Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
19Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ringkasan Logika Muslim-2 Argumentasi

Ringkasan Logika Muslim-2 Argumentasi

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 4,505|Likes:
Published by api-3724875
Penjelasan tentang argumentasi
Penjelasan tentang argumentasi

More info:

Published by: api-3724875 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/18/2014

pdf

text

original

ARGUMENTASI
Definisi Argumentasi
Yaitu membangun dalil/argumen untuk membuktikan sasaran.
Pembagian Argumentasi
1.Langsung. Ia dibagi menjadi tiga jalan: Silogisme/Deduksi; Induksi; dan Analogi.
2.Tidak Langsung. Ia juga memiliki tiga jalan: Kontradiksi; Pembalikan Sama dan
Pembalikan Kontra.
PR OPOS I S I
Sebelum mempelajari metode-metode argumentasi di atas, kita mesti mempelajari perihal
proposisi terlebih dahulu. Sebab proposisi adalah bahan-bahan dasar dari sebuah argumentasi.
Definisi Proposisi
Proposisi adalah susunan kalimat sempurna yang bisa disifati dengan salah atau benar.
Pembagian Pertama Proposisi
Pada pembagian ini melihat proposisi dari sisi bentuknya. Oleh karenanya ia akan terbagi
menjadi dua bagian.

1.Predikatif. Yaitu proposisi yang mengandung penetapan atau penolakan sesuatu atas sesuatu yang lain. Seperti: Joko ada di kelas; Joko tidak masuk sekolah; dan lain-lain. Predikatif ini memiliki tiga unsur:

1).Subyek. Disebut juga sebagai Maudhu\u2019, Subject, Dihukum. Seperti Joko pada
contoh di atas.
2).Predikat. Disebut juga sebagai Mahmul, Predicate, Atribut, Hukuman, dan lain-lain.
Seperti ada di kelas/tidak masuk sekolah pada contoh di atas.

3). Hubungan Hukum. Disebut juga sebagai Nisbah Hukmiah, Copula dan lain-lain. Yakni Hubungan Hukum Antara Subyek dan Predikatnya. Seperti Penetapan ada di kelas/Penolakan masuk sekolah pada contoh di atas.

2.Hipotetis. Yaitu proposisi yang mengandung penetapan atau penolakan atas hubungan antara dua proposisi. Seperti: Kalau matahari terbit maka siang segera muncul; Tidaklah selalu kalau matahari terbit pasti udara menjadi panas. Hipotetis ini memiliki tiga unsur:

1. Potongan Awal. Yaitu potongan kalimat sempurna yang pertama. Seperti matahari terbit
pada contoh di atas. Ia disebut juga sebagai Mukaddam; Antecedent, dll.

2. Potongan Berikutan. Yaitu potongan kalimat sempurna yang datang setelah potongan pertama. Seperti: Siang segera muncul; Udara menjadi panas, pada contoh kalimat hipotetis di atas. Ia juga disebut sebagai Taaliy, Konsekuensi (consequent), Implikasi (implicate).

3.Penghubung. Yaitu kata yang menghubungkan kedua kalimat sempurna dalam proposisi
hipotetis. Seperti: Kalau, Maka, Selalu, Pasti dll. Ia juga disebut sebagai Roobithoh, Copula.
Pembagian Kedua Proposisi
Pada pembagian ini proposisi dilihat dari sisi sifatnya. Maka ia akan terbagi menjadi
dua bagian:
1.Positif. Yaitu Proposisi Yang Menetapkan Predikat Atas Suatu Subyek, atau Hubungan
Potongan Berikutan Atas Potongan Awal.
2.Negatif. Yaitu Proposisi Yang Menolak Predikat Atas Suatu Subyek, atau Hubungan
Potongan Berikutan Atas Potongan Awal.
MACAM-MACAM PREDIKATIF
(1) Dilihat dari Subyeknya
Dilihat dari subyeknya maka Proposisi Predikatif dibagi menjadi:
1.Individu. Yaitu Proposisi Yang Subyeknya Berupa Partikulir Hakiki. Seperti: Ali
seorang pandai; Jakarta ibu kota Indonesia, dll.
2.Alami. Yaitu Proposisi Yang Subyeknya Berupa Universal dan Perhatian Hukumnya
pada Keuniversalannya Itu. Seperti: Manusia adalah Golongan.

3.Tak Tentu. Yaitu Proposisi Yang Subyeknya Universal dan Perhatian Hukumnya pada Ekstensi-ekstensinya dengan Tidak Menyebutkan Jumlahnya. Seperti: Seorang Mukmin tidak berdusta.

4.Berjumlah. Yaitu Proposisi Yang Subyeknya Universal dan Perhatian Hukumnya pada Ekstensi-ekstensinya dengan Menyebutkan Jumlahnya. Seperti: Setiap Nabi adalah maksum; Sebagian manusia adalah nabi, dll. Semua kata yang menunjukkan jumlah ekstensi pada proposisi ini disebut Suar, Tanda-Kwantifikasi, Qualification Sign, dll. Seperti: Semua, Seluruh, Sebagian, Separoh, Sepertiga, Sama sekali, dll.

Bagian-bagian Proposisi Berjumlah:
(1)Positif Universal. Seperti: Semua manusia rasional.
(2)Positif Partikulir. Seperti: Sebagian manusia sarjana.
(3)Negatif Universal. Seperti: Tak satupun manusia itu meringkik.
(4)Negatif Partikulir. Seperti: Bukanlah sebagian manusia itu sarjana.

Pembagian Lain Proposisi Predikatif
Proposisi Predikatif dilihat dari keberadaan subyeknya terbagi menjadi:

1.Akal. Yaitu proposisi yang subyeknya berupa wujud akal (dalam) saja dan/atau tidak memiliki eujud luar (ekstensi). Seperti: Tiada adalah tiada; Manusia adalah golongan, dan lain-lain.

2.Luar. Yaitu proposisi yang subyeknya berupa wujud luar. Seperti: Ali seorang yang
pandai; Kiamat pasti tiba, dan lain-lain.

3.Hakiki. Yaitu proposisi yang subyeknya berupa wujud luar yang sesuai dengan yang senyatanya \u2013 yakni sekarang dan yang akan datang. Seperti: Yang mukmin tak mungkin berbohong; Semua benda pasti berukuran, dan lain-lain.

Pembagian Lain Proposisi Predikatif
Dilihat dari negatif tidaknya subyek atau predikat suatu proposisi maka proposisi
predikatif in terbai menjadi:

1.Determined. Yaitu proposisi predikatif yang subyek dan predikatnya sama-sama berupa wujud \u2013 tidak dinafikan. Seperti: Ali adalah seorang pemberani; Reformasi dipelopori mahasiswa, dan lain-lain.

2.Modifikasi. Yaitu proposisi yang subyek atau predikat, atau kedua-duanya berupa kenegatifan. Seperti: Bukan Ali yang telah melakukan hal itu; Bukan Ali yang tak melakukan hal itu; Ali adalah bukan pelaku hal itu.

ZAT/MUTU PROPOSISI
Zat Proposisi adalah hubungan sebenarnya antara subyek dan predikat suatu proposisi
tanpa memperhatikan penetapan atau penolakannya. Ia memiliki tiga macam bentuk:
1.Wajib/Mesti. Yaitu proposisi yang predikatnya mesti ditetapkan pada subyeknya.
Seperti: Manusia itu rasional; Bukanlah manusia itu rasional.
2.Mustahil. Yaitu proposisi yang predikatnya mustahil ditetapkan pada subyeknya.
Seperti: Dua perlawanan tidak mungkin bertemu; Dua perlawanan mungkin bertemu.
3.Mungkin. Yaitu proposisi yang predikatnya tidak mesti dan tidak mustahil ditetapkan
pada subyeknya. Seperti: Ali seorang yang pandai.
Mutlak dan Petunjuk
Proposisi dilihat dari ada-tidaknya penjelasan zatnya terbagi menjadi:
1.Mutlak. Yaitu proposisi yang zat proposisinya tidak tampak dengan jelas. Seperti:
Manusia adalah rasional.
2.Berpetunjuk. Yaitu proposisi yang zat proposisinya tampak dengan jelas. Ia memiliki
beberapa bentuk:

(1) Pasti Mutlak. Yaitu penetapan secara mesti suatu predikat atas subyeknya selama subyeknya ada dan tanap syarat apapun. Seperti: Secara pasti pohon tidak rasional; Secara pasti manusia adalah rasional.

(2) Bersyarat Umum. Yaitu penetapan secara pasti suatu predikat atas subyeknya dengan syarat disifatinya subyek tersebut dengan sifat tertentu. Seperti: Orang tidur pasti tidak berfikir selama ia tidur; Manusia pasti bernafas selama ia hidup.

(3) Berwaktu Mutlak. Yaitu penetapan secara pasti suatu predikat atas subyeknya pada waktu tertentu. Seperti: Bulan akan gerhana secara pasti ketika (pada waktu) antara ia dan matahari terhalang bumi; Kertas kering akan terbakar secara pasti ketika ia menyentuh api.

(4) Berbentang Mutlak. Yaitu penetapan secara pasti suatu predikat atas subyeknya pada waktu yang tidak terikat. Seperti: Pada suatu waktu manusia pasti butuh pertolongan.

(5) Selalu Mutlak. Yaitu penetapan secara selalu suatu predikat atas subyeknya selama subyeknya ada. Seperti: Bumi selalu bergerak; Manusia selalu bernafas.

(6) Konfensi Umum. Yaitu penetapan secara selalu suatu predikat atas subyeknya ketika subyek tersebut tersifati dengan sifat tertentu. Seperti: Penulis selalu menggerakkan jarinya selama ia menulis.

(7) Mutlak Umum. Yaitu penetapan keluarnya bentuk hubungan dari titik mungkin \u2013 potensi \u2013 kepada yang dimungkinkan \u2013 de fakto \u2013 baik hubungan tersebut berupa kepastian, selalu dan lain-lain dan baik terjadi di masa kin atau yang lainnya. Seperti: Manusia berjalan secara de fakto.

(8) Kemungkinan Umum. Yaitu penetapan secara kemungkinan mutlak suatu predikat atas subyeknya dengan tujuan sekadar menafikan kepastian lawannya/kontranya. Seperti: Mungkin semua manusia adalah penulis; Mungkin manusia itu rasional.

(9) Kemungkinan Masa. Yaitu penetapan secara kemungkinan suatu predikat atas subyeknya pada masa ditetapkannya predikat tersebut atas subyeknya. Seperti: Mungkin saja pejalan itu melambaikan tangannya ketika ia sedang berjalan.

MACAM-MACAM HIPOTETIS
Proposisi Hipotetis terbagi menjadi dua bagian:
1. Menyatu. Yaitu proposisi yang menetapkan (+) atau menolak (-) hubungan kedua
proposisinya. Seperti: Kalau matahari terbit maka siang segera muncul (+); Tidaklah kalau
bel berbunyi maka pelajaran akan segera dimulai. Ia terbagi menjadi dua bagian.

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fajrin F Patty liked this
Azis Syahban liked this
TuRis Cay liked this
Pereira Ximenes liked this
Askaman Saputra liked this
Fadlian Syah liked this
Yoga Wawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->