Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
24799498-DEMENSIA

24799498-DEMENSIA

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by Stevany Nurifin

More info:

Published by: Stevany Nurifin on Sep 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2011

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Gangguan kesehatan pada golongan lansia terkait erat dengan proses degenerasi yangtidak dapat dihindari. Seluruh sistem, cepat atau lambat akan mengalami degenerasi. Manifestasiklinik, laboratorik dan radiologik bergantung pada organ dan/atau sistem yang terkena.Perubahan yang normal dalam bentuk dan fungsi otak yang sudah tua harus dibedakan dari perubahan yang disebabkan oleh penyakit yang secara abnormal mengintensifkan sejumlah proses penuaan. Salah satu manifestasi klinik yang khas adalah timbulnya demensia. Penyakitsemacam ini sering dicirikan sebagai pelemahan fungsi kognitif atau sebagai demensia.Memang, demensia dapat terjadi pada umur berapa saja, bergantung pada faktor penyebabnya,namun demikian demensia sering terjadi pada lansia.Demensia merupakan sindroma yang ditandai oleh berbagai gangguan fungsi kognitif tanpa gangguan kesadaran. Fungsi kognitif yang dapat dipengaruhi pada demensia adalahinteligensia umum, belajar dan ingatan, bahasa, memecahkan masalah, orientasi, persepsi, perhatian, konsentrasi, pertimbangan dan kemampuan sosial. Disamping itu, suatu diagnosisdemensia menurut
 Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders
edisi keempat (DSM-IV) mengharuskan bahwa gejala menyebabkan gangguan fungsi sosial atau pekerjaan yang beratdan merupakan suatu penurunan dari tingkat fungsi sebelumnya.Dari aspek medik, demensia merupakan masalah yang tak kalah rumitnya denganmasalah yang terdapat pada penyakit kronis lainnya (
 stroke
, diabetes mellitus, hipertensi,keganasan). Ilmu kedokteran dan kesehatan mengemban misi untuk meningkatkan kualitas hidupmanusia. Seseorang yang mengalami demensia pasti akan mengalami penurunan kualitas hidup.Keberadaannya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat menjadi beban bagi lingkungannya,tidak dapat mandiri lagi.Keberhasilan pembangunan kesehatan dalam upaya menurunkan angka kematian umumdan bayi, sangatlah membantu peningkatan umur harapan hidup (UHH). Pada tahun 2000 umur harapan hidup antara 65-70 tahun meningkat menjadi 9,37 persen dari tahun sebelumnya. Dalamistilah demografi, penduduk Indonesia sedang bergerak kearah struktur penduduk yang semakinmenua (
ageing population
). Peningkatan umur harapan hidup akan menambah jumlah lansia
1
 
yang akan berdampak pada pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakitdegeneratif atau neoplasma. Peningkatan ini juga akan menambah populasi penderita demensia.Menurut WHO, penduduk lansia dibagi atas; usia pertengahan (
middle age
) : 45-69tahun, usia lanjut (
elderly
) : 60-74 tahun, tua (
old 
) : 75-90 tahun, dan usia sangat tua (
very old 
) :lebih dari 90 tahun.Diantara orang Amerika yang berusia 65 tahun, kira-kira lima persen menderita demensia berat dan 15 persen menderita demensia ringan. Diantara yang berusia 80 tahun, kira-kira 20 persen menderita demensia berat. Dari semua pasien dengan demensia, 50 sampai 60 persenmenderita demensia Alzheimer, yang merupakan tipe demensia paling sering. Kira-kira lima persen dari semua orang yang mencapai usia 65 tahun menderita demensia Alzheimer,dibandingkan dengan 15 sampai 25 persen dari semua orang yang berusia 85 tahun atau lebih.Faktor risiko untuk perkembangan demensia tipe Alzheimer adalah wanita, mempunyai sanak saudara tingkat pertama dengan gangguan tersebut, dan mempunyai riwayat cedera kepala.Tipe demensia yang paling sering selain Alzheimer adalah demensia vaskular, yaitudemensia yang secara kausatif berhubungan dengan penyakit serebrovaskular. Demensiavaskular berjumlah 15-30 persen dari semua kasus demensia. Demensia vaskular paling seringditemukan pada orang yang berusia antara 60-70 tahun dan lebih sering pada laki-lakidibandingkan wanita. Hipertensi merupakan predisposisi seseorang terhadap penyakit.Pada tahun 1970 Tomlinson dkk, melalui penelitian klinis-patologik, mendapatkan bahwa bila demensia disebabkan oleh penyakit vaskular, hal ini biasanya terjadi karena adanya infark diotak, dan hal ini melahirkan konsep “demensia multi-infark”. Untuk menegakkan diagnosisdemensia juga dibutuhkan adanya gangguan memori sebagai suatu sarat. Hal ini dapatdibenarkan pada penyakit Alzheimer, karena gangguan memori merupakan gejala dini. Namun pada demensia vaskular sarat ini kurang tepat.
BAB II
2
 
TINJAUAN PUSTAKA
II.1.DEFINISIAda sejumlah definisi tentang demensia, tetapi semuanya harus mengandung tiga hal pokok, yaitu gangguan kognitif, gangguan tadi harus melibatkan berbagai aspek fungsi kognitif dan bukannya sekedar penjelasan defisit neuropsikologik, dan pada penderita tidak terdapatgangguan kesadaran, demikian pula delirium yang merupakan gambaran yang menonjol.Definisi lain mengenai demensia adalah hilangnya fungsi intelektual seperti daya ingat, pembelajaran, penalaran, pemecahan masalah, dan pemikiran abstrak, sedangkan fungsi vegetatif (diluar kemauan) masih tetap utuh.Di dalam
 Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders
edisi keempat (DSM-IV) demensia dicirikan oleh adanya defisit kognitif multipleks (termasuk gangguan memori)yang secara langsung disebabkan oleh gangguan kondisi medik secara umum, bahan-bahantertentu (obat, narkotika, toksin), atau berbagai faktor etiologi. Demensia dapat progresif, statik atau dapat pula mengalami remisi. Reversibilitas demensia merupakan fungsi patologi yangmendasarinya serta bergantung pula pada ketersediaan dan kecepatan terapi yang efektif.II.2.KLASIFIKASIDemensia berhubungan dengan beberapa jenis penyakit.a.Penyakit yang berhubungan dengan Sindrom Medik: Hal ini meliputihipotiroidisme, penyakit Cushing, defisiensi nutrisi, kompleks demensia AIDS,dan sebagainya.
b.
Penyakit yang berhubungan dengan Sindrom Neurologi: Kelompok ini meliputikorea Huntington, penyakit Schilder, dan proses demielinasi lainnya; penyakitCreutzfeldt-Jakob; tumor otak; trauma otak; infeksi otak dan meningeal; dansejenisnya.c.Penyakit dengan demensia sebagai satu-satunya tanda atau tanda yang mencolok:Penyakit Alzheimer dan penyakit Pick adalah termasuk dalam kategori ini.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->