Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 13 Fitnah Politik Gus Dur Melecehkan Ummat Islam Maluku

Bab 13 Fitnah Politik Gus Dur Melecehkan Ummat Islam Maluku

Ratings: (0)|Views: 333 |Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Sep 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

 
Bab 13 Fitnah Politik Gus Dur Melecehkan Ummat Islam Maluku (1)13-01 Kebijakan Pemerintahan Gus Dur13-02 Penyelesaian Lewat Jalur Hukum dan Politik 13-03 Muslim Dibantai, Gus Dur Tak Berpihak 13-04 Ambon Berdarah dan Anak EmasBab 13-01 Kebijakan Pemerintahan Gus DurSejak terjadinya gerakan reformasi di Indonesia, telah jatuh 2 Pemerintahan yaitu Orde Baru dibawah rezim Soeharto dan Pemerin-tahan transisi di bawah BJ. Habibie. Terbentuklah kiniPemerintahan baru di bawah Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur melalui prosesPemilihan Umum pada Juni 1999. Karena itu Pemerintahan ini dipandang lebih kuat denganlegitimasi yang diakui semua pihak termasuk manca negara.Bila 2 pemerintahan yang lalu sangat disibukkan oleh berbagai perma-salahan perekonomian,politik dan keamanan yang mengancam kesela-matan bangsa dan negara tidak mampu diatasidengan baik karena legitimasinya. Kini Pemerintahan Gus Dur telah berhasil mengatasaiberbagai gejolak tersebut walau hasilnya belum memadai, tetapi kete-nangan di bidang politik dan kemananan telah tampak sedangkan di bidang perekonomian telah tampak adanya peluangmembaik.Karena itu diharapkan adanya perhatian yang sungguh-sungguh dari Gus Dur untuk menangani kasus Ambon/Maluku,terutama menyangkut bagaimana konflik fisik yangberkepanjangan ini dapat dihentikan, hukum dapat di tegakkan serta akibat berat yangmenimpa kedua belah pihak yang berperang dapat diatasi secara bertahap menurut cara yangbenar dalam pengertian kerugian ummat Islam sebagai pihak yang di dzalimi harusmendapatkan perhatian khusus karena besarnya permasalahan yang ditimbulkan merupakanbekas mereka.Langkah-langkah yang telah ditempuh oleh Presiden dirasakan belum memadai, bahkansebaliknya merugikan ummat Islam.1) Penunjukkan wakil Presiden Mega Wati unutk menangani kasus Ambon yang kemudianmenunjuk lagi Prof. Dr Selo Sumardji sebagai penasehat Wapres untuk kasus Ambon. UmmatIslam pesimis akan mendapatkan perlakuan yang adil dengan penyelesaian yang tuntas.Megawati Sukarno Putri yang ketua umum DPP PDI.P dua periode tidak populer dikalanganummat Islam sebab penabatannya sebagai Ina Ratu (Ibu Raja) oleh DPP PDI.P Malukuberdampak membesar-besarkan peranan megawati terhadap PDI.P Maluku padahal PDI.PMaluku bukan ex PNI tetapi mereka ex Parkindo dan ex Partai Katolik yang pribadi-pribadinya berperang dengan ummat Islam.2) Kedatangan Presiden Gus Dur dengan Wapres Megawati bersama para menteri danrombongan besar pada tanggal 12 Desember 1999 ke Ambon untuk menyelesaikan kasus
 
Ambon/Maluku ternyata mengeluarkan pernyataan yang sangat mengagetkan ummat Islamyaitu menyerahkan penyelesaian konflik kepada masyarakat Ambon/Maluku sendiri,Pemerintah Pusat hanya akan memberikan dorongan. Kerusuhan yang tidak kunjung berhasildiatasi selama 1 tahun ini oleh masyarakat Ambon/Maluku, kini justru diserahkan kembaliuntuk diselesaikan sendiri. Presiden seperti tidak berminat mengatasi konflik yang berlatarbelakang agama ini. Apakah Presiden tak punya keberanian untuk menjatuhkan vonis bersalahkepada pihak Kristen yang nyata-nyata mendzalimi ummat Islam?3) Aktivitas langkah-langkah F.PDI.P dan DPR RI ketika secara khusus ke Ambon untuk mencarikan model solusi sebagai saran kepada Wapres jelas berbau kepentingan PDI-P.Sedangkan mereka tidak pernah menghubungi pihak Islam selama di Ambon. DikhawatirkanWapres akan mendapat informasi keliru yang merugikan pihak Islam yang akhirnyakebijaksanaan Wapres sebagai yang diberi tugas khusus oleh Presiden akan menentukankebijaksa-naan yang jauh dari harapan ummat Islam.4) Pernyataan Gus Dur setelah kembali dari kunjungan dari beberapa negara Eropadiantaranya ke Negeri Belanda menyatakan bahwa RMS seperti yang kita kenal sudah tidak ada, yang RMS sekarang adalah organisasi Kemanusian, karena itu bantuan mereka untuk Maluku akan kita terima. Pernyataan ini sekali lagi telah mengaburkan duduk permasalahanRMS yang dalam kerusuhan Ambon ini telah berperan aktif sebagai otak dan penggerak kerusuhan justru diselamatkan oleh Gus Dur. Pernyataan itu, sadar ataupun tidak, telahmendukung aktifitas pihak Krisrten dan sekali lagi ummat Islam dikecewakan.5) Telah turun ke Ambon panitia kerja DPR (Parja DPR) untuk Maluku ternyata sampai saatini belum mengeluarkan sesuatu pendapat.6) KPP HAM yang sengaja dibentuk untuk mencari penyelesaian yang di pimpin BambangSuharto yang telah bekerja di lapangan cukup lama dan pasti menemukan penyebab dan siapayang bersalah ternya-ta belum membuat suatu laporan yang transparan untuk diketahuimasyarakat. Pihak yang bersalah terkesan dilindungi, hal seperti ini justru akan mempersulitpenyelesaian.7) Pangdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Max Tamaela yang telah empat kali diberitakan positif akan diganti ternyata pada kali terakhir yang sudah begitu santer tidak jadi dibatalkan bahkanyang tergeser Letjen TNI Suadi Ramabesi Kasum ABRI yang dalam penanganan kasusAmbon/Maluku ini telah memiliki konsep yang arahnya membong-kar RMS yang terlibat.Penggantian ini oleh ummat Islam dikaitkan dengan pernyataan Gus Dur bahwa RMS sudahtidak ada lagi serta peran Megawati sebagai pemegang proyek Maluku yang meminta agar tidak ada pergantian pejabat di Maluku. Sampai hari ini tidak jelas arah penanganan kasus Maluku,tetap pada pendapat bahwa yang terjadi ini adalah konflik horisontal tidak melibatkan RMS.Pendapat seperti itu terlihat tidak ada upaya untuk mengejar RMS sebagai organisasi yang
 
mengendalikan kerusuhan. Kerusuhan ini musta-hil berjalan tanpa direncanakan dandilaksanakan oleh suatu organisasi apapun namanya. Akibat kebijaksanaan seperti itu tidak tampak kelanjutan dari segala upaya yang telah dilakukan oleh Gus Dur.Bab 13-02 Penyelesaian Lewat Jalur Hukum dan Politik Dalam situasi yang mulai tenang dicanangkan untuk dimulai proses rekonsiliasi yang bentuknyabelum jelas, apakah rekonsiliasi akan dilaku-kan dalam bentuk maaf-maafan, tanpa adanyasanksi yang jelas bagi pihak yang bersalah? Kalau demikian, jelas persoalannya belum selesai,kemungkinan terulang di waktu lain sangat besar, sebab permasalahan-nya terus ditutup-tutupisementara ada pihak yang diselamatkan. Karena itu ummat Islam memasalahkan bentuk rekonsiliasi seperti itu. Ummat Islam akan tetap menuntut Presiden Abdurrahman Wahiduntuk lebih adil tidak melindungi pihak Kristen dengan menggelar peradilan yang transparanuntuk membongkar keseluruhan permasalahan perang aga-ma ini sampai keakar-akarnya danmenindak para aktor intelektual dengan mereka yang terlibat agar bencana terhadap ummatIslam di waktu yang menjadi hilang.Sikap presiden Gus Dur dalam menangani konflik Maluku, kian lama semakin memprihatinkanummat Islam. Lebih-lebih setelah ia menge- mukakan pernyataan saat membuka seminar“Internasional untuk men-cari bentuk ideal negara Indonesia masa depan”di Istana Negaraselasa tanggal 28 - 3 - 2000. Diberitakan oleh harian Republika terbitan tanggal 29 - 3- 2000bahwa Gus Dur menyatakan bahwa di mata dia, konflik dan kerusuhan di Maluku berawal dariketidak adilan pemerintah sebe-lumnya (era Suharto) dalam memperlakukan ummat Kristen.Masa sepuluh tahun terakhir pemerintah lalu telah memberikan perlakuan istimewa sekaligusanak emas (golden boy) bagi masyarakat Islam di Maluku, mengakibatkan keseimbanganterganggu. Termasuk 38 jabatan penting di propinsi tersebut yang sebelumnya di bagi antaraMuslim dan kristen, kemudian diserahkan kepada Muslim semuanya, pihak Kristan merasasempat terganggu, ketika masyarakat Kristen memprotes, peme-rintah lokal dan pusatmemutuskan untuk melindas protes tersebut, Konflik menjadi begitu besar. Dan karena militanmuslim yang diperlaku-kan sebagai golden boy, maka menyerbulah mereka ke perkampunganKristen sehingga eskalasi pun terjadi antara militan kristen dan muslim.Pernyataan presiden yang begitu ngawur membuat ummat Islam amat prihatin, karena apayang disampaikan itu merupakan pemutar balikan fakta secara tidak bermoral, terutama olehmereka yang membi-sikkan ke kuping Gus Dur. Keadaan menjadi terbalik 180 derajad bilaummat Islam di anak emaskan, apalagi menyerang ke perkampungan Kristen. Mengapa GusDur berat sebelah dan bersikap diskriminatif, lebih percaya pada cerita pihak Kristen yangselalu berbohong secara terang-terangan? Gus Dur secara khusus telah ke Ambon untuk mengetahui kasus ini, wakil presiden telah ditunjuk untuk menangani kasus kerusuhan Ambon.Ada panja DPR dan KPP HAM juga telah datang ke Ambon. Mengapa informasi dari pihak Kristen lebih dipercaya ?

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
dianwangi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->