Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jun 2011 Posted by Umarabduh in Jun 30

Jun 2011 Posted by Umarabduh in Jun 30

Ratings: (0)|Views: 3,671|Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Sep 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/29/2012

pdf

text

original

 
Jun
 
2011
Posted by umarabduh in Jun 30,2011
 
KASUS AMBON JANUARI 1999
Majalah Panji Masyarakat No. 48 Tahun II, 17 Maret 1999Wawancara Khas
Des AlwiORANG KRISTEN MENGAKU MEREKA YANG MULAI
 Kerusuhan yang terjadi di Ambon kini kian kompleks. Berawal dari ulah preman,kemudian berkembang menjadi perang terbuka antara Islam dan Kristen. ABRI dituntut lebih tegas bertindak dan tidak pandang bulu.
Entah sampai kapan Ambon masih harus tetap
nangise
. Tanda-tanda damai belum jugatampak. Lihat saja, sehari setelah tim khusus yang terdiri atas 19 perwira ABRI asalMaluku dipimpin Mayjen TNI Suaedi Marasabessy tiba di sana, Minggu lalu (7 Maret), bom kembali mengguncang. Warga kota Ambon pun dibuat panik. Tampaknya para perusuh tak gentar dengan datangnya para perwira yang dikirim ke sana itu. Atau,mungkin memang para perusuh sengaja ingin menguji kemampuan ABRI.
 
Menurut
Des Alwi
, pengiriman 19 perwira ABRI asal Maluku ke Ambon untuk menghentikan pertikaian, secara psikologis sudah merupakan satu kesalahan. Anggotatim pencari fakta (TPF) kasus Ambon ini mempertanyakan kenapa tidak dikirim pasukanyang datangnya dari Bali atau daerah mana saja yang netral.
“Kan ada tentara atau polisi yang Kristen. Soalnya akan jadi lain. Mestinya yang memegang teguh janjinya. Jangan pandang bulu. Susah kalau aparat yang asli sana. Harusnya aparat dari luar (Ambon),”
ucapnya.
 
Sejak ditunjuk Presiden Habibie untuk menjadi anggota TPF kasus Ambon, Om Des– demikian panggilan akrab pria kelahiran Banda 71 tahun lalu ini—sering terbang ke sana bersama anggota tim lain seperti Mayjen (Purn.) Yos Mustika dan Balkan Kaplale.Mereka berkeliling ke tempat-tempat yang dilanda kerusuhan dan melakukan dialogdengan berbagai tokoh Islam dan Kristen, para ketua adat, dan lain-lain.
“Mereka sebenarnya sudah mau damai. Tapi entah kenapa tiba-tiba ada saja yang memulai lagi. Persoalannya memang sudah kompleks. Kalau awalnya hanya ulah preman, sekarang  sudah menjadi perang terbuka antara Islam dan Kristen,”
ujarnya.Senin lalu (8 Maret), di kantornya di Jl. Narada No. 36, Tanah Tinggi Jakarta, tokoh yangselama ini dikenal sebagai pembuat film-film dokumenter itu menerima Redaktur KhususPanji
Laode Ida
untuk wawancara khusus. Sebelumnya, ia juga sempat memutarkanrekaman video hasil kunjungannya beberapa kali ke Ambon sambil sesekali menjelaskanapa yang sudah direkamnya itu. Berikut petikannya.
Bagaimana hasil temuan TPF mengenai kerusuhan di Ambon yang hingga kinimasih bergejolak?
Peristiwa Ambon memang mencekam dan bergolak. Terus terang saya juga agak  bingung. Saya diminta Presiden Habibie untuk menjadi salah seorang anggota tim pencarifakta. Saya menerima tugas itu. Kerja tim ini sekarang sudah selesai. Kita sudah memberilaporan dan merekomendasikan untuk minta tambah pasukan dan helikopter ke sana.

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Talut Hadi Jaya liked this
M Adam Arsyad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->