yang penuh duri?, maka umar menjawab, “Aku akan melihat kakiku, sehingga aku bisa mengetahui,apakah aku pijakkan di atas duri, ataukah di tempat yang aman.”. inilah hakikat takwa, dengan selalumelihat setiap perbuatan kita, apakah termasuk perbuatan yang diridhai Allah, ataukah sebaliknya?Apabila termasuk perbuatan yang dibenci Allah, maka wajib bagi kita untuk meninggalkannya. Jangansampai Allah melihat kita berada dalam keadaan yang tidak Dia sukai. Oleh karena itu, marilah kita selalu berusaha agar berada dalam keadaan yang diridhai-Nya. Allahsenang apabila kita termasuk orang-orang yang menjaga shalat, taat kepada aturan-Nya, berbaktikepada kedua orang tua, dan tekun menuntut ilmu. Marilah kita selalu berusaha untuk meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah Ta’ala. jangan mendatangi kemaksiatan, tinggalkan perbuatan zina,mencuri, dusta, ghibah, dan namimah. Dan yang paling besar dari itu semua, yaitu meninggalkan perbuatan syirik; suatu perbuatan dan pelaku kemaksiatan yang paling dibenci oleh Allah Ta’ala.karena Allah tidak ridha disekutukan. Allah hanya ridha, apabila hamba-hamba-Nya beriman dan bertauhid kepada-Nya. Maka, marilah kita menjadi hamba-Nya yang beriman dan bertauhid kepada- Nya. Allah sangat senang apabila kita menjadi orang-orang yang melaksanakan sunnah-sunnah Nabi-Nya.Oleh karena itu, marilah kita jauhkan diri dari perbuatan bid’ah, tinggalkan setiap larangan Allah.adapun ketaatan terhadap perintah-perintah-Nya akan menjadi penyebab kebahagiaan kita di dunia danakhirat. Allah berfirman,
ٍِجَفَِ رََُّفْا َّإِوٍََِفَِ رَاَبَْْا َّإِ
.
“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuhkenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” (QS. Al-Infithor: 14)
Al-Abrar (orang yang banyak berbuat kebaikan), ia akan selalu dalam kenikmatan yang diberikan Allahdi dunia maupun di akhirat. Adapun kaum fajir (orang yang banyak berbuat kejahatan), maka merekaakan selalu berada dalam kesengsaraan di dunia dan akhirat.Ibnul-Qoyyim rahimahullah berkata, “Barangsiapa menyangka bahwa Allah akan menyamakan antaraorang-orang yang berbuat taat dengan orang-orang yang maksiat, maka sesungguhnya ia telah berperasangka buruk terhadap Allah subhanahu wata’ala. Allah berfirman, “
Patutkah Kamimenganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertaqwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat. (QS. Shad: 28)
Apakah Allah akan menyamakan kedudukan orang yang taat dengan ahlul maksiat? Tentu tidak!Barangsiapa beriman dan bertakwa, maka ia akan mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan. Adapunorang-orang yang suka bermaksiat, maka ia akan mendapatkan kesusahan dan kesempitan. Allah berfirman yang artinya,
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnyabaginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalamkeadaan buta". Berkatalah ia:"Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaanbuta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat" Allah berfirman,"Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu(pula) pada hari inipun kamudilupakan". (QS. 20: 124-126).
Barangsiapa berpaling dari peringatan Allah dan kataatan kepada Allah ta’ala, berpaling dari ilmu yang bermanfaat, maka ia seperti orang yang buta. Dan ia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalamkeadaan buta. Waiyyadzu billah. Adapun orang yang beriman kepada Allah, maka keadaannya sebagaimana disebutkan dalam firman- Nya, yang artinya,
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuandalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).
Orang-orang yang akan dekat dengan Allah Ta’ala. mereka akan mendapatkan kebahagiaan di duniadan akhirat. Sebagian salaf berkata, “Sesungguhnya ad ataman penuh kebahagiaan di dunia ini.