Analisis Topologi dan Populasi Penduduk Pemukiman Miskin Menggunakan Teknologi Remote Sensing
20 _____________________________________________________
Jurnal Sistem Informasi MTI-UI
,
Volume 6, Nomor 1, ISSN 1412-8896
ketidaksesuaian informasi jumlah penduduk miskin diIndonesia yang dapat mempengaruhi kebijakanpemerintah. Untuk mengatasinya, beberapa negaraseperti India, Filipina, dan Tanzania, telah melakukanpengembangan aplikasi untuk menganalisis topologi,morfologi dan estimasi jumlah populasi penduduk dipemukiman miskin dengan menggunakan indikatorberdasarkan teknologi RS dan SIG. Dengan sensorcitra satelit secara global dapat diperoleh gambaranobservasi yang konsisten untuk memperkirakan jumlah populasi penduduk miskin. Peta sebarankepadatan penduduk dan pemukiman miskin dapatmenjadi alat yang penting untuk penanggulangankemiskinan dan pengambilan kebijakan pemerintah.Oleh karena itu, metode untuk analisispemukiman penduduk masih diperlukan denganmenggunakan citra RS dengan resolusi tinggi untuk membangun dokumen pertumbuhan wilayahpemukiman secara interaktif. Untuk menilai danmengevaluasi pola pemukiman miskin perluperencanaan di tingkat berbeda dengan menggunakaninformasi sosial ekonomi. Untuk itu perlu pendekatanterintegrasi menggunakan citra satelit RS dan SIGyang diaplikasikan dengan data sosial-ekonomipemerintah untuk menyelesaikan beberapa isupemukiman penduduk miskin di Indonesia.
2.
Pemukiman Miskin
Kemiskinan merupakan dilema terbesar yangdihadapi penduduk di abad 21. Menurut perkiraansekitar 42% atau 2.6 miliar manusia akan hidupdalam kemiskinan [1]. Sebenarnya kontekskemiskinan tidak hanya diukur dari penghasilan(
income poverty
), tetapi juga kondisi rumah yangburuk dan kumuh, serta kekurangan bahan kebutuhanpokok, sehingga terkadang kemiskinan ‘memilikibanyak dimensi’. Bahkan jumlah penduduk danpemukiman miskin di Indonesia diperkirakan akanbertambah pada 2010. UN-HABITAT [4] menyatakansekitar 60% penduduk Indonesia tinggal dipemukiman miskin pada wilayah perkotaan.Pemukiman miskin adalah pemukiman padat dengankarakteristik penduduk mengalami kekurangan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan rumah [4]. Motivasimunculnya pemukiman miskin adalah ketersediaanlapangan pekerjaan, kemudahan lokasi pasar danpusat perbelanjaan untuk pemenuhan kebutuhanhidup, kedekatan dengan wilayah industri dankomersial, akses layanan publik, akses jaringantransportasi umum dan ketersediaan air.
Gambar 1.
Bentuk pemukiman miskin dan padat [5].
Sebagai data penelitian dengan menggunakanbentuk indikator spasial pada wilayah miskin yangdiekstraksi dari citra RS. Indikator spasial digunakanuntuk memahami heterogenitas wilayah pemukimanmiskin. Indikator tersebut digolongkan berdasarkankarakteristik tertentu seperti kepadatan
roof coverage
,sedikitnya jaringan jalan, dan bentuk pemukimanyang tidak teratur (lihat Gambar 1). Karakteristik lokasi-lokasi berkembangnya pemukiman miskinpada data spasial adalah sebagai berikut:1.
Pola tata ruang.Rencana pola tata ruang wilayah pembangunanlahan dan alokasi pemukiman yang kurang baik,tidak ada ruang terbuka dan jalan yangmenimbulkan kecenderungan bentuk dan ukuranyang tidak teratur. Sebaliknya alokasi perumahanyang teratur memiliki ruang terbuka yang lebihmenonjol.2.
Struktur rumah.Perumahan padat cenderung memiliki strukturukuran yang lebih kecil dan bersebelahan/ berhimpitan.3.
Batas rumah.Pemukiman rumah yang spontan tanpaperencanaan memiliki bentuk batasan poligonyang tidak teratur.4.
Cluster dan penyebaran pemukiman .Tanpa perencanaan yang jelas menyebabkanketidakseimbangan, tidak meratanya clusterpopulasi padat di satu sisi dan populasi yang jarang di sisi lainnya, tidak ada wilayah vegetasidan ruang wilayah publik yang cukup.5.
Bentuk
reflektance
atau radiasi.Umumnya wilayah pemukiman informalmemiliki bentuk radiasi yang berbeda karenadegradasi alam, ukuran bangunan dan sifatmaterial bangunan yang mudah rusak sehinggaterlihat lebih gelap.6.
Atribut lokasi.Biasanya pemukiman padat terletak di perkotaan,dekat wilayah komersial dan industri sebagaidaya tarik utama urbanisasi serta mencari tempattinggal yang dekat dengan tempat kerja. Selainitu, pemukiman ini sering ditemukan pada zonaberbahaya seperti sekitar aliran sungai, sepanjangrel kereta api, di bawah jembatan layang, dan