang paling besar dari itu semua, yaitu meninggalkan perbuatan syirik; suatu perbuatan dan pelaku kemaksiatan yang paling dibenci oleh Allah Ta’ala.karena Allah tidak ridha disekutukan. Allah hanya ridha, apabila hamba-hamba-Nya beriman dan bertauhid kepada-Nya. Maka, marilah kita menjadi hamba-Nya yang beriman dan bertauhid kepada- Nya. Allah sangat senang apabila kita menjadi orang-orang yang melaksanakan sunnah-sunnah Nabi-Nya.Oleh karena itu, marilah kita jauhkan diri dari perbuatan bid’ah, tinggalkan setiap larangan Allah.adapun ketaatan terhadap perintah-perintah-Nya akan menjadi penyebab kebahagiaan kita di dunia danakhirat. Allah berfirman,
ٍِجَفِَ رََّُفْا َّإِوَٍِَفِَ رَاَبْَْا َّإِ
.
“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuhkenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” (QS. Al-Infithor: 14)
Al-Abrar (orang yang banyak berbuat kebaikan), ia akan selalu dalam kenikmatan yang diberikan Allahdi dunia maupun di akhirat. Adapun kaum fajir (orang yang banyak berbuat kejahatan), maka merekaakan selalu berada dalam kesengsaraan di dunia dan akhirat.Ibnul-Qoyyim rahimahullah berkata, “Barangsiapa menyangka bahwa Allah akan menyamakan antaraorang-orang yang berbuat taat dengan orang-orang yang maksiat, maka sesungguhnya ia telah berperasangka buruk terhadap Allah subhanahu wata’ala. Allah berfirman,
 Patutkah Kamimenganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang  yang berbuat kerusakan di muka bumi Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertaqwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat. (QS. Shad: 28)
Apakah Allah akan menyamakan kedudukan orang yang taat dengan ahlul maksiat? Tentu tidak!Barangsiapa beriman dan bertakwa, maka ia akan mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan. Adapunorang-orang yang suka bermaksiat, maka ia akan mendapatkan kesusahan dan kesempitan. Allah berfirman yang artinya,
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnyabaginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalamkeadaan buta". Berkatalah ia:"Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaanbuta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat" Allah berfirman,"Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu(pula) pada hari inipun kamudilupakan". (QS. 20: 124-126).
Barangsiapa berpaling dari peringatan Allah dan kataatan kepada Allah ta’ala, berpaling dari ilmu yang bermanfaat, maka ia seperti orang yang buta. Dan ia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalamkeadaan buta. Waiyyadzu billah. Adapun orang yang beriman kepada Allah, maka keadaannya sebagaimana disebutkan dalam firman- Nya, yang artinya,
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuandalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).
Orang-orang yang akan dekat dengan Allah Ta’ala. mereka akan mendapatkan kebahagiaan di duniadan akhirat. Sebagian salaf berkata, “Sesungguhnya ad ataman penuh kebahagiaan di dunia ini.
 
Barangsiapa tidak memasukinya, maka ia tidak akan dapat memasuki surga yang ada di akhirat.”Taman yang dimaksud ialah kebahagiaan yang diperoleh dengan ketaatan dan kedekatan dengan AllahTa’ala.  Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga keadaan; Barangsiapa memilikinya, maka iaakan merasakan manisnya iman. (yaitu) apabila ia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanyakepada siapapunselain keduanya. Apabila ia mencintai manusia tidak lain hanya karena Allah, apabilaia merasa benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana bencinya untuk dicampakkan ke dalam api.”Demikianlah wasiat yang dapat kami sampaikan untuk diri kami pribadi dan untuk saudara-saudarasekalian; takwa kepada Allah dan beramal shalih. Dengan keduanya, kita akan mendapatkankebahagiaan di dunia dan di akhirat. Kita memohon kepada Allah, semoga menjadikan kita semuatermasuk dalam golongan orang-orang yang bertakwa, dan menutup akhir hayat kita dengan husnulkhatimah.
ل ُرغل ُ ُهإ ُوُغساَف ِتاُلو نُل ِالو َلو ل  ُغسَأ  لَ َأ
KHUTBAH YANG KEDUA
ىَعو حُم ىَع ص ُلَ سُلو ِءا ُاخ ًحُم ّَأ ُشَأو حِلال لو  ّإ هلإ َ ْَأ ُشَأو لال ر ِِحل ّإ ِبإ ىَع ْكراب اَك حُم آ ىَعو حُم ىَع ِرابو .م  إ ،ِبإ آ ىَعو ِبإ ىَع ص اَك حُم آ ,بامَأ ,.م  إ ،ِبإ آ ىَعو
Allah Ta’ala telah menyeru kita semua dengan firman-Nya,
 ﴿ َ ُم َْ تَم َبِيٌ ِخَ ََّا َّإِ ََّا ا ُتَّاوَد ٍغَِ  ْَد َّ ََّسٌفْَْُظ َْوَ ََّا ا ُتَّا ا ُَآ  َِَّا  َُّَأ َ١٨﴾ 
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikanapa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Allah Ta’ala menunjukkan kepada kita dua perkara agung. Barangsiapa melaksanakan dua perkara ini,maka ia termasuk orang yang bertakwa.Pertama, yaitu
muhasabah
. Yakni, hendaklah setiap jiwa melihat apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok. Muhasabah sangat membantu seseorang untuk bertakwa kepada Alloh. Barangsiapamelakukan muhasabah, maka ia akan mengetahui ketaatan maupun kemaksiatan yang telah ia kerjakan.Sehingga, apabila ia melakukan ketaatan, hendaklah diteruskan. Dan apabila melakukan kemaksiatan,maka ia wajib untuk berhenti dan meninggalkannya. Muhasabah juga sangat membantu seseorang istiqomah di jalan Allah Ta’ala. sehingga para salaf  berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah ta’ala.” Barangsiapa yang dihisab olehAllah ta’ala, sungguh ia akan mendapatkan siksa. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihiwasallam kepada ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha, “Barangsiapa yang dihisab oleh Allah, makasesungguhnya Allah akan mengadzabnya”.Oleh karena tiu, hendaklah kita selau mengoreksi diri. Apabila kita terjerumus ke dalam kesalahan.Segeralah bertaubat kepada-Nya. Allah sangat senang menerima taubat hamba-Nya. Allah selalumembuka tangan-Nya di waktu malam untuk menerima taubat manusia yang telah berbuat kesalahan diwaktu siang. Begitu pula Allah selalu membuka tangan-Nya di waktu siang untuk menerima taubatseseorang yang telah berbuat kesalahan di waktu malam. Demikianlah, muhasabah merupakan perkara sangat penting. Oleh karena itu, para salaf selalu bermuhasabah terhadap diri mereka sebagaimana orang yang terjun dalam perdagangan. Apakah iamendapatkan keuntungan, atau justru mengalami kerugian. Begitu pula kita, wahai hamba-hambaAllah. marilah koreksi diri masing-masing, bekal apa yang telah kita persiapkan untuk menghadapAllah Ta’ala?

Activity (86)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Juan Sanderson liked this
faizalpuji liked this
Firda A Fadhl liked this
Altab Marruli liked this
Tri Uganda liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->