Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
55Activity
P. 1
Draft Tesis Dony3

Draft Tesis Dony3

Ratings: (0)|Views: 3,980 |Likes:
Published by donyprastyakesu472

More info:

Published by: donyprastyakesu472 on Sep 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2014

pdf

text

original

 
 1
Bab I PendahuluanI.1. Latar Belakang
Komponen-komponen biaya konstruksi terdiri dari biaya langsung dan biayatidak langsung (AACE, 1992). Biaya langsung adalah biaya yang terkait langsungdengan volume pekerjaan yang terdapat dalam
 pay item
seperti biaya upah, biayaperalatan, biaya material, dan sebagainya. Sedangkan biaya tidak langsung adalahbiaya yang tidak terkait langsung dengan volume pekerjaan. Namun biaya tidak langsung berkontribusi dalam penyelesaian pekerjaan proyek yang mencakupbiaya
overhead 
, risiko,
contingency
, dan sebagainya
.
Estimasi biaya langsung dihitung berdasarkan perkalian harga satuan penawarandengan volume pekerjaan yang mengacu pada gambar dan spesifikasi teknis,sedangkan perkiraan biaya tidak langsung tidak mudah dilakukan karena tidak adanya rujukan informasi yang akurat sebagaimana halnya dengan gambar danspesifikasi teknis (Yusuf, 2010).Pada penelitian terdahulu mengenai pemodelan estimasi komponen biaya tidak langsung proyek konstruksi bangunan gedung diperoleh suatu kesimpulan sebagaiberikut:
“Diperoleh adanya suatu pola karak 
teristik kontraktor dalam mengestimasi biayatidak langsung. Mekanisme penetapan biaya tidak langsung pada kontraktor besardengan nilai tertentu dimana memiliki standar tersendiri diperusahaanya yangditetapkan berdasarkan dua hal diantaranya berdasarkan pengalaman proyek sebelumnya dan perkiraan yang dilakukan oleh kontraktor. Kontraktor besarmenghitung komponen biaya tidak langsung satu persatu yang pada akhirnya nilaitersebut dijadikan persentase terhadap biaya langsung sehingga setelah beberapaproyek diestimasi kontraktor dapat menemukan suatu nilai yang menjadigambaran kasar berupa prosentase biaya tidak langsung. Pada kontraktormenengah nilai tertentu diambil selain berdasarkan pengalaman proyek sebelumnya juga berdasarkan standar tersendiri diperusahaannya seperti halnyakontraktor besar, namun tidak seperti kontraktor besar terutama dalam hal
 
 2
kelengkapan inventarisasi data proyek sebelumnya terutama proyek-proyek yangkhusus dan tingkat pengalaman serta sumberdaya manusia berupa tenaga ahliyang terbatas di perusahaan. Sama halnya dengan kontraktor besar pada akhirnyanilai tersebut dijadikan persentase terhadap biaya langsung. Pada kontraktor kecilsebagian besar menetapkan nilai tertentu hanya berdasarkan pengalaman proyek sebelumnya karena data historis proyek tidak terinventarisir dengan baik olehperusahaan dan pada akhirnya nilai tersebut diambil berupa persentase secaraumum terhadap biaya langsung untuk mempermudah penetapannya. Tidak teridentifikasi secara detail komponen-komponen biaya tidak langsung apa sajayang diperhitungkan, jadi hanya sebagai persentase perkiraan kasar yang suksespada proyek yang pernah dikerjakan sebelumnya
” (
Pradoto, 2010).Beranjak dari kesimpulan penelitian tersebut, salah satu yang mempengaruhiestimasi biaya tidak langsung pada proyek konstruksi adalah jenis kontrak konstruksi yang terdapat pada dokumen proyek. Pada proyek bangunan gedung,umumnya kontrak konstruksi yang digunakan adalah kontrak 
lump sum
. Hipotesissementara bahwa pemodelan estimasi biaya tidak langsung setiap proyek konstruksi berbeda-beda dikarenakan menggunakan kontrak konstruksi yangberbeda. Pada proyek infrastruktur jalan kontrak konstruksi yang digunakan padaumumnya adalah kontrak 
unit price
(Soemardi, 2010).Suatu survei pendahuluan mengenai estimasi biaya tidak langsung pada proyek infrastruktur jalan telah diketahui bahwa estimasi biaya tidak langsung yangdilakukan sangat berpengaruh besar terhadap keberhasilan memenangkan proyek dalam proses pelelangan. Selain itu dengan melakukan estimasi biaya tidak langsung secara tidak langsung dapat mengatasi resiko yang akan dihadapi dariproyek tersebut. Pada umumnya penetapan besaran biaya tidak langsungmerupakan persentase dari total nilai proyek secara keseluruhan. Komponen biayatidak langsung yang sering digunakan oleh kontraktor jalan adalah pajak, jaminan,asuransi, biaya umum, resiko, dan
overhead 
.Pada tahun 2008 jumlah kontraktor di Indonesia berdasarkan Asosiasi KontraktorJalan Indonesia (AKJI) dan golongannya secara keseluruhan adalah sebesar 1.193
 
 3
badan usaha dengan jumlah kontraktor kecil sebesar 921 badan usaha atau 77.20%, kontraktor menengah sebesar 223 badan usaha atau 18.69 %, dan kontraktorbesar sebesar 49 badan usaha atau 4.10 % (LPJK, 2008). Dari data tersebut dapatdiketahui bahwa persaingan diantara kontraktor jalan pada tiap kualifikasinyasecara nasional begitu ketat. Dengan begitu ketatnya persaingan tersebut tentunyauntuk mendapatkan peluang pasar dan bertahan dalam dunia konstruksi nasionalsangat berat. Hal ini terutama terjadi pada kontraktor kualifikasi kecil danmenengah dengan prosentase jumlah yang lebih besar dibandingkan dengankontraktor kualifikasi besar. Untuk mendapatkan pasar konstruksi berupa proyek konstruksi infrastruktur jalan yang dilelangkan, tentunya kontraktor harus pandaidalam memenangkan setiap proses lelang yang diukutinya. Salah satu cara yangdapat dilakukan kontraktor adalah dengan merancang dan mengajukan hargapenawaran yang kompetitif dan rancangan konstruksi yang baik. Isu dari salahsatu faktor tersebut adalah bagaimana cara untuk melakukan estimasi biayaproyek dalam RAB yang diajukan dalam proses pelelangan, khususnya dalammengestimasi biaya tidak langsung pada proyek infrastruktur jalan. Namunkendala utama dalam melakukan estimasi biaya tidak langsung tersebut adalahbelum diperolehnya informasi yang pasti pada proyek non-gedung, khususnyapada pekerjaan jalan.
I.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rahadian (2010) dan Yusuf (2010) mengenai praktek estimasi komponen biaya tidak langsung pada proyek bangunan gedung oleh kontraktor menengah dan besar di daerah Bandung danJakarta, terdapat pola karakteristik estimasi biaya tidak langsung denganmenentukan besarnya nilai biaya tidak langsung sebagai persentase dari biayalangsung. Pada bagian lain dari penelitian mereka ditemukan pemodelan estimasibiaya tidak langsung dengan model matematis regresi
non linier 
yang memilikikecenderungan model menggambarkan hubungan semakin besar nilai kontrak maka nilai persentase rasio biaya tidak langsung terhadap nilai proyek akansemakin kecil.

Activity (55)

You've already reviewed this. Edit your review.
Nofella Wahyudin liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Aswar liked this
Nyak Nanta liked this
Qee Beg liked this
Oka Purwanti added this note
judul tesisnya apa, ya...?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->