Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
18Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HOTD-silatuRahmi

HOTD-silatuRahmi

Ratings: (0)|Views: 6,722|Likes:
Published by api-3725701
Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dia berkata:
\
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, bangkitlah rahim (hubungan kekeluargaan) berkata: Ini adalah tempat bagi orang berlindung (kepada-Mu) dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Allah menjawab: Ya. Apakah kamu senang kalau Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskan...
Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dia berkata:
\
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, bangkitlah rahim (hubungan kekeluargaan) berkata: Ini adalah tempat bagi orang berlindung (kepada-Mu) dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Allah menjawab: Ya. Apakah kamu senang kalau Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskan...

More info:

Published by: api-3725701 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/18/2014

pdf

text

original

[HOTD] silatuRahmi
October 4th, 2006
Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk sehingga
setelah selesai menciptakan mereka, bangkitlah rahim (hubungan
kekeluargaan) berkata: Ini adalah tempat bagi orang berlindung (kepada-Mu)
dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Allah menjawab: Ya. Apakah kamu
senang kalau Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskan
orang yang memutuskanmu? Ia berkata: Tentu saja. Allah berfirman: Itulah
milikmu. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Bacalah ayat berikut ini kalau
kalian mau: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat
kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka
itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinganya dan dibutakan
matanya. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati
mereka terkunci

Links:

[Rezeki dan silatuRahmi]
http://orido.wordpress.com/2005/12/07/hotd-rezeki-dan-silaturahmi/
[silatuRahmi & kasih sayang Allah]
http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=198388&kat
_id=105&kat_id1=232&kat_id2=234
[Rahasia silatuRahmi]
http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=177797&kat
_id=105&kat_id1=232&kat_id2=234
[manfaat silatuRahmi]
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Islam&id=122822
[silatuRahmi]
http://hizbut-tahrir.or.id/main.php?page=alwaie&id=120
[tiga syaRat pRibadi unggul]
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0905/08/manajemen_qolbu.htm

-perbanyakamalmenujusurga-
http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=198388&kat
_id=105&kat_id1=232&kat_id2=234
Jumat, 20 Mei 2005
Mutiara Hadis
Silaturahmi & Kasih Sayang Allah

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadis qudsi, "Aku adalah Ar-Rahman. Telah
Aku ciptakan Ar-Rahiim dan Aku petikkan baginya nama dari nama-Ku.
Barangsiapa yang menghubungkannya niscaya Aku menghubunginya (dengan
rahmat-Ku); dan barangsiapa memutuskannya niscaya Aku memutuskan
hubungan-Ku dengannya; dan barangsiapa mengokohkannya niscaya Aku
mengokohkan pula hubungan-Ku dengannya. Sesungguhnya Rahmat-Ku
mendahului kemurkaan-Ku".

Penjelasan:

Hadis qudsi yang agung ini diriwayatkan oleh Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, At-
Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan Baihaqi yang bersumber dari Ibnu 'Auf.
Hadis ini diriwayatkan pula oleh Al-Khairithi dan Al-Khatib yang bersumber dari
Abu Hurairah. Hadis ini mengandung pesan betapa pentingnya menghubungkan
tali silaturahmi. Karena itu, cinta dan keridhaan Allah sangat dipengaruhi oleh
sikap kita terhadap silaturahmi. Ada dua sikap manusia terhadap silaturahmi
ini. Pertama,washlul-rahiim, yaitu menghubungkan silaturahmi dengan cara
berbuat baik (membantu, menolong, membahagiakan, menyantuni) kaum
kerabat dan orang-orang di sekitar kita.

Kedua,qath'ur-rahiim, yaitu memutuskan silaturahmi dan tidak menyayangi
kaum kerabat dan orang yang dekat dengan kita. Misalkan dengan tidak mau
bertegur sapa, menahan kebaikan, atau menyakiti dengan tangan dan ucapan.
Rahmat Allah hanya akan mengalir pada golongan pertama yang selalu washlul-
rahiim. Sebaliknya, murka Allah akan mengenai golongan kedua. "Tidak akan
masuk syurga orang yang memutuskan silaturahmi," demikian sabda Rasulullah
SAW dalam Muttafaqun 'Alaihi.

Kata "rahim" diambil dari nama Allah sendiri, diciptakan-Nya dengan kekuasaan-
Nya sendiri, dan kedudukannya ditempatkan pada kedudukan tertinggi. Kata
rahim adalah kutipan asma' Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahiim, yang berasal dari
kata rahmah yang bermakna kasih sayang. Dari sini terlihat bahwa rahim
hakikatnya adalah "pecahan" dari sifat Rahman dan Rahim-Nya Allah SWT yang
terdapat dalam Asma'ul Husna.

Dalam sebuah hadis qudsi yang bersumber dari Ibnu Abbas diungkapkan,
"Engkau telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku sendiri, telah Aku petikkan
bagimu nama dari nama-Ku sendiri, dan telah Aku dekatkan kedudukanmu
kepada-Ku. Dan demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, sesungguhnya Aku pasti
akan menghubungi orang yang telah menghubungkan engkau, dan akan
memutuskan (rahmat-Ku) pada orang yang telah memutuskan engkau dan aku
tidak ridha sebelum engkau ridha" (HQR Al-Hakim).

Silaturahmi, secara umum, terbagi ke dalam dua makna, yaitu silaturahmi
dalam arti khusus dan silaturahmi dalam arti umum. "Rahim" yang pertama
dipakai dalam arti kaum kerabat, atau yang memiliki hubungan keluarga dan
kekeluargaan-baik itu yang berhak mendapatkan warisan ataupun tidak; baik

itu termasuk mahram atau bukan. Karena itu, kata rahiim di sini dapat
diartikan sebagai kerabat, atau keluarga.

Yang kedua adalah silaturahmi dalam arti hubungan dengan saudara seiman. Bentuknya dapat dijalin melalui kasih sayang, saling menasihati dalam takwa dan kesabaran, tolong menolong di atas jalan ketakwaan (QS. Al-Ashr: 1-3). Atau, bisa pula melalui doa, saling mengunjungi, bahkan memberi bantuan militer bila saudara seiman berada dalam kondisi terancam.

Bila dilihat dalam sudut skala prioritas, menjalin silaturahmi dengan keluarga
atau kerabat terdekat harus didahulukan daripada yang lainnya. Sebab,
keharmonisan yang lebih besar tidak akan pernah terwujud bila tidak diawali
dari keharmonisan dalam skala kecil. Misal mendahulukan akur dan harmonis
dengan keluarga dan tetangga dekat, sebelum dengan saudara sekota atau
senegara. Wallahu a'lam bish-shawab (Ems)

http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=177797&kat
_id=105&kat_id1=232&kat_id2=234

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
malikmalikdoang liked this
Nur Kholiq liked this
Nur Kholiq liked this
muhamad tartib liked this
ibnumansur liked this
militansina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->