Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Urgensi dakwah

Urgensi dakwah

Ratings: (0)|Views: 2,462|Likes:
Published by api-3721829

More info:

Published by: api-3721829 on Oct 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/18/2014

pdf

text

original

 
 
1
URGENSI DAKWAH
Keberadaan atau eksistensi manusia di muka bumi ini mempunyai misi yang jelas dan pasti. Misi yang merupakan tujuan asasi. Ada tiga misi yangdiberikan Allah untuk diemban manusia; yaitu misi utama untuk beribadah(QS. 51:56), misi fungsional sebagai khalifah (QS. 2:30) dan misioperasional untuk memakmurkan bumi (QS. 11:61). Namunkeberlangsungan dan kelestarian misi ini baru akan terjaga secara benarapabila manusia mau mendengar dan mentaati risalah yang dibawa paraRasul. Hanya saja sayangnya tidak semua manusia mau mengikuti danmenerima seruan mereka, bahkan sebagian besar manusia justrumendustakan dan mengingkari risalah ilahiah tersebut. Allah berfirman:”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat(untukmenyerukan); ”Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu”, maka diantara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan adapula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Makaberjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahanorang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. 16:36)Maka, manusia yang mampu menerjemahkan tiga misi tersebut ke dalambahasa lisan, sikap dan tindakan adalah manusia yang beriman kepada AllahSWT. Manusia yang senantiasa merespon seruan dan khitob rabbani denganmengucapkan kalimat; “sami’na wa atho’naa”. Inilah syi’ar kehidupanmanusia qurani dan rabbani. Hamba-hamba Allah yang akan dijanjikankepada mereka istikhlaf di muka bumi-Nya. Allah berfirman: “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepadaAllah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan “Kami mendengar dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yangberuntung.” (QS. 24:51) “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamudan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akanmenjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkanbagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalamketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengantiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang(tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.” (QS.24:55)Berdasarkan ayat di atas bisa kita simpulkan bahwa umat Islamlah yangdiberi beban amanah ilahiah dan yang sanggup mengimplementasikan kedalam seluruh dimensi kehidupan. Maka umat Islamlah yang seharusnyamemimpin dunia, yang berkewajiban mengajarkan manusia tentang sistemilahiah dan membimbing mereka untuk melakukan islamisasi dalamkehidupannya secara totalitas sehingga benar-benar bisa keluar darikegelapan jahiliah menuju cahaya Islam. Renungkanlah apa yang telahdikatakan seorang jundi, Rib’i bin Amir kepada Rustum, panglima Persia
 
 
2
dalam perang Qodisiah, ketika ia bertanya:”Gerangan apa yang membuatanda datang ke negeri kami?” , lalu ia menjawab dengan kalimat ini: “ Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan manusia yangdikehendaki-Nya dari penghambaan hamba menuju pengabdian kepadaAllah semata, dari sempitnya dunia menuju luasnya dunia dan akhirat dandari kezaliman agama-agama menuju keadilan Islam.” Oleh karenanya, tugas ini bukanlah tugas yang ringan, sampingan ataupun juz’iah (parsial) tanpa dibarengi dengan usaha-usaha maksimal, melainkanurusan yang besar nan agung. Urusan yang berkaitan dengan pembentukansyakshiah islamiah, kelestarian sistem-sistem ilahiah dan kebahagianmanusia di dunia dan akhirat. Sayyid Qutb mengatakan: “Barangsiapamenganggap ringan kewajiban (dakwah ini), padahal ia merupakankewajiban yang dapat mematahkan tulang punggung dan membuat oranggemetar, maka ia tidak bisa melaksanakan secara berkesinambungankecuali atas pertolongan Allah. Ia tidak bisa memikul dakwah kecuali atasbantuan Allah SWT dan tidak akan bisa teguh di atasnya kecuali dengankeikhlasan pada-Nya. Orang yang berada di jalan ini siangnya berpuasa,malamnya qiyam (shalat) dan ucapannya penuh dengan dzikir. Sungguhhidup dan matinya hanya untuk Allah rabbal Alamin, yang tiada sekutu bagi-Nya.” (Sayyid Qutb, Tafsir Fii Zhilaalil Qur’an)Dan untuk mensukseskan pelaksanaan amanat yang agung ini dibutuhkanmanusia-manusia yang memiliki iman yang kuat, keikhlasan, hamasah yangmembara dan tadhhiat serta amal yang mustamir (berkesinambungan).Sehingga nilai-nilai kebenaran Islam yang termuat dalam gerbong dakwahbenar-benar terealisir dan bisa dirasakan oleh semua manusia. Al-Imamasy-Syahid Hasan al-Banna dalam “risalah ilaa asy-syabab” berkata:”Sungguh fikrah ini bisa sukses apabila ada iman yang kuat,keikhlasan yang penuh di jalannya, hamasah yang membara dan adanyapersiapan yang melahirkan tadhhiat dan amal yang merealisasikannya. Danempat pilar ini (iman, ikhlas, hamasah dan amal) merupakan karakteristikbagi para pemuda. Karena dasar keimanan adalah hati yang cerdas, dasarkeikhlasan adalah nurani yang suci, dasar hamasah adalah syu’ur yang kuatdan dasar amal adalah ‘azm yang menggelora.” Urgensi BerdakwahBerdakwah yang bertujuan dan berorientasi kepada perbaikan individumuslim, pembentukan keluarga muslim, pembinaan masyarakat Islam,pembebasan tanah air dari hegemoni asing, perbaikan hukumah(pemerintahan) agar menjadi hukumah islamiah yang senantiasamemperhatikan kemaslahatan umat dan menjadi “ustadziatul ‘alaam” (sokoguru dunia) merupakan risalah para Nabi dan Rasul. Setiap Nabiberkewajiban mendakwahkan wahyu dari Allah –azza wa jalla- yangditerimanya kepada umatnya. Ia harus mentablighkan risalat ilahiah inidengan penuh amanah, kejujuran, kecerdasan dan kesabaran di tengahmasyarakatnya. Allah berfirman:”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untukmenyerukan);”Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu”, maka di
 
 
3
antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan adapula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Makaberjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahanorang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. 16:36) “Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawakabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepadaagama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.” (QS.33:45-46)Berdakwah juga merupakan kewajiban syar’i yang harus dilakukan olehsetiap umat Islam berdasarkan beberapa dalil berikut ini: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepadakebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar;mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (QS. 3:104)Ayat ini secara jelas menunjukkan wajibnya berdakwah, karena ada “lamamr” di kalimat “wal takun”. Begitu juga Rasulullah SAW bersabda: “Sampaikanlah dariku meskipun satu ayat.” Hadits ini secara eksplisitmengisyaratkan bahwa setiap muslim harus mentablighkan apa-apa yangtelah dibawa Rasulullah SAW kepada seluruh manusia, walaupun hanya satuayat ataupun satu hadits. “Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidakmelarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yangharam ?. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.” (QS. 5:63)Ibnu Jarir at-Thabari meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa iaberkata:”Tidak ada di dalam Al-Quran suatu ayat yang lebih kerasmengolok-olok daripada ayat ini.” (Tafsir Ibnu Jarir). Sedangkan Ibnu AbiHatim meriwayatkan dari Yahya bin Ya’mar, ia berkata: “Ali bin Abi Thalibpernah berkhotbah, setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya, ia berkata: “Wahai manusia, sesungguhnya umat sebelum kamu itu hancur disebabkanmereka berbuat maksiat sedangkan orang-orang alim dan para pendetamereka tidak melarangnya sampai akhirnya ditimpa siksa di saat merekaterus menerus asyik dalam kemaksiatannya. Oleh karena itu, perintahkanlahmereka untuk berbuat ma’ruf dan cegahlah mereka dari kemungkaransebelum turun adzab seperti yang turun kepada mereka. Ketahuilahbahwasanya amar ma’ruf dan nahi munkar itu tidak akan memutuskan rizkidan tidak pula mendekatkan ajal.” (Tafsir Ibnu Katisr, 2/74)Berkaitan dengan masalah ini, Allah juga menggambarkan fenomenamasyarakat mukmin yang selalu melakukan ta’awun dan amar ma’ruf nahimunkar di antara mereka. Allah berfirman: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka(adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh(mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikansembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ummu Syuraik liked this
Jefry Al Ghifari liked this
rodzul87 liked this
sri jumanti liked this
muktimart liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->