Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Kinerja Bank Syariah,bUDIMAN iNDRA jAYA, GUSTIAN

Analisis Kinerja Bank Syariah,bUDIMAN iNDRA jAYA, GUSTIAN

Ratings: (0)|Views: 11,570 |Likes:
Published by jaharuddin.hannover

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: jaharuddin.hannover on Sep 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
ANALISIS KINERJA BANK SYARIAH DITINJAU DARI PERSPEKTIF KEUANGANDAN PELANGGAN: STUDI KASUS BANK SYARIAH MANDIRI DANBANK MUAMALAT INDONESIAGustian Djuanda, Budiman Indrajaya, Ima Khatimah
1
ABSTRAKSI
Pengukuran kinerja dengan ukuran rasio keuangan yang digunakan sebagai indikator  pengukuran kinerja perusahaan saat ini hanya merupakan pendekatan akuntansi saja dan penggunaanbanyak mengandung kelemahan yaitu pengukuran tidak mencerminkan keadaan sebenarnya danlaporan dibuat untuk kepentingannya tanpa memperhatikan stakeholder lain, sehingga laporankeuangan direkayasa untuk mendapatkan rasio yang baik pada moment tertentu saja. Hal inimenyebabkan semakin banyak gugatan terhadap laporan keuangan khususnya bila dipakai sebagaiindikator pengukuran kinerja perusahaanTulisan ini mengungkap analisis kinerja bank syariah khususnya Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia ditinjau dari perspektif keuangan dan pelanggan. Ada 2 temuan yangdiungkap yakni kinerja perbankan syariah dari sudut kinerja keuangan, manajerial, serta menggali persepsi nasabah dan responnya terhadap pelayanan, dan infrastructure bank. Dari dua temuantersebut kemudian disusun rumusan strategi untuk pengembangan Bank Syariah Mandiri dan Bank  Muamalat Indonesia ke depan.Pencapaian kinerja Bank Muamalat Indonesia ditinjau dari aspek keuangan relatif lebih baik dibandingkan dengan aspek manajerial. Dengan nilai z 1.316 pada tahun 2006 dan 0.808 pada tahun2007 menempatkan posisi Bank Muamlat Indonesia dalam posisi 5 besar dalam urutan bank GoPublic di Indonesia, Sedangkan Bank Syariah Mandiri ditinjau dari aspek manajerial relatif lebih baik dibandingkan dengan aspek keuangan. Dengan nilai ANOVA sebesar 0.279 menandakan bahwasebagian besar harapan nasabah terhadap Bank Syariah Mandiri telah terpenuhi Dengan mengetahui kelemahan­kelemahan yang ada pada diri bank, bank tersebut bisamengambil keputusan untuk tindakan selanjutnya yang harus dilakukan dalam rangka memperkuat  posisi bank, baik itu dalam pengambilan keputusan keuangan, perbaikan manajerial.
Kata kunci; kinerja bank syariah, kinerja keuangan, dan kinerja pelanggan
1
Dosen Fakultas Ekonomi STEKPI, E­mail: gustian62@hotmail.com
 
1. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah
Pengukuran kinerja perusahaan penting dilakukan baik oleh manajemen, pemegang saham,pemerintah dan pihak lain yang berkepentingan dan terkait dengan distribusi kesejahteraan di antaramereka termasuk perbankan.
2
Pengukuran kinerja dengan ukuran rasio keuangan yang digunakan sebagai indikatorpengukuran kinerja perusahaan saat ini hanya merupakan pendekatan akuntansi saja dan penggunaanbanyak mengandung kelemahan yaitu pengukuran tidak mencerminkan keadaan sebenarnya danlaporan dibuat untuk kepentingannya tanpa memperhatikan stakeholder lain, sehingga laporan keuangandirekayasa untuk mendapatkan rasio yang baik pada moment tertentu saja. Hal ini menyebabkansemakin banyak gugatan terhadap laporan keuangan khususnya bila dipakai sebagai indikatorpengukuran kinerja perusahaan.
3
Pengukuran tingkat kesehatan bank oleh Bank Indonesia biasanya diukur dengan metode CAMELSyang berisikan langkah­ langkah yang dimulai dengan menghitung besarnya masing­ masing rasio padakomponen berikut :
C
: Capital (untuk rasio kecukupan modal bank)
A
: Assets (untuk rasio­ rasio kualitas aktiva)
M
: Management (untuk menilai kualitas manajemen)
E
: Earnings (untuk rasio­ rasio rentabilitas bank)
L
: Liquidity (untuk rasio­ rasio likuiditas bank)
S
: Sensitivity (untuk menilai sensitivitas terhadap risiko pasar).Secara sederhana dapat dikatakan bahwa bank yang sehat adalah bank yang dapat menjalankanfungsi­fungsinya dengan baik. Dengan kata lain, bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga danmemelihara kepercayaan masyarakat, dapat menjalankan fungsi intermediasi, dapat membantukelancaran lalu lintas pembayaran serta dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakanberbagai kebijakannya, terutama kebijakan moneter. Dengan menjalankan fungsi­fungsi tersebutdiharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat serta bermanfaat bagiperekonomian secara keseluruhan.
2
Nurmadi H.Sumarta dan Yogiyanto HM, Evaluasi Kinerja Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia dan Thailand (Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, September 2000 ) h. 1
3
Hendro Hartono, Mengenal Balance Scorecard sebagai Alat Penilaian Kinerja Perusahaan (Widya, Mei2007/No.260 Tahun XXIV)
 
Penilaian Kinerja sangat dibutuhkan sebagai pertanggungjawaban perusahaan kepadastakeholder termasuk Allah SWT. Hal ini sesuai petunjuknya yang dinyatakan dalam Surat an­Nisaa'ayat 58
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supayakamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik­baiknyakepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
4
Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak 
melulu
menyangkut urusan material dan hal­hal yangbersifat fisik. Kata­kata adalah amanah, menunaikan hak Allah adalah amanah,memperlakukan sesamainsan secara baik adalah amanah.Itu juga diperjelas dengan sabda Rasulullah saw.:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentangkepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentangmereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminyadan atas anak­anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hambaadalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.
” (Muttafaq‘Alaih)
5
Dalam sebuah Hadis lain yaitu Riwayat al Bukhari Rasulullah saw menyatakan:
“Tidaklah beriman seseorang yang tidak bisa memegang amanah; dan tidak pula beragamaseseorang yang tidak bisa memegang janji.”
(HR Ahmad)
6
Oleh karena itu semua institusi diminta pertanggungjawabannya dalam menjalankanaktivitasnya termasuk Bank Syari'ah yang menawarkan jasa atau produk syari'ah harus mendasarkankegiatannya pada Al­Qur'an dan al­Hadis.Pada saat ini perkembangan Lembaga Keuangan yang sangat pesat sebagian besar didominasioleh Bank yaitu 83,96% Aset Keuangan dalam Sistem Keuangan di Indonesia
7
. Bank Syari’ah sebagaibagian dari Lembaga Keuangan menjadi perhatian banyak negara di dunia seperti Amerika Serikat,Kanada Luxemburg, Swiss, Denmark, Afrika Selatan, Australia, India, Srilangka, Filipina, Siprus,
4
 Al­Qur'an Dan Terjemahannya
, Mujamma’ Kh
â
dim al Haramain asy Syar
 î 
fain al Malik Fahd li thib
â
'at al Mush­haf asy­Syar
 î 
f, Medinah Munawwarah P.O.Box 356
1,
1995.
5
Imam Bukhari, Shah
 î 
h al Bukh
â
r
 î 
, Hadits nomor 6605; dan Imam Muslim, Shah
 î 
h Muslim, Hadits nomor 3408,dalam Maus
û
’ah al Had
 î 
ts asy­Syar
 î 
f, Edisi Kedua, 1997.
6
Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad, Hadits nomor 11935, dalam Maus
û
’ah al Had
 î 
ts asy Syar
 î 
f, Edisi Kedua1997.
7
Masyhudi Ali, 2006, Manajemen Resiko, Edisi Pertama, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006, p.358

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Leonel Faez liked this
Zhaeliss Thyaraa liked this
Tri Hastutik liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->