Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Internet Indonesia Dan Deliberative Democracy (Fitri Nofia)

Internet Indonesia Dan Deliberative Democracy (Fitri Nofia)

Ratings: (0)|Views: 197|Likes:
Published by Nofia Fitri Azriel

More info:

Published by: Nofia Fitri Azriel on Sep 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2014

pdf

text

original

 
Saatnya HackerMuda Merubah Dunia,KarenadiDada Kita ada GarudaSave the World, Hack the Planet, Free the Universe
1
Indonesia Open Technology for Open Society (IOTOS 2012)
InternetIndonesiadan
‘Deliberative Democracy’
Oleh:Nofia Fitri
“Thanks to the internet, government in the future will be more responsive, more eficient, and less bureaucratic.” 
(Margolis & Resnick)Kekuatan ide adalah ‘power’ untuk merubah bangsa, dan masa depan beradadipundakgenerasi muda. Tanpa adanya bimbingan dari generasi pendahulu,anak muda hanya akan menjadi kapal besar tanpa awak. Tanpa adanyadukungan dari segenap masyarakat, anak muda hanya akan menjadi kapal besar tanpa dermaga, tanpa adanya konstalasi yang mendukung, anak muda hanyaakan menjadi kapal besar tanpa angin.Melalui paper ini, atas namagenerasimuda Indonesiapenulismengurai ide tentang bentuk internet masa depan untukIndonesia.
Pendahuluan
Indonesia adalah bangsabesardengan semangat paling menyala dalammenegakkanprinsip-prinsip berdemokrasi. Alat-alat demokrasi beragam dimulaidari pemilihan umumdengan sistemmultipartai, pers bebas sampaimenjamurnya organisasi-organisasi sosial-politik,kelompok-kelompokpenekandan kepentingan,yang dalam prosesnyatidak terlepas dari semakinmeningkatnya peran ruang-ruangpublik.Ruang publikhari inisejatinya menjadiperdebatan dalam diskursus demokrasi ketika meniti hubungan antara rakyatdengan pemerintah. Diantara ruang-ruang publik yang efektif dalam penegakandemokrasi di kebanyakan negaraadalah media internet.
 
Saatnya HackerMuda Merubah Dunia,KarenadiDada Kita ada GarudaSave the World, Hack the Planet, Free the Universe
2
Indonesia Open Technology for Open Society (IOTOS 2012)
Internet dan PartisipasiPolitikMasyarakat
Jika perdebatan seputar fungsi internet dalam menstimulus partisipasi politikmasyarakat luas sudah sampai pada titik dimana partisipasi politik tersebut terusmeningkat secara statistik dan internet dianggap sebagai
‘a new mediaopolitical-communicationand technology’ 
(Price, 2010) misalnya,
‘a new tool of  democracyand political struggle’ 
(Danning, 2001) atau
‘a new public spherefor democracy’ 
(Gimmler, 2001) hingga
‘a strategic medium for socio-political transformation’ 
(Nugroho, 2008).Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana dengan kadar pencapaian daridemokrasi itu sendiri? Apakah partisipasi politik melalui media internet dimanarakyat menyalurkan aspirasi mereka bekerja efektif dalam membangun suatuperadaban masyarakat yang demokratis?Untuktujuanmenjawab pertanyaan-pertanyaantersebut perkenankanlahpenulismengurai argumentasi.
Internet: Ruang Aspirasi dan Akomodasi 
Dalam fenomena global, misalnya, pasca kontroversi wikleaks sebagai penutuptahun 2010, partisipasi politik global yang dianggap melibatkan banyak kalanganmencapai titik dimanadiskursusdemokrasi kembali menunjukkan taringnyadalam kasus organisasi whistleblower tersebut. Namun seberapa besar bentukpartisipasi politik global akhirnya dapat memberi iklim baru terhadap tatananpolitik dunia terpatahkan, karena para aktorpolitik (dari negara-negara terlibat)tidak melihat bentuk partisipasi melibatkanteknologihacking computer tersebutsebagai aspirasi rakyat yang harusnya diakomodasi(mempertimbangkan apa
 
Saatnya HackerMuda Merubah Dunia,KarenadiDada Kita ada GarudaSave the World, Hack the Planet, Free the Universe
3
Indonesia Open Technology for Open Society (IOTOS 2012)
yang menjadi keinginankomunitas global tentang suatu pemerintahan yangtransparan, kebebasan informasi dan internet, serta terbentuknya suatumasyarakat yang terbukaatau
‘open society’ 
) melainkan lebih kepadamenjadikannya sebagai alasan untuk menegok kembali undang-undangcyber.Dalam kasus Indonesia, salah satucontoh, baru-baru ini terjadiaksi-aksidefacement web.go.id dimana para pelaku meninggalkan pesan-pesan yangsebenarnyatidak lainadalah aspirasi mereka,namunsayangnyapersoalantersebut kemudianhanyamelulu dikaitkan dengan cyber criminal. Sementara itusetiap element yang terlibat didalamnyakelihatannya lupa bahwa aksi-aksihacking-politikjuga berangkat dari motiv si pelaku yang mencari ruang-ruangpublik sensitif untuk menyampaikan aspirasi mereka agar didengar.Satu point penting yangsayagaris bawahi dari kasus-kasus diatas, bahwainternethari inimemang telahberfungsi aktif dalam menstimulus partisipasipolitik masyarakat untuk menyampaikan aspirasi-aspirasimereka,namun belumdimaksimalkan fungsinya dalammengakomodasi aspirasi-aspirasi tersebut untukkemudian terealisasikankedepannya.
Kegagalan Demokrasi Representasi 
Pertimbangan lain adalah demokrasi representasi yang ‘gagal’ di tanah air dimana rakyat sudah kehilangan kepercayaan pada wakil-wakil mereka dilembagalegislatif yang seharusnya berfungsi menyuarakan aspirasi konstituen justru lebih efektif sebagai wakil-wakil golongan yang memiliki kepentingan-kepentingan diluar kebutuhan rakyat, melainkan kebutuhan kendaraan politikmereka (baca: partai politik).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->