Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pedomam keswa_lansia

pedomam keswa_lansia

Ratings: (0)|Views: 5|Likes:
Published by Stevany Nurifin

More info:

Published by: Stevany Nurifin on Sep 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2011

pdf

text

original

 
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan telah memiliki dua buah buku yangberkaitan dengan Usia Lanjut, sebagai pegangan/pedoman bagi petugas kesehatan.Dalam buku I yang memuat tentang
kebijakan program,
ditekankan bahwa usia lanjut merupakan figurtersendiri dalam kaitannya dengan sosial budaya bangsa, sedang dalam kehidupan nasional usia lanjutmerupakan sumber daya yang bemilai, sesuai dengan pengetahuan, pengalaman hidup dan kearifannya yangdapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu kehidupan masyarakat.Dalam buku II yang memuat tentang
materi pembinaan,
termasuk di dalamnya perihal masalah kesehatanfisik, sedikit mengenai kesehatan jiwa, gizi, kesegaran jasmani, keperawatan dan rehabilitasi sertapengobatan tradisional.Masalah kesehatan jiwa usia lanjut telah diuraikan, namun dirasakan kurang lengkap, untuk itulah DirektoratKesehatan Jiwa Masyarakat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat menyusun buku pedoman ini gunamelengkapi kedua buku tersebut dengan judul "Pedoman Pembinaan Kesehatan Jiwa Usia Lanjut bagiPetugas Kesehatan".
a. Antisipasi Peningkatan yang Pesat Jumlah Usia Lanjut.
Menurut perkiraan dari United State Bureau of Census 1993
,
populasi usia lanjut di Indonesiadiproyeksikan antara tahun 1990-2023
 
akan naik 414%, suatu angka tertinggi di seluruh dunia. danpada tahun 2020
 
Indonesia akan merupakan urutan ke 4 jumlah usia lanjut paling banyak sesudah Cina,India dan Amerika Serikat.Meningkatnya populasi usia lanjut menyebabkan kita perlu mengantisipasi meningkatnya jumlah pasienusia lanjut yang memerlukan bantuan dan perawatan medis. Dengan bertambahnya usia tidak dapatdihindari penurunan kondisi fisik, baik berupa berkurangnya kekuatan fisik yang menyebabkan individumenjadi cepat lelah maupun menurunnya kecepatan reaksi yang menyebabkan gerak-geriknya menjadilamban. Selain itu timbulnya penyakit yang biasanya juga tidak hanya satu macam tetapi multipel,menyebabkan usia lanjut memerlukan bantuan, perawatan dan obat-obatan untuk proses penyembuhanatau sekedar mempertahankan agar penyakitnya tidak bertambah parah.Dalam rangka melayani pasien usia lanjut dengan kondisi yang diuraikan di atas, peran petugaskesehatan menjadi sangat penting. Pelayanan yang melibatkan empati petugas tidak jarang menjadi lebihbesar sumbangannya dalam proses penyembuhan pasien usia lanjut, ketimbang sekedar mengandalkanbantuan medis saja.Untuk dapat membantu mencapai tujuan Pemerintah dalam mengupayakan kehidupan usia lanjut yangsehat, bahagia dan mandiri selama mungkin, diperlukan peranan yang lebih besar dari petugaskesehatan. Selain upaya kuratif dan rehabilitatif, upaya promosi dan prevensi saat ini juga merupakanbagian dari pekerjaan petugas kesehatan, khususnya ditujukan pada individu yang berada pada usiapertengahan (middle adult) agar mereka kelak mampu menjalani masa usia lanjut dengan sehat, bahagiadan mandiri selama mungkin.
b. Pengaruh Sosial Budaya
Sikap budaya terhadap warga usia lanjut mempunyai implikasi yang dalam terhadap kesejahteraanfisik maupun mental mereka. Pada masyarakat tradisional warga usia lanjut ditempatkan padakedudukan yang terhormat, sebagai Pinisepuh atau Ketua Adat dengan tugas sosial tertentu sesuaiadat istiadatnya, sehingga warga usia lanjut dalam masyarakat ini masih terus memperlihatkanperhatian dan partisipasinya dalam masalah-masalah kemasyarakatan. Hal ini secara tidak langsungberpengurah kondusif bagi pemeliharaan kesehatan fisik maupun mental mereka. Sebaliknyastruktur kehidupan masyarakat modern sulit memberikan peran fungsional pada warga usia lanjut,
 
posisi mereka bergeser kepada sekedar peran formal, kehilangan pengakuan akan kapasitas dankemandiriannya. Keadaan ini menyebabkan warga usia lanjut dalam masyarakat.modern menjadilebih rentan terhadap tema-tema kehilangan dalam perjalanan hidupnya.Era globalisasi membawa konsekuensi pergeseran budaya yang cepat dan terus-menerus, membuatnilai-nilai tradisional sulit beradaptasi. Warga usia lanjut yang hidup pada masa sekarang,seolah-olah dituntut untuk mampu hidup dalam dua dunia yakni : kebudayaan masa lalu yang telahmembentuk sebagian aspek dari kepribadian dan kekinian yang menuntut adaptasi perilaku.Keadaan ini merupakan ancaman bagi integritas egonya, dan potensial mencetuskan berbagaimasalah kejiwaan.
2. Ruang Lingkup Permasalahana. Kesehatan.
Pada umumnya disepakati bahwa kebugaran dan kesehatan mulai menurun pada usia setengah baya.Penyakit-penyakit degeneratif mulai menampakkan diri pada usia ini. Namun demikian kenyataanmenunjukkan bahwa kebugaran dan kesehatan pada usia lanjut sangat bervariasi. Statistik menunjukkan bahwa usia lanjut yang sakit-sakitan hanyalah sekitar 15-25%, makin tua tentu presentaseini semakin besar. Demikian pula usia lanjut yang tidak lagi dapat melakukan "aktivitas sehari-hari"(Activities of Daily Living) hanya 5-15%, tergantung dari umur.Di samping faktor keturunan dan lingkungan, nampaknya perilaku (hidup sehat) mempunyai peranyang cukup besar. Perilaku hidup sehat harus dilakukan sebelum usia lanjut (bahkan jauh-jauhsebelumnya). Perilaku hidup sehat, terutama adalah perilaku individu, dilandasi oleh kesadaran,keimanan dan pengetahuan. Menjadi tua secara sehat (normal ageing, healthy ageing) bukanlah satukemustahilan, tapi sesuatu yang bisa diusahakan dan diperjuangkan. Seyogyanya dianut paradigma,mencegah dan mengendalikan faktor-faktor risiko sebaik mungkin, kemudian menunda kesakitan dancacat selama mungkin.
b. Sosial.
Secara sosial seseorang yang memasuki usia lanjut juga akan mengalami perubahan-perubahan.Perubahan ini akan lebih terasa bagi seseorang yang menduduki jabatan atau pekerjaan formal. la akanmerasa kehilangan semua perlakuan yang selama ini didapatkannya seperti dihormati, diperhatikan dandiperlukan. Bagi orang-orang yang tidak mempunyai waktu atau tidak merasa perlu untuk bergaul diluar lingkungan pekerjaannya, perasaan kehilangan ini akan berdampak pada semangatnya, suasanahatinya dan kesehatannya.Di dalam keluarga, peranannya-pun mulai bergeser. Anak-anak sudah "jadi orang", mungkin sudahpunya rumah sendiri, tempat tinggalnya mungkin jauh. Rumah jadi sepi, orangtua seperti tidak punyaperan apa-apa lagi.
c. Ekonomi.
Memasuki usia lanjut mungkin sekali akan berdampak kepada penghasilan. Bagi mereka yangmenduduki jabatan formal, pegawai negeri atau ABRI, pensiun menyebabkan penghasilan berkurangdan hilangnya fasilitas dan kemudahan-kemudahan. Bagi para profesional, pensiun umumnya tidak terlalu menjadi masalah karena masih tetap dapat berkarya setelah pensiun. Namun bagi "nonprofesional" pensiun dapat menimbulkan goncangan ekonomi. Oleh karena itu, pensiun seyogyanyadihadapi dengan persiapan-persiapan untuk alih profesi dengan latihan-latihan keterampilan danmenambah ilmu, baik dengan pengembangan hobi maupun pendidikan formal. Bagi mereka yangmencari nafkah melalui sektor nonformal, seperti petani, pedagang dan sebagainya, memasuki usialanjut umumnya tidak akan banyak berdampak pada penghasilannya, sejauh kebugarannya tidak terlalucepat mengalami kemunduran dan kesehatannya tidak terganggu. Terganggunya kesehatan berdampak seperti pisau bermata dua. Pada sisi yang satu menjadi kendala:Untuk mencari nafkah, pada sisi lainmenambah beban pengeluaran. Oleh karena itu, jaminan hari tua, asuransi kesehatan, tabungan, dansebagainya akan sangat membantu pada kondisi ini.
d. Psikologi.
 
 
Masalah-masalah kesehatan, sosial dan ekonomi, sendiri-sendiri atau bersama-sama secara kumulatif dapat berdampak negatif secara psikologis. Hal-hal tersebut dapat menjadi
stresor,
yang kalau tidak dicerna dengan baik akan menimbulkan masalah atau menimbulkan
stres
dalam berbagaimanifestasinya.Sikap mental seseorang sendiri dapat menimbulkan masalah. Usia kronologis memang tidak dapatdicegah, namun penuaan secara biologis dapat diperlambat. Rambut yang memutih, kulit yang mulaikeriput, langkah yang tidak lincah lagi dan sebagainya, harus diterima dengan ikhlas. Namun janganlahpenuaan secara psikologis terjadi lebih cepat daripada usia kronologis. Untuk itu diperlukan sikapmental yang positif terhadap proses penuaan. Menua tidak harus sakit-sakitan, juga tidak harus loyodan jompo.Kehidupan spiritual mempunyai peran yang sangat penting. Seseorang yang mensyukuri nikmatumurnya, tentu akan memelihara umurnya dan mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat, sepertikata sebuah hadis : "sebaik-baik manusia adalah yang umurnya panjang dan baik amal perbuatannya".Kalau mensyukuri nikmat sehat, maka akan memelihara kesehatan kita sebaik-baiknya. Kalausilaturachmi itu memperpanjang umur, kita sebaiknya memelihara kehidupan sosial selama mungkin.
3. Maksud dan tujuana. Umum
Terselenggaranya pelayanan kesehatan usia lanjut yang holistik dengan pendekatan bio-psiko-sosialbudaya.
b. Khusus
Petugas kesehatan mampu untuk mendeteksi sedini mungkin gangguan kesehatan jiwa pada usialanjut.Petugas kesehatan mampu untuk melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa bagi usia lanjut denganmengikutsertakan keluarga dan masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->