Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ekologi

ekologi

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 2,607 |Likes:
Published by anon-695418

More info:

Published by: anon-695418 on Oct 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
 
Lomba Karya Tulis Nasional (LKTN)
 
"PERTAMBANGAN DAN RESIKO BENCANA"
 
Tema utama II :
 Pertambangan dan peredaman risiko bencana serta keberlanjutan kehidupan
Tema pilihan 3:
 Pengelolaan kekayaan tambang dan atau energi fosil dalam meningkatkan kualitashidup masyarakat dan menjaga kelestarian alam guna peredaman risiko bencana
KATEGORI UMUM
DEKORPORATOKRASI DAN SWAKELOLA SUMBER DAYA TAMBANGDEMI KEBERLANJUTAN HIDUP MANUSIA DAN EKOLOGI
Oleh: 
Yusuf Wibisono, S.TP.
Alumnus Laboratorium Energi dan Elektrifikasi Pertanian IPB,Staf Pengajar Universitas Brawijaya
Alamat:Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi PertanianUniversitas Brawijaya MalangJl. Veteran No. 1 MalangTelp/Faks 0341-571708HP. 0813 1604 0251Email: yewebis@yahoo.com atauy_wibisono@brawijaya.ac.id
JATAM – WALHI – DREAM – POKJA PA-PSDA
JAKARTA
 
 
DEKORPORATOKRASI DAN SWAKELOLA SUMBER DAYA TAMBANGDEMI KEBERLANJUTAN HIDUP MANUSIA DAN EKOLOGI
Oleh:
Yusuf Wibisono, S.TP.
 
 Alumnus Laboratorium Energi dan Elektrifikasi Pertanian IPB,Staf Pengajar Universitas Brawijaya
Thaksin Shinawatra, Perdana Menteri Thailand, didesak mundur dari kursikekuasaannya oleh para demonstran—(hanya) gara-gara menjual perusahaantelekomunikasi (milik keluarga sendiri!) Shin Corporation kepadaperusahaan asing Temasek Holdings, yang notabene adalah perusahaan daritetangga seberang pintu, Singapura. Orang Thai marah dan tersinggungkarena Shin Corp sudah dianggap sebagai aset nasional. Di republik kita nangagah perkasa ini, banyak aset negara, milik swasta, maupun pribadi, yangdijual ke tangan asing (dengan harga murah!) dengan berbagai dalih yangpatriotik “demi kepentingan rakyat dan negara”
.
Yang sekarang sedanghangat diperjualbelikan dan seperti dirayakan sebagai “kemenangan” adalahkeunggulan bumi Indonesia dengan sebutan Blok Cepu dan perut bumiPapua yang dihamili oleh PT Freeport Indonesia, penguasaan (ataupenjualan?) pulau-pulau dan hutan belantara, laut dan udara Nusantara yangdulu pada tahun 1945 telah berhasil dikuasai kembali oleh anak negeri:
 Bumi, laut dan udara dengan segenap kandungan kekayaannya, dikuasaioleh negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.
Begitu kira-kirakredo semangat undang-undang aslinya. Dikuasai oleh negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Benarkah? Siapa jual, siapa untung, siapa rugi,siapa merampas, siapa kehilangan?
(Kompas, 19/3/2006)
 
Sebutlah sebait
solilokui
alias
senandika
yang ditelorkan Suka Hardjana dalamrubrik Asal Usul Kompas Minggu, yang keluar dari tsunami tanda tanya tentang apayang telah terjadi di negeri seribu pulau ini. Sebuah
 pangudarasa
yang dikatakanSuka Hardjana menjustifikasi kebenaran pepatah lama – lain lubuk lain ikannya, lainladang lain belalang. Kemudian diakhirinya dengan pertanyaan besar (ataupernyataan?). Apakah kredo para
 founding fathers
republik ini tidak lagi diwarisi olehpara anak cucunya? Apakah kredo itu telah tergadai pula?
Indonesia: Negara atau Paguyuban?
Itulah, pertanyaan yang lazim teracungkan atas berbagai kebijakan yang tidak bijak di republik ini. Ketika bangsa yang memiliki ikon
guyub rukun
, berubahmenjadi pelakon dalam kebrutalan, pertikaian, perselisihan, bentrokan massal danbaku bunuh. Sebuah lakon dalam pagelaran yang dimainkan dengan
wicara
dan
sabetan
yang luar biasa lihai oleh Ki Dalang Penjajah Asing, dengan wayang-wayangyang terlihat telanjang. Ada
kembul bojana
Senapati Kuda Laut yang telahmenyerahkan Kurusetra Cepu kepada Raja Raksasa Patra Exxon. Ada perang tandingantara para
 punggawa
dan para
kawula
yang mengakibatkan tewasnya 5 punggawa,disaksikan oleh
 Buto Emas
Freeport dengan terbahak-bahak. Sang Raja, Patih, Adipatiseluruhnya telah menjadi wayang-wayang yang hanya bisa
mobat-mabit 
kesana-kemari dimainkan Sang Dalang. Sebuah lakon
Goro-goro
yang teramat layak meraihAcademy Award.
1
 
Jadi, apakah Indonesia adalah sekedar pagelaran wayang? Kita harap tidak.Kalau begitu apakah Indonesia sebuah paguyuban? Menurut Kamus Besar BahasaIndonesia, paguyuban adalah perkumpulan yang didirikan orang-orang yang sepahamuntuk membina persatuan dan kerukunan diantara para anggotanya. Jika kita melihatadanya perangkat-perang perundang-undangan, struktur pemerintahan dan tata relasikewarganegaraan, sepertinya Indonesia bukan sekedar paguyuban. Lantas, apakahIndonesia adalah sebuah negara? Entah, jawabannya bisa bukan negara atau negarayang bukan-bukan.Roger H. Soltau menyatakan bahwa negara adalah
an agency or authoritymanaging or controlling these common affairs on behalf of and in the name of thecommunity
—dengan mengatasnamakan masyarakat, negara menjadi alat danwewenang dalam mengatur dan mengendalikan persoalan-persoalan bersama.Kemudian menyangkut fungsi negara, Charles E. Merriam menyebutkan setidaknyalima fungsi, 1) keamanan ekstern, 2) ketertiban intern, 3) keadilan, 4) kesejahteraanumum, dan 5) kebebasan.Lebih khusus dalam bidang perekonomian, Irawan (
 Republika, 29/3/2006 
)menyebutkan bahwa setidaknya ada tiga fungsi negara yang diketahui secara umumoleh para ekonom, yaitu fungsi alokatif, fungsi distributif, dan fungsi stabilitatif.Fungsi alokatif yaitu negara mengalokasikan anggarannya dengan tujuanmenyediakan secara memadai barang-barang publik kepada masyarakat. Barang-barang publik ini diserahkan kepada negara penyediaannya karena sangat dibutuhkanpublik. Fungsi distributif ditujukan untuk menolong kelompok-kelompok masyarakatyang terpaksa terpinggirkan dan termajinalisasi dalam interaksi ekonomi melaluimekanisme pasar. Sedangkan melalui fungsi stabilitatif, negara mencoba melakukantindakan-tindakan antisipasi terhadap instabilitas ekonomi. Maka, sebenarnya negaradapat dipandang sebagai asosiasi manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mengejar beberapa tujuan bersama. Dapat dikatakan bahwa tujuan terakhir setiapnegara ialah menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya (
bonum publicum
).Jadi, sebuah negarakah Indonesia? Sepertinya..., ya! Tujuan negara Republik Indonesia sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Dasar 1945 ialah:“Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenapbangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukankesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakanketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilansosial”. Jadi, sebuah isyarat
bonum publicum
?Akan tetapi, semua orang juga tahu, kini Indonesia menjadi negara miskin.Pendapatan kotor nasional (
GNP
) perkapitanya hanya sedikit lebih besar dariZimbabme, sebuah negara miskin di Afrika. Kekayaan Indonesia lebih banyak tergadai ke pihak asing, seperti minyak hampir 90% didominasi pihak asing. Emas diFreeport, Indosat, BCA, Danamon, sebagian Perkebunan, juga tergadai ke pihak asing. Utang negara luar biasa besar, lebih dari Rp 1.200-an triliun. Pertanyaannya,siapa yang harus menanggung beban utang yang demikian besar itu ? Tidak lain, tentusaja adalah rakyat Indonesia sendiri. Hal ini tampak pada pos penerimaan dalamAPBN dari sektor pajak yang mencapai sekitar 70 persen.Maka tampaknya, kebahagiaan itu masih sekedar isyarat. Survei Biro PusatStatistik (BPS) tahun 2005 menunjukkan penduduk Indonesia dengan pendapatan 120ribu/orang/bulan sebanyak 4,7 juta kepala keluarga/KK (16 juta jiwa), pendapatan 150ribu/orang/bulan sebanyak 10 juta KK (40 juta jiwa) dan pendapatan 175ribu/orang/bulan sebanyak 15,5 juta KK (62 juta jiwa). Sementara itu angkapengangguran pada Oktober 2005, masih menurut BPS sebanyak 11,6 juta jiwa.
2

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
azzahaya liked this
Sidik Purnama liked this
Firdaus Cahyadi liked this
Osy Rezty Fria added this note
no
hilariuskemit liked this
Sumi Umie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->