Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
493Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perdarahan Postpartum

Perdarahan Postpartum

Ratings:

4.89

(119)
|Views: 103,541|Likes:
Published by Taufik Abidin

More info:

Published by: Taufik Abidin on Oct 12, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/19/2013

pdf

text

original

 
BAB 3
PERDARAHAN POST PARTUM
BATASAN
Perdarahan post partum adalah perdarahan melebihi 500 ml yang terjadi setelah bayi lahir.Dalam persalinan sukar untuk menentukan jumlah darah secara akurat karena tercampurdengan air ketuban dan serapan pada pakaian atau kain alas. Oleh karena itu bila terdapatperdarahan lebih banyak dari normal, sudah dianjurkan untuk melakukan pengobatansebagai perdarahan postpartum.
 TUJUAN UMUM
Setelah menyelesaikan bab ini, peserta akan mampu mengidentifikasi dan menatalaksanaperdarahan post partum.
 TUJUAN KHUSUS
Untuk mencapai tujuan umum, peserta akan memiliki kemampuan untuk:
 
Mengidentifikasi tanda dan gejala serta mendiagnosis perdarahan post partum
 
Menatalaksana perdarahan post partum sesuai prosedur baku
 
Melakukan kompresi bimanual uterus
 
Melakukan kompresi aorta abdominal
 
Melakukan pemeriksaan laserasi jalan lahir/ robekan serviks
 
Melakukan penjahitan robekan serviks
 
Melakukan penglepasan plasenta secara manual
MASALAH
Perdarahan post partum dini yaitu perdarahan setelah bayi lahir dalam 24 jam pertamapersalinan dan perdarahan post partum lanjut yaitu perdarahan setelah 24 jam persalinan.Perdarahan post partum dapat disebabkan oleh atonia uteri, robekan jalan lahir, retensioplasenta, sisa plasenta dan kelainan pembekuan darah.
PENGELOLAAN UMUM
 
Selalu siapkan tindakan gawat darurat
 
Tata laksana persalinan kala III secara aktif 
 
Minta pertolongan pada petugas lain untuk membantu bila dimungkinkan
 
Lakukan penilaian cepat keadaan umum ibu meliputi kesadaran nadi, tekanan darah,pernafasan dan suhu
 
 Jika terdapat syok lakukan segera penanganan
 
Periksa kandung kemih, bila penuh kosongkan
 
Cari penyebab perdarahan dan lakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabperdarahan
Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar 
3-1
 
Tabel 2.1 Jenis uterotonika dan cara pemberiannya
JENIS DAN CARA OKSITOSIN ERGOMETRIN MISOPROSTOL
Dosis dan carapemberianIV : 20 IU dalam 1 llarutan garam fisiologis dengan tetesancepatIM : 10 IUIM atau IV (lambat) :0.2 mgOral atau rektal 400 µgdapat diulang sampai1200 µgDosis lanjutan IV : 20 IU dalam 1 llarutan garam fisio-logis dengan 40 tetes / menitUlangi 0.2 mg IMsetelah 15 menit400 µg 2-4 jam setelahdosis awalDosis maksimal perhariTidak lebih dari 3 llarutan dengan Oksi-tosinTotal 1 mg atau 5dosisTotal 1200 µg atau 3 dosisKontra Indikasi Pemberian IV secaracepat atau bolusPreeklampsia, vitiumcordis, hipertensiNyeri kontraksi Asma
DIAGNOSISGEJALA DAN TANDA TANDA DAN GEJALALAINDIAGNOSIS KERJA
Uterus tidak berkontraksidan lembek Perdarahansegera setelah anak lahirSyokBekukan darah pada serviksatau posis terlentang akanmenghambat aliran darah keluar
Atonia uteri
Darah segar yang mengalirsegera setelah bayi lahirUterus kontraksi dan kerasPlasenta lengkapPucatLemahMenggigil
Robekan jalan lahir
Plasenta belum lahir setelah30 menitPerdarahan segera (P3)Uterus berkontraksi dankerasTali pusat putus akibat traksiberlebihanInversio uteri akibat tarikanPerdarahan lanjutan
Retensio plasenta
Plasenta atau sebagianselaput (mengandungpembuluh darah) tidaklengkapPerdarahan segera (P3)Uterus berkontraksi tetapitinggi fundus tidak berkurang
 Tertinggalnya sebagianplasenta atau ketuban
Uterus tidak terabaLumen vagina terisi masaTampak tali pusat (bilaplasenta belum lahir)Neurogenik syokPucat dan limbung
Inversio uteri
3-2
Buku Acuan 
 
GEJALA DAN TANDA TANDA DAN GEJALALAINDIAGNOSIS KERJA
Sub-involusi uterusNyeri tekan perut bawahdan pada uterusPerdarahanLokhia mukopurulen danberbau AnemiaDemam
Endometristis atau sisa fragmen plasenta(terinfeksi atau tidak)Late postpartumhemorrhagePerdarahan postpartumsekunderPENGELOLAAN KHUSUS
ATONIA UTERI
 Atonia uteri terjadi bila miometrium tidak berkontraksi. Uterus menjadi lunak dan pembuluhdarah pada daerah bekas perlekatan plasenta terbuka lebar. Atonia merupakan penyebabtersering perdarahan postpartum; sekurang-kuranya 2/3 dari semua perdarahan postpartumdisebabkan oleh atonia uteri. Upaya penanganan perdarahan postpartum disebabkan atoniauteri, harus dimulai dengan mengenal ibu yang memiliki kondisi yang berisiko terjadinyaatonia uteri. Kondisi ini mencakup:1.
 
Hal-hal yang menyebabkan uterus meregang lebih dari kondisi normal seperti pada:
 
Polihidramnion
 
Kehamilan kembar
 
Makrosomi2.
 
Persalinan lama3.
 
Persalinan terlalu cepat4.
 
Persalinan dengan induksi atau akselerasi oksitosin5.
 
Infeksi intrapartum6.
 
Paritas tinggi Jika seorang wanita memiliki salah satu dari kondisi-kondisi yang berisiko ini, maka pentingbagi penolong persalinan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya atoni uteripostpartum. Meskipun demikian, 20% atoni uteri postpartum dapat terjadi pada ibu tanpafaktor-faktor risiko ini. Adalah penting bagi semua penolong persalinan untukmempersiapkan diri dalam melakukan penatalaksanaan awal terhadap masalah yangmungkin terjadi selama proses persalinan.Langkah berikutnya dalam upaya mencegah atonia uteri ialah melakukan
penanganankala tiga secara aktif 
, yaitu:1.
 
Menyuntikan Oksitosin
-
 
Memeriksa fundus uteri untuk memastikan kehamilan tunggal.
-
 
Menyuntikan Oksitosin 10 IU secara intramuskuler pada bagian luar paha kanan 1/3atas setelah melakukan aspirasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa ujung jarum tidak mengenai pembuluh darah.2.
 
Peregangan Tali Pusat Terkendali
Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar 
3-3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->