Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pokok Pokok Dan Analisis Konsep Pendidikan Muthahhari

Pokok Pokok Dan Analisis Konsep Pendidikan Muthahhari

Ratings: (0)|Views: 462|Likes:
Published by Ryan Royyan Rayen

More info:

Published by: Ryan Royyan Rayen on Sep 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/27/2012

pdf

text

original

 
35
POKOK-POKOK DAN ANALISISKONSEP PENDIDIKAN MUTHAHHARI
A. Fitrah: Dimensi Asasi Pendidikan Islam 
Dikarenakan manusia sebagai subjek dan objek pendidikan, sebagaimanatelah dibahas pada Bab III, maka pembahasan mengenai pendidikan Islam,khususnya dalam pemikiran Muthahhari, biasanya diawali dengan awalterciptanya manusia. Dari awal penciptaan manusia ini akan diperoleh sejumlahinformasi yang akan menjelaskan mengenai landasan utama pendidikan Islamyang sesungguhnya.Pembahasan pemikiran Muthahhari dalam masalah fitrah sebagai dimensiasasi pendidikan Islam ini lebih bernunsa filosofis. Beliau mengutarakan hal-halyang terkait dengan awal penciptaan manusia hingga dilahirkan ke dunia lalumembahas masalah mengenai: Manusia dan Pengetahuan. Pembahasan Manusiadan Pengetahuan ini adalah untuk mengetahui sifat dari fitrah manusia, danapakah pengetahuan yang didapat oleh manusia bersifat fitri ataukah murni hasildari pencarian manusia sendiri.Di dalam Al-Qur’an dan sunah Rasul, persoalan fitrah memperoleh perhatian yang sangat besar. Sebab, kedua sumber tersebut memiliki perspektif tersendiri tentang manusia ketika keduanya mengatakan bahwa manusiamempunyai fitrah. Dengan demikian, kita mesti mengkaji sejarah kosakata
 fitrah
dan maknanya, termasuk menjawab pertanyaan apakah di dalam diri manusia benar-benar terdapat masalah-masalah yang bersifat fitrah, ataukah tidak .
11
Murtadha Muthahhari,
 Al-Fithrah
(Teheran: Muassasah al-Bi'tsah, 1410 H), h.6—34.33
 
35
Menurut Muthahhari sendiri, bahwa pendidikan terkait erat dengan fitrah.Hal itu pun akan terlihat sama dalam pandangan al-Ghazâlî, yang menurutnya pondasi pendidikan manusia adalah pada nilai-nilai Ilahiyah, yang disebut oleh al-Ghazâlî sebagai
khulq
(sebagai persamaan istilah dari fitrah
 )
.
2
Di tengah-tengahkajian tentang fitrah/khulq ini nantinya akan muncul beberapa cabang, antara lainmasalah “pendidikan” dan “pengajaran”, suatu tema yang amat luas danmerentang panjang.Karena itu, jika manusia memang memiliki rangkaian hal-hal yang bersifat fitrah, maka kita mesti pula berbicara tentang masalah-masalah pendidikan dan pengajaran dalam perspektif persoalan-persoalan fitrah tadi.Bahkan, istilah “pendidikan” (
tarbiyah
atau
ta'dib
dalam terminologi Naquib Alatas
3
)
 
yang kita gunakan, disadari atau tidak, juga terbentuk atas asasfitrah tersebut. Sebab yang dimaksud dengan pendidikan ialah rekayasa dan usahauntuk menyempurnakan kecerdasan (
al-rusyd)
dan pertumbuhannya. Semua itudisandarkan pada sekumpulan sarana. Atau, jika kita gunakan istilah modern,semua itu membutuhkan sejumlah kekhususan yang mencukupi dalam dirimanusia, yang dimensi asasinya adalah fitrah.
4
Dari pendapat di atas, sangat jelas terlihat bahwa dimensi dasar  pembentukan manusia melalui pendidikan adalah terletak pada fitrah manusia.Fitrah manusialah yang selalu membawa manusia untuk selalu condong kepadakebenaran dan membenci kejahatan, sebagaimana juga sifat pendidikan yangmengajarkan manusia kepada pencapaian kebenaran dan mencegah kejahatan.
2
Jalaluddin Rahmat, et. al, “Kuliah-kuliah Tasawuf”, dalam Husein Shahab,
Tasawuf dalam Perspektif Mazhab Etika
, (Jakarta: Pustaka Hidayah, 2000), cet. Ke-1, h.42.
3
S.M. Naquib al-Attas,
The Concept of Educatinal in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education
(Kuala Lumpur: ABIM, 1980), h.60.
4
Murtadha Muthahhari,
al-Fitrah,
(Teheran: Muassasah al-Bi'tsah, 1410 H)
 ,
h. 6.33
 
35
Sebagaimana disebutkan dari tujuan pendidikan yang dikemukakan oleh al-Ghazali adalah mencetak 
insan kamil,
yaitu manusia yang memiliki akhlak muliadengan menanamkan nilai-nilai Ilahiyah sejak dini dalam diri manusia sehinggadalam mengarungi kehidupan ini memiliki pijakan yang kuat dalam menjalani perjalanannya dalam menuju kesempurnaan hakiki, yaitu kesempurnaan pada saat“bertemu” dengan Sang Pencipta.
 1. Pengertian Fitrah dari Segi Bahasa
Lafadz
 fithrah
, dengan berbagai derivatnya, banyak disebutkan dalam al-Qur’an, misalnya dalam ayat-ayat di bawah ini:
“Maka hadapkanlah wajahmu kepada Agama (Din) yang lurus, (tetaplahatas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, akan tetapikebanyakan manusia tidak mengetahuinya”
(QS. Ar-Rum: 30)
.
 Ibrahim berkata: ‘Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya, dan aku adalah termasuk orang-orang yang bersaksiakan hal itu”
(QS. Al-Anbiya: 56)
.
Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dan aku bukanlah termasuk dari orang-orang yang menyekutukannya”
(QS. Al-An'am: 79)
 Apabila langit terbelah”
(QS. Al-Infithar: 1)
 Langit (pun) menjadi pecah-belah pada hari itu karena Allah. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana”
(QS. Al-Muzammil: 18)Dalam kitab
Mufradat,
ar-Raghib al-Isfahani mengemukakan kosakata
 fathara
sebagaimana dijelaskan oleh Ibn Atsir. Yakni menunjukkan arti
33

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->