Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
39Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Regresi 3 Final

Regresi 3 Final

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 4,676|Likes:
Published by api-3700955

More info:

Published by: api-3700955 on Oct 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/18/2014

pdf

text

original

ANALISIS STATISTIKA PADA PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
(Studi Kasus 1983-2001)
A. Latar Belakang

Sesuai yang tercakup dalam pasal 10 UU Bank Indonesia menyatakan bahwa Bank Indonesia mempunyai kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai sasaran akhir. Pemilihan sebagai sasaran akhir ini sejalan pula dengan kecenderungan perkembangan terakhir bank-bank sentral dunia dimana bank-bank sentral telah beralih lebih memfokuskan dirinya pada upaya pengendalian inflasi. Menurut Rechbini (2000) dan Nopirin (1998) ada beberapa dasar

yang mendasari yaitu: pertama; bukti-bukti lebih empiris menunjukkan bahwa dalam jangka panjang kebijakan moneter tidak dapat mempengaruhi variabel real, seperti pertumbuhan output ataupun tingkat pengangguran, kedua; pencapaian inflasi yang rendah merupakan prasyarat bagi tercapainya sasaran makro lainnya, ketiga; yang terpenting penetapan tingkat inflasi yang rendah sebagai tujuan akhir kebijakan moneter akan menjadi nominal anchor berbagai kegiatan ekonomi.

Menurut Rachbini (2000) menyatakan bahwa kebijakan moneter baru dapat dikatakan berhasil jika tujuan atau sasaran terakhir tercapai yaitu: pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi, tetapi kedua tujuan itu tidak saling berjalan sejajar dimana pencapaian sasaran tersebut mengandungtrade- off atau dikenal stabilitas ekonomi dimana jika pertumbuhan ekonomi pesat maka laju inflasi sangat tinggi dan sebaliknya jika laju inflasi rendah maka pertumbuhan ekonomi rendah. Oleh karena itu, perlu keseimbangan yang optimal antara laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Ditegaskan kembali bahwa dari sasaran akhir tersebut Bank Indonesia tidak boleh mengabaikan sasaran makro ekonomi lainnya. Seperti; pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja pada tingkat kapasitas yang penuh. Di samping itu, mengingat adanya trade off jangka pendek antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi, dengan kata lain, dalam menetapkan target inflasi Bank Indonesia sudah mempertimbangkan seberapa tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai dengan tingkat inflasi yang ditentukan.

Sasaran makro ekonomi tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang menjadi alat dalam menjalankan roda perekonomian, utamanya dalam fluktuasi dari inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Dari beberapa pengamatan dalam dunia perekonomian termasuk dalam kebijakan moneter memberikan indikasi bahwa faktor-faktor yang dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri diantaranya adalah banyaknya uang yang beredar, tingkat harga bahan makanan, tingkat harga ekspor, tingkat harga impor, dan angkatan kerja. Faktor \u2013faktor tersebut merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dapat memberikan respek terhadap pertumbuhan ekonomi.

B. Tujuan
Pada dasarnya dalam analisis ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui model pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan faktor-faktor apa yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama .
2. Mengetahui model pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terbaik dengan faktor-faktor apa
yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
C. Output
Output yang hendak di hasilkan dari penelitian ini antara lain:
1. Mendapatkan model pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan faktor-faktor apa yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama .
2. Mendapatkan model pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terbaik dengan faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
D. Teori Pendukung
Ploting the Data

Dalam mempalajari hubungan antara dua variabel atau lebih, secara logika step yang pertama yang harus dilakukan adalah plot titik-titik data dalam gambar graf (scatter plot). Dari scatter plot, dapat diperoleh indikasi penyebaran data menurut garis lurus atau kurva sebagai estimasi awal untuk menentukan model, apakah sesuai untuk menggunakan model regresi linear, polinomial, atau nonlinear.

Analisis Regresi Linear

Analisis regresi adalah suatu analisis dalam ilmu statistika yang digunakan untuk mengevaluasi pengaruh dari suatu variabel bebas (prediktor atau independen) terhadap variabel tak bebas (respon atau dependen). Model umum persamaan regresi adalah sebagai berikut:

0
1
1
2
2
3
3
...
n
n
i
Y
X
X
X
X
\ue000\ue000
\ue000
\ue000
\ue000
\ue001
\ue001
\ue000
\ue000
\ue000
\ue000 \ue000
\ue000

Dari model di atas, apabila hanya terdapat satu atau tunggal variabel prediktor disebut regresi linier sederhana dan apabila terdapat lebih dari satu variabel prediktor disebut regresi linier berganda.

Keterangan:
Y
: Variabel respon/tak bebas diberi simbol Y
X1, X2, X3,\u2026, Xn
: Variabel prediktor/bebas diberi simbol X
0
\ue001
: Intercept atau koefisien konstanta
1
2
3
, , ,...,n
\ue001\ue001 \ue001
\ue001
: Koefisien regresi variabel X
\ue003
: Residual atau error
Selain model di atas terdapat juga model regresi linear lainnya yang diperoleh dari transformasi
seperti dibawah ini:
Type of regression model quadratic
2
0
1 1
12
1
Y
X
X
\ue001 \ue001
\ue001
\ue003
\ue003 \ue000
\ue000
\ue000
Type of regression model cubic
2
3
0
1 1
12
1
13 1
Y
X
X
X
\ue001 \ue001
\ue001
\ue001
\ue003
\ue003\ue000
\ue000
\ue000
\ue000
Koefisien determinasi
\ue007Koefisien determinasi\ue000 \ue001
2
R
Koefisien determinasi
2
Radalah sebuah besaran yang mengukur ketepatan titik-titik data
hasil pengamatan pada garis regresi atau dapat juga dikatakan bahwa nilai koefisien
determinasi
2
Rmerupakan prosentase variabilitas dalam data yang mampu dijelaskan oleh
model regresi. Adapun rumusan untuk koefisien determinasi
2
R:
'
'
2
2
'
2
1
regression
p
total
SS
RSS
b X Y nY
R
YY nY
SS
CTSS
\ue001
\ue003
\ue003
\ue003 \ue001
\ue001
Dimana:
SSregression
: Sum squares regresi
SStotal
: Sum squares total
RSSp
: Korespondensi residual sum squares dengan parameter
CTSS
: Total koreksi sum squares
\ue007Koefisien determinasi adjusted\ue000 \ue001
2
a
R
Koefisien determinasi
2
a
Radalah sebuah besaran yang mengukur ketepatan titik-titik data
hasil pengamatan pada garis regresi atau dapat juga dikatakan bahwa nilai koefisien
determinasi
2
a
Rmerupakan prosentase variabilitas dalam data yang mampu dijelaskan oleh
model regresi dengan memperhatikan jumlah parameter dalam regresi, yaitu parameter
0
1
3
, , ,...,n
\ue001 \ue001 \ue001
\ue001. Adapun rumusan untuk koefisien determinasi
2
a
R:
\ue000
\ue001\ue000
\ue001
\ue000
\ue001 \ue000
\ue001
\ue000
\ue001
2
2
1
1
1 1
1
p
a
RSS
n p
n
R
R
CTSS n
n p
\ue001
\ue00b
\ue00e
\ue001
\ue003 \ue001
\ue003\ue001 \ue001\ue00c
\ue008
\ue001
\ue001
\ue00d
\ue00f
RSSp
: Residual of sum squares
CTSS
: Corrected total sum squares
n
: Jumlah pengamatan
P
: Jumlah parameter dalam model
Pemilihan Model Regresi Terbaik
(selecting the best regression equation/best subset model)
Berdasarkan teori yang diuraikan, dalam pemilihan model regresi yang terbaik (best subset
model) harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu:
1. Memiliki nilai koefisien determinasi
2
Ryang terbesar
2. Memiliki nilai Mean Square Residual (MSE) atau nilai variansi
2
S(merupakan nilai taksiran
untuk varians model
2
\ue004) yang terkecil
3. Memiliki nilai Cp yang mendekati jumlah parameter dalam modelnya
Selain metode best subset model di atas, cara lain untuk menyeleksi model yang terbaik dapat
dilakukan dengan menggunakan metode regression stepwise dan eleminasi backward regression
Pengujian residual untuk menguji asumsi
Sebelum melakukan analisis lebih lanjut dalam analisis regresi maka terlebih dahulu harus
memenuhi uji asumsi atau pengujian persyaratan analisis, yaitu IIDN (suatu variabel random
yang identik, independen dan mengikuti distribusi normal) atau
\ue000
\ue001
2
0,
IIDN
\ue003
\ue004
:

.
Adapun uraian mengenai pengujian asumsi persyaratan analisis regresi sebagai berikut:
1. Error atau residual berdistribusi normal:

\ue000
\ue001
2
0,
N
\ue003
\ue004
:

Asumsi persyaratan normalitas harus terpenuhi untuk mengetahui apakah residual/error dari data berdistribusi normal atau untuk mengetahui apakah data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Cara pengujian normalitas dapat dilakukan dengan:

\ue007Normal probability plot, pada plot penyebaran residual/error menyebar mendekati atau
mengikuti pola garis normal sehingga residual dapat diasumsikan berdistribusi normal.

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
corina_olivia liked this
Nurdia Osman liked this
Alma Hera liked this
ristiampem liked this
Rizan afringga liked this
Al Nahyan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->