Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH STUDI FILSAFAT

MAKALAH STUDI FILSAFAT

Ratings: (0)|Views: 1,135|Likes:
Published by arie_chan_1
banyak ilmu yang dapat kita kembangan termasuk ilmu filsafat .
banyak ilmu yang dapat kita kembangan termasuk ilmu filsafat .

More info:

Published by: arie_chan_1 on Sep 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2014

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
Latar BelakangPerkembangan ilmu pengetahuan tidak pernah terlepas dari sejarah peradabanmanusia. Ia selalu terkait satu sama lainnya. Tidak terkecuali sejarah filsafat ilmu.Filsafat itu sendiri telah muncul sejak ribuan tahun yang lalu di mana akalmanusia masih dihadapkan pada ruang dinamika pemikiran yang sederhana danpermasalahan yang tidak begitu komplek seperti saat ini. Latar belakangperkembangan ilmu dimulai sejak zaman purba.Zaman purba pra sejarah (20.000-10.000 SM) sudah mulai terjadi proses belajar.Hal ini ditandai dengan pemanfaatan batu sebagai alat perkakas yang digunakanpada waktu itu. Melalui proses belajar berangsur-angsur terjadi pemanfaatan daribatu empuk menjadi keras, batu yang dipungut begitu saja menjadi batu yangsengaja untuk dibentuk, menemukan kekuatan alam api dan air, membuat gambar-gambar binatang di gua-gua, dan menguburkan sesamanya yang meninggal.Kemudian pada zaman sejarah (15.000-600 SM) proses belajar ditandai daripengembangan kemampuan membaca, menulis dan berhitung meskipun masihsangat sederhana.Sejarah ilmu pengetahuan mencatat bahwa perkembangan awal yangsignifikan dalam ilmu pengetahuan dimulai sejak zaman Yunani Kuno (kuranglebih 600 SM
 – 
200 M). Di mana periode ini ditandai oleh pergeseran gugusanpemikiran (
 paradigma shift 
) dari hal-hal yang berbau mistis ke yang logis. Darikepercayaan mistis yang irrasional terhadap fenomena alam menuju ke arahpenjelasan logis yang berdasar pada rasio. Zaman ini dinamakan zaman mulainyapenalaran yang selalu menyelidiki, ditandai dengan munculnya ahli filsafat sepertiAristoteles, Socrates, Thales, Archimedes, dan Aristharcus, bahwa menyelidikidan menjelaskan secara rasional yang digerakkan oleh motivasi estetis dengantujuan memberikan kepuasan batin kepada orang yang bersangkutan saja.Abad pertengahan (500 M- 1500 M) berkembangnya ilmu pengetahuan padaTimur Tengah dengan menterjemah karya-karya orang Yunani ke Bahasa Arab.Tokoh-tokohnya seperti Al-
Khawarizm → Aljabar, Omar Khayan → penyair,Ibnu Rusyd → kedokteran, dan Al Idrisi → Astronomi. Kemudian pada tahun
1300 M dipelajari oleh bangsa-bangsa Eropa. Pada abad ini perkembangankebudayaan juga terjadi di Asia Selatan dan Timur, seperti Ajaran
 Lao Tse
 (menjaga keharmonisan dengan alam) dan
Confucius
(konsep kode etik luhurmangatur akal sehat). Di Indonesia perkembangan dapat dilihat dari munculnyakerajaan-kerajaan, pengairan persawahan, kesenian, meramal dan nelayan.Zaman modern ditandai munculnya ahli-ahli filsafat dan ilmuwan. Ahli filsafattersebut, seperti Copernicus, Galileo, Keppler, Francis Bacon, dan Rene
 
2
Descartes, sedangkan ilmuwan diantaranya Newton (tori gravitasi, perhitungankalkulus dan Optika) dan Wilhelm Konrad Rontgen (Sinar X). Zaman inidipengaruhi oleh terjadinya perang salib, jatuhnya konstantinopel ke tangan Turkidan hubungan kerajaan Arab di Jazirah Spanyol dan Prancis.B.
 
Rumusan MasalahBerpikir berarti menyusun silogisme dengan tujuan mendapat kesimpulan yangtepat dengan menghilangkan setiap kontradiksi. Secara epistemologis kegiatanberpikir ilmiah melingkupi suatu rantai berpikir logis yang merupakan pengkajianbaik deduktif maupun induktif. Berpikir logis maksudnya dapat menggunakankemampuan akal budinya secara dialektif, intuitif, taksonomi atau simbolik. Ilmutidaklah netral atau bebas nilai atau objektif. Ilmu hakikatnya selalu terkait denganberbagai kepentingan, nilai dan lainnya, baik pada tataran ontologi, epistemologimaupun aksiologinya.a.
 
Ilmuwan terangsang imajinasi untuk menemukan dan mengembangkanpenemuan asal.b.
 
melihat segala sesuatu dengan perhatian dan minat, kemudian berarti pulaberpikir tentang segala sesuatu yang menyadarinya.c.
 
namun dapat diambil satu benang merah bahwa filsafat yaitu adanyaaktivitas manusia yang tidak dapat diamati. Sehingga muncullah filsafatilmu yang dilatarbelangi adanya penemuan ilmiah.C.
 
Tujuan dan FungsiMenurut Harold H. Titus, filsafat adalah suatu usaha memahami alam semesta,maknanya dan nilainya. Apabila tujuan ilmu adalah kontrol, dan tujuan seniadalah kreativitas, kesempurnaan, bentuk keindahan komunikasi dan ekspresi,maka tujuan filsafat adalah pengertian dan kebijaksanaan (understanding andwisdom).Bagi manusia, berfilsafat itu bererti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya,senetral-netralnya dengan perasaan tanggung jawab, yakni tanggung jawabterhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya, baik Tuhan, alam, atau punkebenaran.Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal, baik dalam ruanglingkupnya maupun dalam semangatnya. Studi filsafat harus membantu orang-orang untuk membangun keyakinan keagamaan atas dasar yang matang secaraintelektual. Filsafat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang, asalsaja kepercayaan tersebut tidak bergantung pada konsepsi prailmiah yang usang,yang sempit dan yang dogmatis. Urusan (concerns) utama agama ialah harmoni,pengaturan, ikatan, pengabdian, perdamaian, kejujuran, pembebasan, dan Tuhan.
 
3
BAB IIPEMBAHASAN
A.
 
 
Filsafat dan Ilmu Pengetahuan.Ilmu Sejarah telah dapat membuktikan tentang pengungkapan ilmiah manusiayang sangat menonjol di dunia adalah di zaman Yunani Kuno (abad IV dan VS.M). Bangsa Yunani ditakdirkan Allah sebagai manusia yang mempunyai akal jernih. Bagi mereka ilmu itu adalah suatu keterangan rasional tentang sebab-musabab dari segala sesuatu didunia ini. Dunia adalah kosmos yang teraturdengan aturan kausalitas yang bersifat rasional. Demikianlah tiga dasar yangmenguasai ilmu orang Yunani pada waktu itu, yaitu: Kosmos, Kausalitas danRasional.Pada hakikatnya kelahiran cara berfikir ilmiah itu merupakan suatu revolusi besardalam dunia ilmu pengetahuan, karena sebelum itu manusia lebih banyak berpikirmenurut gagasan-gagasan magi dan mitologi yang bersifat gaib dan tidak rasional.Dengan berilmu dan berfilsafat manusia ingin mencari hakikat kebenaran daripadasegala sesuatu Dalam berkelana mencari pengetahuan dan kebenaran itu menusia
 pada akhirnya tiba pada kebenaran yang absolut atau yang mutlak yaitu „CausaPrima‟ daripada segala yang ada yaitu Allah Maha Pencipta, Maha Besar, dan
 mengetahui.Oleh karena itu kita setuju apabila disebutkan bahwa manusia itu adalah mahluk pencari kebenaran. Di dalam mencari kebenaran itu manusia selalu bertanya.Dalam kenyataannya makin banyak manusia makin banyaklah pertanyaan yangtimbul. Manusia ingin mengetahui perihal sangkanparannya, asal mula dantujuannya, perihal kebebasannya dan kemungkinan-kemungkinannya. Dengansikap yang demikian itu manusia sudah menghasilkan pengetahuan yang luassekali yang secara sistematis dan metodis telah dikelompokan kedalam berbagaidisiplin keilmuwan. Namun demikian karena kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi, maka sejumlah besar pertanyaan tetap relevan dan aktual seperti yangmuncul pada ribuan tahun yang lalu, yang tidak terjawab oleh Ilmu pengetahuanseperti antara lain: tentang asal mula dan tujuan manusia, tentang hidup dan mati,tentang hakikat manusia sebagainya.Ketidakmampuan Ilmu pengetahuan dalam menjawab sejumlah pertanyaan itu,maka Filasafat tempat menampung dan mengelolahnya. Filsafat adalah ilmu yangtanpa batas, tidak hanya menyelidiki salah satu bagian dari kenyataan saja, tetapisegala apa yang menarik perhatian manusia.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
arie_chan_1 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->