Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
1
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Tanah mempunyai partikel penyusunnya berupa pasir, debu, dan liat. Didalam tanah terdapat mineral, unsur hara, air, udara, dan banyak mikroorganismeyang hidup didalam tanah. Tanah mempunyai tingkatan kedalaman yang disebutdengan horizon. Setiap tingkatan tersebut berbeda-beda yang terkandungdidalamnya. Banyak keanekaragaman mikroorganisme dan hewan tanah baik yang bersifat merugikan maupun yang menguntungkan ( Subagyo1970).Dibuatnya laporan ini merupakan tugas akhir ilmu tanah yang berisi seluruhlaporan praktikum selama semester dua, antara lain :a)
 
Penetapan pH, EC/ DHL, dan Kebutuhan Kapurb)
 
Penetapan Alddc)
 
Penetapan C Organik d)
 
Penetapan N-Totale)
 
Penetapan P dengan Metode P-Brayf)
 
Penetapan KTK dan KBg)
 
Morfologi tanah.h)
 
Kurva pF dan Distribusi Ukuran PoriFungsi tanah secara fisik adalah sebagai tempat tumbuh danberkembangnya perakaran sebagai penopang tumbuh tegaknya tanaman danmenyuplai kebutuhan air dan hara ke akar tanaman. Fungsi tanah secara kimiawiadalah sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (baik berupa senyawaorganik maupun anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial, seperti: N, P, K,Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl). Fungsi tanah secara biologi sebagai habitatdari organisme tanah yang turut berpartisipasi aktif dalam penyediaan haratersebut dan zat-zat aditif bagi tanaman. Integritas dari ketiganya (fisik, kimiawi,dan biologi) secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman sayur-sayuran, tanaman hortikultura, tanaman obat-obatan, tanaman perkebunan, dantanaman kehutanan. Tanah merupakan tempat tumbuh tanaman, tubuh alam yang
 
2
berasal dari hancuran batuan dan bahan organik. Hal tersebut dapat dipelajari darisuatu penampang tegak atau profil tanahNilai pH tanah sesungguhnya dipengaruhi oleh sifat dan ciri tanah yangkompleks sekali. Namun, yang menonjol antara lain : kejenuhan basa, sifat misel(koloid) dan macam kation yang terjerap (Hakim,
dkk 
, 1986).Kisaran pH tanah dapat dibatasi pada dua ekstrim. Kisaran pH tanahmineral biasanya terdapat antara pH 3,5
 – 
10 atau lebih. Untuk tanah gambut pHtanah dapat kurang dari 3, sebaliknya tanah alkalis bisa menunjukan pH lebih dari11. Kemasaman tanah yang sangat rendah dapat ditingkatkan dengan menebarkankapur pertanian, sedangkan pH yang terlalu tinggi dapat diturunkan denganpenambahan sulfur. Sebelum pengapuran, pH tanah harus diketahui terlebihdahulu (Novizan, 2002).Pengaruh pH tanah yang utama bersifat hayati. Dimana pengaruh pHumumnya terbesar pada pertumbuhan tanaman adalah pengaruh pH terhadappersediaan hara. Persediaan atau kelarutan beberapa hara tanaman berkurangdengan peningkatan pH tanah (Foth, 1998)Kemasaman tanah (pH) dapat dikelompokkan sebagai berikut :(Arsyad,1989)pH < 4,5 (sangat masam) pH 6,6 - 7,5 (netral)pH 4,5 - 5,5 (masam) pH 7,6 - 8,5 (agak alkalis)pH 5,6 - 6,5 (agak masam) pH >8,5 (alkalis)Al-dd merupakan unsur yang sering dijumpai di dalam tanah dansangat menentukan kualitas tanah, karena ketersediaan unsur ini berpengaruhlangsung terhadap pertumbuhan tanaman dengan cara berinteraksi meracuniperakaran. Khususnya tanah masam yang erat hubungannya dengan persantaseion H
+
dan Al 3
+
yag dipertukarkan karena alumunium merupakan sumberkemasaman yang sangat penting. Dengan persentase Al-dd yang tinggi berartimenunjukkan tingginya tingkat kemasaman suatu jenis tanah. Semakin masamsuatu tanah berarti pH nya menurun sehingga ketersediaan unsur hara dalam tanahsemakin menurun karena kemampuan unsur Al untuk mengikat unsur P
 
3
membentuk Al-P yang tidak tersedia dan tidak dapat diserap oleh akar tanaman.Penetapan Al dapat dilakukan melalui uji tanah. Tanah banyak mengandung ion-ion (-) sehingga kation yang dapat dipertukarkan hanyalah kation yang menempelpada tanah diantaranya Ca
+
, Mg
+
, K
+
, Na
+
, dll. Penetapan Al-dd juga dapatdilakukan dengan metode titrasi. Pada praktikum kali ini titrasi dilakukan dengandengan menggunakan larutan NaOH 0,1 N, HCL 0,1 N, dan 10 ml NaF.Atmosfer terdiri dari 79 % nitrogen ( berdasarkan volume ) sebagai gaspadat N
2
yang tidak bereaksi dengan unsur-unsur lainnya yang menghasilkansuatu bentuk nitrogen yang dapat digunakan oleh sebagian besar tanaman.Peningkatan penyediaan nitrogen tanah untuk tanaman terdiri terutama darimeningkatnya jumlah pengikatan nitrogen secara biologis atau penambahannitrogen pupuk.Diantara berbagai macam unsur hara yang dibutuhkan tanaman nitrogenmerupakan salah satu diantara unsur hara makro tersebut yang sangat besarperanannya bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nitrogen memberikanpengaruh besar terhadap perkembangan pertumbuhan. Diantara tiga unsur yangbiasa mengandung pupuk buatan yaitu kalium, fosfat, dan nitrogen, rupanyanitrogen mempunyai efek paling menonjol.Nitrogen total adalah jumlah total kjeldahl nitrogen (nitrogen organik danberkurang), amonia, dan nitrat-nitrit. Hal ini dapat diturunkan dengan pemantauanuntuk nitrogen total kjeldahl (TKN), amonia dan nitrat-nitrit individual danmenambahkan komponen bersama-sama.Penetapan N-total tanaman dan beberapa bahan kompleks yangmengandung N sangat sulit. Bahan-bahan yang membantu perubahan N menjadiNH
4
adalah garam-garam, biasanya K
2
SO
4
yang bertujuan untuk meningkatkansuhu. Selain itu beberapa katalisator seperti selenium, air raksa atau tembagadigunakan untuk merangsang dan mempercepat oksidasi bahan organik.Nitrogen dalam tanah berasal dari bahan organik tanah, bahan organik halus, N tinggi, C/N rendah, bahan organik kasar, N rendah C/N tinggi. Bahanorganik merupakan sumber bahan N yang utama di dalam tanah. Selain N, bahanorganik mengandung unsur lain terutama C, P, S dan unsur mikro. Pengikatanoleh mikrorganisme dan N udara.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more