Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
39Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
sapo04-12

sapo04-12

Ratings:

4.75

(12)
|Views: 3,127 |Likes:
Published by api-3697419

More info:

Published by: api-3697419 on Oct 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

Lokakarya Nasional Sapi Potong 2004
66
PEMANFAATAN SUMBERDAYA PAKAN LOKAL UNTUK
PENGEMBANGAN USAHA SAPI POTONG
(Utilization of Local Feed Resources to Develop Beef Cattle)
DIDIEK EKO WAHYONO1 dan RULY HARDIANTO2
1Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan 67184
2Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur
ABSTRACT

Development of beef cattle in the future should be carried out through sustainable agribusiness approach. Beef cattle farming system should be modern and more professionally managed through application of technology innovation focusing on the aspect of business efficiency. It should also be supported by development of feed industry through optimal utilization of local specific feed material and integrated crops livestock system orientation. There is a huge potential of local feed material obtained from agricultural and plantation waste, but still low in its utilization for feed. However, agro-industrial by products has been commonly used for feed by livestock raisers except those of various cake types. Complete feed technology is one of technologies to utilize the agro-industrial waste for ruminants feed through certain physical and processing technique and supplementation. The process includes cutting the material into small pieces, drying, milling/crushing, mixing the fibers and the liquid or solid concentrate, and packing. Utilization of agricultural and plantation waste available locally in combination with agro-industrial waste seems to be a promising effort in development of economical feed industry.

Key words: Local material, by product, complete feed, beef cattle
ABSTRAK

Pengembangan sapi potong di masa mendatang perlu dilakukan melalui pendekatan agribisnis yang berkelanjutan. Usaha sapi potong dituntut lebih modern dan profesional dengan memanfaatkan inovasi teknologi yang menekankan aspek efisiensi usaha. Pengembangan usaha sapi potong tersebut harus didukung dengan pengembangan industri pakan melalui optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber bahan baku lokal spesifik lokasi dan berorientasi pada pola integrasi tanaman-ternak. Potensi bahan baku lokal berupa limbah pertanian dan perkebunan sangat besar, namun hanya sebagian kecil yang digunakan sebagai pakan. Masih banyak jenis limbah pertanian dan perkebunan yang belum dimanfaatkan. Produk samping atau by product agroindustri umumnya sudah dimanfaatkan oleh para peternak sebagai pakan tambahan, kecuali yang berupa bungkil-bungkilan. Teknologi pakan lengkap (complete feed) merupakan salah satu metoda/teknik pembuatan pakan yang digunakan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian/perkebunan dan limbah agroindustri melalui proses pengolahan dengan perlakuan fisik dan suplementasi untuk produksi pakan ternak ruminansia. Proses pengolahannya meliputi pemotongan untuk merubah ukuran partikel, pengeringan, penggilingan/penghancuran, pencampuran antara bahan serat dan konsentrat yang berupa padatan maupun cairan, serta pengemasan. Pemanfaatan limbah pertanian/perkebunan yang tersedia secara lokal di masing- masing wilayah, ditambah dengan penggunaan limbah agroindustri, merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan industri pakan yang murah.

Kata kunci: Bahan lokal, produk samping, pakan lengkap, sapi potong
PENDAHULUAN

Masih rapuhnya industri pakan di Indonesia, salah satunya disebabkan masih tingginya ketergantungan terhadap bahan baku impor. Kelemahan ini perlu diatasi melalui

upaya swasembada sapronak utamanya pakan. Kehancuran agribisnis perunggasan akibat masalah pakan pada saat krisis moneter jangan sampai terulang lagi dan menimpa industri ternak ruminansia. Kuncinya terletak pada aspek

bahan
baku
pakan,
sehingga
Lokakarya Nasional Sapi Potong 2004
67
pemecahannya
adalah
melalui

upaya swasembada pakan dan upaya memperbaiki mutu pakan yang bersumber dari bahan baku lokal.

Pengembangan sapi potong perlu mendapat perhatian serius mengingat permintaan daging tidak dapat dipenuhi di dalam negeri. Salah satu kendala yang sering dijumpai adalah rendahnya produktivitas ternak karena kualitas pakan rendah. Di lain pihak, potensi bahan baku pakan lokal seperti limbah pertanian dan perkebunan belum dimanfaatkan secara optimal, dan sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar, pupuk organik dan bahan baku industri. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan

pemanfaatan

limbah pertanian dan perkebunan sebagai pakan ternak dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas limbah pertanian dan perkebunan melalui teknologi fermentasi, suplementasi dan pembuatan pakan lengkap (complete feed).

Jenis limbah pertanian dan perkebunan yang potensial dilihat dari kualitasnya adalah jerami tanaman serelia. Sedangkan dilihat dari produksinya jerami padi, daun dan pucuk tebu menempati urutan pertama. Rendahnya kualitas jerami padi, daun dan pucuk tebu disebabkan oleh kadar selolusa dan lignin yang tinggi; sedangkan kandungan nutrisi, mineral esensial dan vitamin rendah. Perlakuan fisik dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas limbah pertanian dan perkebunan dengan cara memperluas permukaan pakan dan melunakkan tekstur

bahan.
Perlakuannya
meliputi
pemotongan
(choping),

penghancuran, penggilingan (grinding) dan pembuatan pelet. Perlakuan biologis adalah salah satu upaya meringankan kerja mikroba rumen. Pada perlakuan ini bahan serat mendapat aktivitas ensimatis oleh mikroba di luar rumen. Jenis mikroba yang dapat digunakan untuk jerami antara lain jamur dan ragi.

Diversifikasi pemanfaatan produk samping (by-product) yang sering dianggap sebagai limbah (waste) dari kegiatan agroindustri dan biomas yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan menjadi pakan telah mendorong perkembangan agribisnis ternak ruminansia secara integratif dalam suatu sistem produksi terpadu dengan pola pertanian dan perkebunan melalui daur ulang biomas yang ramah lingkungan atau dikenal \u201czero waste

production system\u201d.

Pengembangan subsektor agribisnis hulu seperti industri pakan merupakan salah satu pendukung dalam pengembangan sapi potong yang secara langsung akan membantu memecahkan permasalahan para peternak dalam hal sapronak. Kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak peternak yang memberikan

pakan
seadanya

tanpa memperhatikan persyaratan kualitas, kuantitas dan efisiensi pemberiannya. Akibatnya, produktivitas ternak tidak optimal, bahkan banyak diantara para peternak yang mengalami kerugian akibat pakan yang tidak memadai.

Disamping pengaruhnya yang besar terhadap produktivitas ternak, pakan juga merupakan biaya produksi yang cukup besar dalam usaha ternak. Dengan demikian, memproduksi pakan tidak hanya dituntut kelayakan dari aspek kualitas dan kecukupan nutrisi, tetapi juga bagaimana memproduksi pakan yang ekonomis, murah dan terjangkau oleh kemampuan para peternak.

MATERI DAN METODE

Pakan lengkap dibuat dari bahan bahan limbah pertanian dan perkebunan sebagai sumber seratnya seperti kulit kacang tanah, jerami kedelai, tongkol jagung, pucuk tebu, dll. Ditambah limbah agroindustri sebagai sumber energi yaitu pollard, dedak padi, tapioka, tetes, onggok, dll. Bahan bahan sumber protein seperti bungkil kopra, bungkil sawit, bungkil minyak biji kapuk/randu, kulit kopi, kulit coklat dan urea. Dilengkapi dengan bahan sumber mineral seperti garam dapur, zeolit, tepung tulang, mineral mix, dll.

Bahan baku
Beberapa pengertian tentang bahan baku
pakan
1. Sumber serat adalah bahan-bahan yang
memiliki kandungan serat kasar (SK)
\u226518%, contohnya limbah pertanian, kulit
biji polong-polongan dll.

2. Sumber energi adalah bahan-bahan yang memiliki kadar protein kurang dari 20% dan serat kasar kurang dari 18% atau dinding selnya kurang dari 35%, contohnya

Lokakarya Nasional Sapi Potong 2004
68
biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan,
umbi-umbian dan limbah sisa penggilingan.

3. Sumber protein adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan protein kasar\u2265 20% baik bahan yang berasal dari tumbuh- tumbuhan seperti bungkil, bekatul maupun yang berasal dari hewan seperti silase ikan.

4. Sumber mineral adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi, misalnya garam dapur, kapur makan, tepung ikan, grit kulit bekicot, grit kulit kerang dan grit kulit ikan.

5. Sumber vitamin adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan vitamin cukup tinggi, misalnya makanan berbutir dan umbi- umbian.

6. Pakan tambahan adalah bahan-bahan tertentu yang ditambahkan ke dalam ransum, seperti obat-obatan, anti biotika, hormon, air, dan zat pengharum.

Dalam
pembuatan
pakan

lengkap diperhitungkan kandungan nutrisi dari masing- masing bahan penyusun dan tingkat kebutuhan nutrisi dari ternak yang diberi pakan. Komposisi nutrisi untuk sapi penggemukan akan berbeda dengan pembibitan. Sebagai

acuan dalam memformulasikan bahan pakan dari limbah pertanian dan perkebunan dan agroindustri adalah imbangan serat kasar dan protein. Quality control yang paling aktual dan terpercaya adalah laboratorium biologis dengan ternak di test farm. Sedangkan uji bahan dilakukan secara fisik maupun kimiawi dan laboratorium secara analisa proximate.

Formulasi

Komposisi nutrisi complete feed untuk keperluan penggemukan dan pembibitan berbeda, terutama pada kandungan protein kasar dan energi. Untuk pakan penggemukan, kandungan protein kasar dan energinya lebih tinggi

dibandingkan
untuk
pembibitan.
Komposisi
nutrisi
tersebut

disesuaikan kebutuhan masing-masing ternak dan juga pertimbangan harga. Harga pakan untuk pembibitan harus lebih murah dari pakan untuk penggemukan, karena usaha pembibitan waktunya lebih lama sehingga kalau biaya pakannya mahal, maka kurang ekonomis. Komposisi nutrisi Complete Feed untuk penggemukan dan pembibitan dicantumkan pada Tabel 4.

Tabel 1. Contoh jenis-jenis bahan baku pakan dari limbah pertanian dan perkebunan dan limbah agroindustri
Kelompok bahan
Nama bahan baku
Limbah pertanian dan perkebunan
Pucuk tebu
Kulit kedele
Daun tebu
Kulit kopi
Jerami Kedele
Kulit kacang tanah
Kulit kedele
Jerami kacangtanah
Janggel jagung
Kulit coklat
Klobot jagung

Kulit nenas
Kulit singkong
Jerami padi

Limbah agroindustri
Ampas tebu
Ampas kecap
Onggok
Wheat polard
Tumpi jagung
Empok jagung
Dedak padi
Tetes tebu
Bungkil klenteng
Tepung terigu afkir
Bungkil sawit
Ampas tahu
Bungkil kopra
Ampas pabrik roti
Bungkil kacang tanah
Ampas bir

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Akhmad Marsudi added this note
bagus... sy senang membaca artikel ini...
Yulianto Nugroho liked this
Baradjak liked this
zuraida_19837045 liked this
peterpah liked this
zuraida_19837045 liked this
Look-man GeBe liked this
soelistyo1 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->