Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 6a APN 2007 RefMnl

Bab 6a APN 2007 RefMnl

Ratings:

4.42

(126)
|Views: 2,064 |Likes:
Published by api-3710806

More info:

Published by: api-3710806 on Oct 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

Bab 6
Kala Tiga dan Empat Persalinan
Pendahuluan

Kala tiga persalinan tiga disebut juga sebagai kala uri atau kala pengeluaran plasenta. Kala tiga dan empat persalinan merupakan kelanjutan dari kala satu (kala pembukaan) dan kala dua (kala pengeluaran bayi) persalinan. Dengan demikian, berbagai aspek yang akan dihadapi pada kala tiga dan empat, sangat berkaitan dengan apa yang telah dikerjakan pada tahap-tahap sebelumnya.

Tujuan

Bab ini akan menguraikan fisiologi kala tiga dan empat persalinan, pencegahan perdarahan pascapersalinan (terutama manajemen aktif kala tiga), pencegahan, identifikasi dan penanganan penyulit lainnya, dan rujukan optimal ke fasilitas kesehatan yang sesuai.

Setelah mempelajari bab ini, peserta diharapkan dapat:

1.Menjelaskan fisiologi kala tiga dan dan pemantauan kala empat persalinan.
2.Menjelaskan dan memperagakan manajemen aktif kala tiga.
3.Menjelaskan cara mengenali dan menatalaksana atonia uteri.

4. Menjelaskan cara mengenali dan menatalaksana perdarahan pascapersalinan dini
5.Menjelaskan tingkatan dan penatalaksanaan laserasi perineum.
6.Menjelaskan cara memantau dan memberi asuhan selama kala empat persalinan.
7. Menjelaskan cara mengenali dan menatalaksana penyulit lain selama kala tiga dan empat
persalinan
Batasan
Persalinan kala tiga dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan
selaput ketuban
Persalinan kala empat dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua jam setelah itu
6.1. Fisiologi Persalinan Kala Tiga

Pada kala tiga persalinan, otot uterus (miometrium) berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi. Penyusutan ukuran ini menyebabkan berkurangnya ukuran tempat perlekatan plasenta. Karena tempat perlekatan menjadi semakin kecil, sedangkan ukuran plasenta tidak berubah maka plasenta akan terlipat, menebal dan kemudian lepas dari dinding uterus. Setelah lepas, plasenta akan turun ke bagian bawah uterus atau ke dalam vagina.

Kala Tiga dan Empat Persalinan
123
Tanda-tanda lepasnya plasenta mencakup beberapa atau semua hal-hal di bawah ini:
\u2022Perubahan bentuk dan tinggi fundus. Setelah bayi lahir dan sebelum miometrium mulai

berkontraksi, uterus berbentuk bulat penuh dan tinggi fundus biasanya di bawah pusat. Setelah uterus berkontraksi dan plasenta terdorong ke bawah, uterus berbentuk segitiga atau seperti buah pear atau alpukat dan fundus berada di atas pusat (seringkali mengarah ke sisi kanan).

\u2022Tali pusat memanjang. Tali pusat terlihat menjulur keluar melalui vulva ( tanda Ahfeld )
\u2022Semburan darah mendadak dan singkat. Darah yang terkumpul dibelakang plasenta akan

membantu mendorong plasenta keluar dibantu oleh gaya gravitasi. Apabila kumpulan darah (retroplacental pooling) dalam ruang diantara dinding uterus dan permukaan dalam plasenta melebihi kapasitas tampungnya maka darah tersembur keluar dari tepi plasenta yang terlepas.

Ingat tiga tanda lepasnya plasenta:

1. Perubahan bentuk dan tinggi uterus
2. Tali pusat memanjang
3. Semburan darah mendadak dan singkat

6.2. Manajemen Aktif Kala Tiga

Tujuan manajemen aktif kala tiga adalah untuk menghasilkan kontraksi uterus yang lebih efektif sehingga dapat mempersingkat waktu, mencegah perdarahan dan mengurangi kehilangan darah kala tiga persalinan jika dibandingkan dengan penatalaksanaan fisiologis. Sebagian besar kasus kesakitan dan kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh perdarahan pascapersalinan dimana sebagian besar disebabkan oleh atonia uteri dan retensio plasenta yang sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan manajemen aktif kala tiga.

Penelitian Prevention of Postpartum Hemorrhage Intervention-2006 tentang praktik manajemen aktif kala tiga (Active Management of Third Stage of Labor/AMTSL) di 20 rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa hanya 30% rumah sakit melaksanakan hal tersebut. Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pratik manajemen aktif di tingkat pelayanan kesehatan primer (BPS atau Rumah Bersalin) di daerah intervensi APN (Kabupaten Kuningan dan Cirebon) dimana sekitar 70% melaksanakan manajemen aktif kala bagi ibu-ibu bersalin yang ditangani. Jika ingin menyelamatkan banyak ibu bersalin maka sudah sewajarnya jika manajemen aktif kala tiga tidak hanya dilatihkan tetapi juga di pratikkan dan menjadi standar asuhan persalinan.

Keuntungan-keuntungan manajemen aktif kala tiga:
\u2022
Persalinan kala tiga yang lebih singkat
\u2022
Mengurangi jumlah kehilangan darah
Asuhan Persalinan Normal
124
\u2022
Mengurangi kejadian retensio plasenta
Manajemen aktif kala tiga terdiri dari tiga langkah utama:
\u2022pemberian suntikan oksitosin dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir
\u2022
melakukan penegangan tali pusat terkendali
\u2022
masase fundus uteri
6.2.1. Pemberian suntikan Oksitosin
1.Serahkan bayi yang telah terbungkus kain pada ibu untuk diberi ASI
2. Letakkan kain bersih di atas perut ibu.
Alasan: Kain akan mencegah kontaminasi tangan penolong persalinan yang sudah memakai
sarung tangan dan mencegah kontaminasi oleh darah pada perut ibu.
3.Periksa uterus untuk memastikan tidak ada bayi yang lain. (Undiagnosed twin)

Alasan: Oksitosin menyebabkan uterus berkontraksi yang akan sangat menurunkan pasokan oksigen kepada bayi. Hati-hati jangan menekan kuat pada korpus uteri karena dapat terjadi kontraksi tetanik yang akan menyulitkan pengeluaran plasenta

4.Beritahu ibu bahwa ia akan disuntik.
5.Segera (dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir) suntikkan oksitosin 10 unit IM pada 1/3
bagian atas paha bagian luar (aspektus lateralis).

Alasan: Oksitosin merangsang fundus uteri untuk berkontraksi dengan kuat dan efektif sehingga dapat membantu pelepasan plasenta dan mengurangi kehilangan darah. Aspirasi sebelum penyuntikan akan mencegah penyuntikan oksitosin ke pembuluh darah.

Catatan: Jika oksitosin tidak tersedia, minta ibu untuk melakukan stimulasi puting susu atau

menganjurkan ibu untuk menyusukan dengan segera. Ini akan menyebabkan pelepasan oksitosin secara alamiah. Jika peraturan/program kesehatan memungkinan, dapat diberikan misoprostol 600 mcg (oral/sublingual) sebagai pengganti oksitosin.

6.2.2. Penegangan Tali pusat Terkendali
1. Berdiri di samping ibu.
2. Pindahkan klem (penjepit untuk memotong tali pusat saat kala dua) pada tali pusat sekitar 5-
20 cm dari vulva. Alasan: Memegang tali pusat lebih dekat ke vulva akan mencegah avulsi

3. Letakkan tangan yang lain pada abdomen ibu (beralaskan kain) tepat di atas simfisis pubis. Gunakan tangan ini untuk meraba kontraksi uterus dan menekan uterus pada saat melakukan penegangan pada tali pusat. Setelah terjadi kontraksi yang kuat, tegangkan tali pusat dengan satu tangan dan tangan yang lain (pada dinding abdomen) menekan uterus ke arah lumbal dan kepala ibu (dorso-kranial). Lakukan secara hati hati untuk mencegah terjadinya inversio uteri (Gambar 5-2)

4. Bila plasenta belum lepas, tunggu hingga uterus berkontraksi kembali (sekitar dua atau tiga
menit berselang) untuk mengulangi kembali penegangan tali pusat terkendali.
Kala Tiga dan Empat Persalinan
125

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Epi Anggria liked this
Rahman Pratama liked this
Triezna Eanthy liked this
Ovi Julianti liked this
bayu liked this
Rani Yuniarti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->