/  11
 
 Yth. Redaktur Rubrik BudayaHarian Umum Republikadi Jakarta
Salam takzim,Untuk kerapian sebuah administrasi bagi Harian Umum yang berskalanasional, saya merasa perlu mengantarkan beberapa puisi saya dengan suratpengantar ini. Beberapa dari karya puisi saya sebelumnya (dua kali) ditolakredaksi (rubrik budaya HU Republika) dengan alasan yang cukup sayamaklumi (selalu). Untuk itu, bersama surat ini, saya sertakan perangkobalasan sebagai antisipasi penolakan yang ke-tiga kalinya --tentu dengankomentar sebagai motivasi.Demikianlah, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terimakasih.Bengkulu, 22 Februari 2001Penulis,Agus Triawan
__________________Biodata Singkat
Lahir dan dibesarkan dengan nama
Agus Triawan
pada tanggal
12Oktober 1976
di sebuah desa terpencil yang bernama
Lintik 
kecamatan Pesisir Tengah
Krui
Kabupaten
Lampung Barat (
Lampung).Namun, di dalam berkarya sering menggunakan nama
 AswanMurhaiyin
.
Sekolah sampai SMU di tanah kelahiran.Mulai menulis sejak tahun
1995.
Karya-karya berupa
puisi, cerpen dan esai
dimuat di
HUSemarak, HU Bengkulu Ekspres, SKM Benteng (Bengkulu) dan HU Trans Sumatra(Lampung).
Bersama
Sanggar Teater Bahtra
menerbitkan Antologi Puisi dan Cerpenberjudul
 Jingkrak 
(April 2000) dan sedang mempersiapkan antologi yang sama untuk edisiApril 2001. Sekarang masih tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Bahasa dan SastraIndonesia FKIP Universitas Bengkulu dan sebagai ketua Sanggar Teater Bahtra. Tinggal di Jalan Beringin Gang H. Ayub RT/RW 05/04 No. 10 H Kelurahan Padang Jati Bengkulu 38227
 phone:
(0736) 20277 e-Mail:
Rek. BNI Cabang Bengkulu No:223.000702610.901
 
SURAT BUAT SAHABAT
tentu kalian sehat, segar dan bugar, aku taumeski siang bekerja untuk kebutuhan keluargaatau sekedar duduk di pilarpilar tetanggamenjaring mimpi dengan kartu dominosambil mengharap kembang desa lewatdan sekedar melihat indah rambutnyaserta malam kadang mencuri ayam atau nangkaatau apa saja yang bisa dimakan menunggu pagimain gitar dan minum anggur sambil tertawatawalalu merasa seperti orang kotatapi tak apamumpung masih muda dan belum berkeluargaaku,aku malu menceritakan keadaanku di sini: sedikitpun tidak lebih baik dari kaliansedikitpun tidaktapi tak apa, tetap akan kuceritakandan lagi pula aku masih muda dan belum berkeluargaaku masih nganggur!sebab, ijazah sma yang dulu kubawa tak lagi lakukarena memang tidak berlakuapalagi sma di kampung, di dusun!ha,yang berlaku sekarang adalah ijazah
re-
formasidan
re-
formasi akan selalu bermakna lainpada kantor dan instansi yang laintapi jangan khawatir,aku sangat paham rahasia
re-
formasi yang sebenarnyao, ya, apa khabar pak guru Lekat, guru kita dulupasti sekarang rumahnya sudah permanenhasil tabungan gaji dan sisa panennya beberapa tahundan itupun kalau gaji tidak terus dipotongdan sawah tidak selalu kena hamabaik, tentang
re-
formasi tadisejujurnya ijazah ini sangat laris
 
untuk mendapatkan pekerjaanmengapa?tentu, karena dengan pemahaman yang samadengan manager personaliatidak lagi perlu kita membuat surat lamarandengan lampiran ijazah smaketerampilan mengetik misalnyaatau keterampilan mencangkul misalnyaatau keterampilan apa sajayang menyangkut keterampilan tangantidak perlucukup satu lembar ijazah
re-
formasidengan dua lembar map warna apa sajaselesai!bahkan bisa langsung kerjatapi sayang, aku dulu tidak disekolahkan bapakpada sekolah dengan ijazah
re-
formasi ituaku cuma disuruh sekolah sampai smadan diajar mengaji serta mensyukuri rahmat tuhanyang oleh guru ngaji dikatakanbahwa berbohong itu dosamenipu juga dosamencuri, juga dosatermasuk mengambil yang bukan milik kita juga dosadan hasilnya?aku nganggur dan menambah pusing pemerintahtapi aku lebih bangga jadi penganggurkarena menganggur tidak terlalu berdosadan tak apa, meski aku ingin berkeluargasampaikan salamku buatpak guru Lekat untuk segeramengajukan surat permohonan kepada atasanguna mendirikan sekolah yang berijazah
re-
formasi
lampung-bengkulu, feb. 1999 - november 2000SERAMBI MEKKAH, RIWAYATMU KINI
tak ada lagi yang perlu kau ceritakanaku telah mendengar apa yang hendak kau katakan

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...