Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Peraturan Perundang-undangan tentang Landas Kontinen Indonesia

Analisis Peraturan Perundang-undangan tentang Landas Kontinen Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,002 |Likes:
Published by Ratih Destarina

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: Ratih Destarina on Sep 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

 
 Analisis Peraturan Perundang-undangan tentang Landas Kontinen Indonesia
1
 
ANALISIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TENTANGLANDAS KONTINEN INDONESIAI.
 
PENDAHULUAN1.1.
 
LATAR BELAKANGAdanya potensi sumber daya alam kelautan yang berlimpah telah mendorong negara-negarapantai untuk memperluas garis batas yurisdiksinya sesuai dengan kesepakatan internasional yangberlaku. Salah satunya adalah klaim atas landas kontinen yang mana diketahui mengandungminyak dan bahan-bahan mineral berharga lainnya.Klaim atas landas kontinen pertama kali dideklarasikan oleh Amerika Serikat secara sepihak 
melalui Proklamasi Truman pada 28 September 1945 tentang “
Continental Shelf 
”. Klaim
tersebut segera diikuti oleh negara-negara lain dan merupakan awal lahirnya pengertian landaskontinen secara yuridis.Mempertimbangkan potensi konflik yang meluas akan klaim mengklaim wilayah lautbeserta potensi sumber daya alamnya maka diadakan Konferensi Hukum Laut PBB I di Jenewatahun 1958 yang menghasilkan kesepakatan yang dikenal dengan
United Nations Convention onthe Law of the Sea
(UNCLOS) atau lebih dikenal UNCLOS 1958, yang didalamnya jugamembahas tentang landas kontinen. Menindaklanjuti konvensi ini maka pada tahun 1960pemerintah Indonesia menetapkan Undang Undang Nomor 4 Prp Tahun 1960 tentang PerairanIndonesia dan lebih spesifik diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1973 tentang LandasKontinen Indonesia yang mengacu pada UNCLOS 1958.Ketentuan landas kontinen dalam UNCLOS 1958 yang lebih didasarkan pada kriteriaekploitasi teknis (
technical exploitability
) ternyata kurang memuaskan terutama bagi negara-negara yang sedang berkembang yang memiliki keterbatasan kemampuan dan teknologi dalampemanfaatannya sehingga ini menjadi pertimbanga kuat untuk meninjau kembali konvensi ini.PBB menyelenggarakan Konferensi Hukum Laut PBB II pada tahun 1960 sebagai usahauntuk membuat rumusan baru tentang landas kontinen yang dapat memuaskan semua pihak,namun usaha tersebut gagal dan konferensi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan barusebagai pengganti UNCLOS 1958.Rumusan tentang landas kontinen terselesaikan dalam Konferensi Hukum Laut PBB III diTeluk Montego Jamaica pada tahun 1982 yang dikenal UNCLOS 1982. Konferensi ini dihadirioleh 119 negara termasuk Indonesia telah diakui secara internasional dan berlaku efektif menggantikan ketentuan UNCLOS 1958.UNCLOS 1982 kemudian diratifikasi menjadi Undang-undang Nomor 17 tahun 1985.Namun disisi lain, Indonesia masih tetap memberlakukan Undang-undang No. 1 Tahun 1973sebagai dasar hukum yang mengatur tentang Landas Kontinen Indonesia, padahal dalamprakteknya tidak lagi mendasarkan pada undang-undang tersebut meskipun hingga saat ini masihbelum ada penggantinya. Oleh karena itu perlu untuk dilakukan peninjauan kembali danpenyesuaian terhadap Undang-undang tentang Landas Kontinen Indonesia sebagai implementasidan konsekuensi logis dari ratifikasi UNCLOS 1982 tersebut.Bab ini akan menjelaskan alasan pentingnya peninjauan kembali UU No. 1 Tahun 1973terutama ditinjau dari sisi aspek teknis.1.2.
 
MAKSUD DAN TUJUAN1.
 
Untuk melakukan analisis kesesuaian Undang-undang nasional tentang landas kontinen yangberlaku saat ini (UU No. 1 Tahun 1973) dengan hukum internasional (UNCLOS 1982) yangtelah diratifikasi melalui UU No. 17 Tahun 1985.
 
 Analisis Peraturan Perundang-undangan tentang Landas Kontinen Indonesia
2
 
2.
 
Sebagai rekomendasi teknis dan bahan pertimbangan apakah UU No. 1 Tahun 1973 hanyaperlu direvisi atau dirubah seluruhnya.1.3.
 
PERMASALAHANPermasalahan-permasalahan yang dikaji mencakup hal-hal sebagai berikut:1.
 
Keselarasan peraturan nasional tentang landas kontinen berdasarkan UU No. 1 tahun 1973yang masih berlandaskan pada UNCLOS 1958 dengan konvensi hukum laut UNCLOS 1982yang berlaku saat ini dan telah diratifikasi dengan UU No. 17 Tahun 1985.2.
 
Implementasi di lapangan melalui perjanjian dengan negara tetangga.3.
 
Kajian untuk melakukan perubahan dalam peraturan perundang-undangan nasional tentanglandas kontinen sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia.II.
 
KONSEPSI LANDAS KONTINENLandas kontinen dapat dianggap sebagai kelanjutan alamiah (
natural prolongation
) dariwilayah daratan. Landas kontinen di beberapa tempat menyimpan deposit minyak dan gas bumiserta berbagai sumber daya alam baik hayati maupun non-hayati. Sesuai kemampuan teknologisaat klaim landas kontinen mulai digagas, landas kontinen biasanya tidak terlalu dalam hanyasekitar 50 hingga 550 meter.Klaim Landas Kontinen pertama kali diproklamirkan oleh Presiden Amerika SerikatHarry S. Truman pada 28 September 1945. Tindakan Amerika Serikat ini bertujuan untuk mencadangkan kekayaan alam dasar laut dan tanah di bawahnya yang berbatasan dengan pantaiAmerika Serikat. Proklamasi Truman tersebut mengundang berbagai reaksi dari negara-negarapantai lain yang juga menuntut eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam laut di landaskontinen negaranya.Tidak adanya batasan yang jelas mengenai landas kontinen menyebabkan banyak negaramenuntut landas kontinen seluas-luasnya tanpa memperdulikan kepentingan negaratetangganya. Sehingga untuk menghindari terjadinya perselisihan maka diadakan KonferensiHukum Laut PBB yang menghasilkan kesepakatan yang dikenal dengan
United NationsConvention on the Law of the Sea
(UNCLOS).2.1.
 
DEFINISI LANDAS KONTINEN2.1.1.
 
Menurut Istilah GeologiTopografi dasar laut secara geologis dibagi menjadi
Continental Margin
(dasar laut yangmasih berhubungan dengan benua) dan
 Abyssal Plains
(dasar laut dalam yang bukanmerupakan bagian dari benua).
Continental margin
mencakup
continental shelf 
,
continentalrise
dan
continental slope
.
Continental shelf 
(dataran kontinen) merupakan wilayah dasar lautyang berbatasan dengan benua atau pulau-pulau yang turun ke bawah secara bertahap yangdiukur dari garis air rendah sampai kedalaman mencapai 130 meter (R.R. Churchil dalamHasibuan, 2002).Seiring perkembangan teknologi di bidang eksplorasi dasar laut, diketahui bahwa
continental shelf 
menyimpan deposit minyak dan gas bumi serta berbagai sumberdaya alamhayati. Hal tersebut melatarbelakangi klaim pemerintah Amerika Serikat atas
continental shelf 
 melalui proklamasi Truman tanggal 28 September 1945, yang kemudian diikuti oleh negara-negara lain dan menjadi permasalahan baru dalam bidang hukum laut. Klaim ini merupakanawal lahirnya pengertian landas kontinen secara yuridis (hukum).2.1.2.
 
Menurut Istilah Hukum
Continental shelf 
berdasarkan istilah hukum telah jauh berbeda dengan istilah yangsebenarnya secara geologis. Jika dalam istilah geologis
continental shelf 
diartikan secara fisik 
 
 Analisis Peraturan Perundang-undangan tentang Landas Kontinen Indonesia
3
 
sebagai kelanjutan alamiah dari daratan (
natural prolongation
), maka dalam istilah hukum
continental shelf 
adalah salah satu batas maritim dimana suatu negara pantai memiliki hak berdaulat untuk memanfaatkan sumberdaya alam di dasar lautnya. Istilah landas kontinenuntuk 
continental shelf 
dalam istilah hukum diberikan untuk membedakan
continental shelf 
 dalam pengertian geologis (dataran kontinen).Rejim hukum laut di Indonesia termasuk mengenai landas kontinen tunduk padaketentuan UNCLOS. Berikut adalah definisi landas kontinen menurut UNCLOS:
 
UNCLOS 1958Konvensi mengakui kedalaman negara pantai atas landas kontinen sampai kedalaman 200meter atau di luar batas itu sampai kedalaman air yang memungkinkan eksploitasi sumber-sumber alam dari daerah tersebut [pasal 1 dan 2].
 
UNCLOS 1982Landas kontinen meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya dari daerah di bawah permukaanlaut yang terletak di luar laut teritorial, sepanjang kelanjutan alamiah daratan hinggapinggiran luar tepian kontinen, atau hingga suatu jarak 200 mil laut dari garis pangkaldarimana lebar laut teritorial diukur, dalam hal pinggiran luar tepian kontinen tidak mencapai jarak tersebut [pasal 76].Dari definisi diatas, terlihat perbedaan signifikan dalam menentukan batas terluar landaskontinen antara UNCLOS 1958 dengan UNCLOS 1982, yaitu UNCLOS 1958 mendasarkanpada kedalaman 200 meter dan kemampuan eksploitasi, sedangkan UNCLOS 1982berdasarkan jarak 200 mil laut . Lebih lanjut akan dibahas di sub-bagian berikut.2.2.
 
DASAR HUKUM LANDAS KONTINEN2.2.1.
 
UNCLOS 1958Konferensi Hukum Laut PBB di Jenewa Tahun 1958 menghasilkan konvensi yangdikenal dengan UNCLOS 1958. Indonesia meratifikasi konvensi ini menjadi UU No. 1 Tahun1973. Berikut dikemukakan substansi dari konvensi yang terdiri atas 15 pasal ini sebagaianalisa mengapa konvensi ini perlu dilakukan penyesuaian dan kemudian digantikan denganUNCLOS 1982.Convention on the Continental Shelf Done at Geneva on 29 April 1958
 Article 1
 
For the purpose of these articles, the term “continental shelf” is used as
referringa)
 
to the seabed and subsoil of the submarine areas adjacent to the coast butoutside the area of the territorial sea, to a depth of 200 metres or, beyondthat limit, to where the depth of the superjacent waters admits of theexploitation of the natural resources of the said areas;b)
 
to the seabed and subsoil of similar submarine areas adjacent to the coastsof islands.
 Article 2
1.
 
The coastal State exercises over the continental shelf sovereign rights for thepurpose of exploring it and exploiting its natural resources.2.
 
The rights referred to in paragraph 1 of this article are exclusive in the sensethat if the coastal State does not explore the continental shelf or exploit itsnatural resources, no one may undertake these activities, or make a claim to

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aul Alul liked this
bpttc liked this
Hasty Wahyuni liked this
QciNk Achie liked this
Said Amin liked this
Dika Romadani liked this
Sidebang ParoPo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->