Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Status Rumput Laut Indonesia, Peluang Dan Tantangan[1]

Status Rumput Laut Indonesia, Peluang Dan Tantangan[1]

Ratings: (0)|Views: 78 |Likes:
Published by Kang Chons

More info:

Published by: Kang Chons on Sep 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2011

pdf

text

original

 
TropicalGLOBALWHERE
STATUS RUMPUT LAUT INDONESIA
: PELUANG DAN TANTANGAN
Sebagai bagian dari
Coral Triangel
,Indonesia memang disuguhi begitubesar potensi perairan dengansegenap sumberdaya dankeanekaragaman hayati yang ada.Rumput laut salah satu komoditasyang saat ini menjadi trend di pasarperdagangan global pun mamputumbuh subur di perairan bumipertiwi ini. Sumber dari
SEAplant.net
menyebutkan bahwaperairan Indonesia hampirmenguasai 65 % potensi perairan
coral
 
tri
 
angel
yang potensial untuktumbuh kembangnya berbagai jenisrumput laut khususnya jenis
Kappaphycus
 
alvarezii
, jauh mengungguli potensi negara-negara lainnya yaituberturut-turut Philipina sebesar 15%, Kepulauan Solomon 7%, Malaysia 5%,Papua Nugini 5% dan Timor Leste sebesar 1%. Berbagai jenis rumput lautekonomis tinggi dan telah berhasil dibudidayakan di Perairan Indonesia secaraumum berasal dari jenis alga merah (
Rhodophyceae
) antara lain
Eucheumacottonii
/
Kappaphycus alvarezii doty 
,
E. Spinosum
, dan
Gracilaria
sp;
Ptylopora
dan
Halymenia
spDari aspek pasar menunjukan bahwa perkembangan pasar rumput laut diperdagangan global menunjukkan trend kenaikan yang cukup tinggi, seiiringdengan peningkatan kebutuhan bahan baku industri baik untuk
food 
 
grade
,
 pharmaeutical
maupun
industryal grade
. Pertumbuhan penduduk dunia yangsemakin pesat dan Kompleksitas nilai guna rumput laut yang begitu besarsebagai penunjang kebutuhan hidup masyarakat dunia, maka tidak heranmemang jika saat ini rumput laut menjadi komoditas yang prospektif dan telahmenjadi bagian dari kebutuhan global. Betapa tidak sejak kita bangun tidur
Status Rumput Laut Indonesia
1
 
Cultiv
global productio
1.2 M dry t
 
Posisi Indonesia dalam IndustriBudidaya Rumput Laut Dunia
sampai pada saat melakukan aktivitas, sebenarnya kita telah terbiasamenggunakan produk berbahan baku rumput laut.
Indonesia memanfaatkan peluang
Membangun sebuah cita-cita memangharus bermula dari mimpi besar,sejatinya itulah yang saat ini sudahmulai dibangun Pemerintah Indonesiadalam hal ini Kementrian Kelautandan Perikanan melalui penetapan Visimenjadikan Indonesia sebagaipenghasil produk kelautan danperikanan terbesar dunia tahun 2015.Visi yang oleh beberapa kalangandianggap terlalu ambisius. Ya,mungkin itu persepsi dari sebagianmasyarakat awam yangmemandangnya sebagai sesuatu halyang maustahil mampu dicapai. Namundemikian, satu hal yang perlu dicatat,bahwa sejak orientasi arah pembangunan saat ini mulai digerakan terhadappendekatan pembangunan wilayah kepulauan (
islands development approaches
), maka sudah saatnya pembangunan berbasis Kelautan danPerikanan menjadi tumpuan utama dalam rangka membangun pergerakanekonomi nasional. Indonesai dengan segenap potensi sumberdaya kelautan danperikanan, memang menjadi senjata ampuh dalam upaya pencapaian visitersebut. Dengan potensi pengembangan budidaya air laut sebesar 8,4 jutahektar, bukan hal mustahil mimpi besar itu mampu dicapai jika semua elemenbangsa mempunyai mimpi besar yang sama yang terimplementasi melaluikerjasama sinergi dalam upaya memanfaatkan sumberdaya perairan yang ada.Dalam upaya pencapaian Visi dan Misi tersebut, Kementerian Kelautan danPerikanan telah menetapkan komoditas unggulan yang menjadi sasaran utama,dimana komoditas rumput laut menjadi salah satu ikon yang diharapkan mampumewujudkan mimpi besar Indonesia. Tahun ini Indonesia mampu menggeserpesaing utamanya Philipina sebagai produsen rumput laut terbesar duniadengan total produksi di Tahun 2010 mencapai 3.906.420 ton.
 
Menurut database FAO dan SEAplant.net menyebutkan bahwa Indonesia menguasai sekitar50% produk rumput laut hasil budidaya di dunia yaitu untuk jenis
Eucheuma
,
Gracilaria
dan
Kappaphycus
. Sebuah keberhasilan tentunya yang diperlihatkanpemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan.Bicara peluang terhadap pasar perdagangan rumput laut dunia, Indonesiaberada pada posisi yang mempunyai peluang besar dalam memasok kebutuhanbahan baku rumput laut. Sebagai gambaran Tahun 2010 peluang kebutuhanrumput laut
Eucheuma
 
cottonii
dunia mencapai 274.100 ton, dimana Indonesiamempunyai peluang memberikan kontribusi ekspor sebesar 80.000 ton atausekitar 29,19% , sedangkan peluang kebutuhan dunia akan rumput laut jenisGracilaria sp mencapai 116.000 ton, dimana Indonesia mempunyai peluangkontribusi sebesar 57.500 atau sekitar 49,57%
(sumber : BPPT dan ISS, 2006).
Status Rumput Laut Indonesia
2
 
Proyeksi dan pencapaian produksi rumput laut Indonesia
 Jika mengacu pada visi danmisi Kementerian Kelautandan Perikanan, maka halyang paling mungkin untukdidorong peningkatannyadalam upaya pencapaiantarget tersebut adalah subsektor perikanan budidaya.Inilah, yang saat ini menjadiPekerrjaan Rumah yangbesar bagi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam upaya menopangterwujudnya mimpi besar Indonesia sebagai penghasil produk perikananterbesar dunia. Ditjen Perikanan Budidaya telah menetapkan adanya targetpencaiapan produksi sebesar 353% sampai dengan tahun 2014 khususnya bagikomoditas yang menjadi unggulan saat ini, dimana rumput laut menjadipenyumbang besar target pencapaian produksi tersebut yaitu ditargetkanpeningkatannya sebesar 10 juta ton di Tahun 2014 .Produksi rumput laut diproyeksikan rata-rata meningkat pertahun sebesar 32 %(dari Tahun 2010-2014) atau meningkat sebesar 392% dari Tahun 2009 ke Tahun 2014. Proyeksi tersebut masing-masing berturut-turut Tahun 2009diproyeksikan meningkat menjadi sebesar 2.574.000, Tahun 2010 sebesar2.672.800 ton, Tahun 2011 sebesar 3.504.200 ton, Tahun 2012 sebesar5.100.000 ton, tahun 2013 sebesar 7.500.000 ton dan Tahun 2014 sebesar 10 juta ton.Data statistik menunjukkan bahwa Tahun 2010 produksi rumput lautNasional mencapai 3.906.420 tonmengalami kenaikan rata-rata sebesar29,96% per tahun. Nilai ini mampumelampaui target/sasaran produksi Tahun2010 sebesar 46 % dari target di Tahunyang sama sebesar 2.672.800 ton. Nilaitersebut tentunya menjadi salah satuindikator bahwa langkah menuju target 10 juta ton di Tahun 2014 sangat optimis untukdicapai. Total produksi rumput nasionaltersebut didominasi oleh 5 (lima) besarProvinsi utama penghasil rumput lautberturut-turut Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, NTT, danMaluku.Peningkatan produksi rumput lautNasional diiringi pula olehpeningkatan volume dan nilaiekspor rumput laut Indonesia keberbagai negara tujuan utamaekspor seperti China, Philipina,Vietnam, Hongkong dan Korsel.Perkembangan volume dan nilaiekspor dalam kurun waktu Tahun
Status Rumput Laut Indonesia
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->