Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HOTD-tayamum

HOTD-tayamum

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 1,552 |Likes:
Published by api-3725701
Hadist riwayat Abul Juhaim bin Harits bin Shimmah Al-Anshari ra., ia berkata:
\
Rasulullah saw. pernah datang dari sumur Jamal dan bertemu dengan seorang lelaki yang mengucapkan salam kepada beliau. Namun beliau tidak menjawabnya. Ketika beliau tiba di suatu dinding, beliau mengusap wajah dan kedua tangan beliau, kemudian menjawab salam.
Hadist riwayat Abul Juhaim bin Harits bin Shimmah Al-Anshari ra., ia berkata:
\
Rasulullah saw. pernah datang dari sumur Jamal dan bertemu dengan seorang lelaki yang mengucapkan salam kepada beliau. Namun beliau tidak menjawabnya. Ketika beliau tiba di suatu dinding, beliau mengusap wajah dan kedua tangan beliau, kemudian menjawab salam.

More info:

Published by: api-3725701 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

[HOTD] tayamum
Hadist riwayat Abul Juhaim bin Harits bin Shimmah Al-Anshari ra., ia berkata:

Rasulullah saw. pernah datang dari sumur Jamal dan bertemu dengan seorang lelaki yang
mengucapkan salam kepada beliau. Namun beliau tidak menjawabnya. Ketika beliau tiba di
suatu dinding, beliau mengusap wajah dan kedua tangan beliau, kemudian menjawab salam.

Links:

[mensucikan diRi]
http://www.dzikir.org/b_shalat1.htm
[tayamum]
http://www.geocities.com/mimbarkedah/tayamum.html
[musim dingin bOleh tayamum?]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/16/cn/5307
[tayamum]
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=208315&kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=
[aiR hanya 5 liteR : wudhu atau tayamum?]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/2/cn/5916
[kOleksi sOalan: tayamum]
http://www.e-ulama.org/tanya/Default.asp?mode=0&ID=3675
[tayamum kaRena meRiang : bOlehkah ?]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/2/cn/5483
[mandi junub di musim dingin]
http://www.kafemuslimah.com/article_detail.php?id=232
[tayamum di keReta]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/16/cn/20744
[tayammum atau wuduk? / bila ayam sudah berkOkOk]
http://www.geocities.com/Athens/Forum/8108/tayamum.html
[kOnsepsi ibadah dalam islam]
http://harokah.blogspot.com/2005/12/konsepsi-ibadah-dalam-islam.html

-perbanyakamalmenujusurga-
http://www.dzikir.org/b_shalat1.htm
Mensucikan Diri

Bersuci adalah membersikan diri, Pakaian dan tempat dari segala hadas dan najis. Untuk bersuci dari hadas haruslah melakukan Wudhu, Mandi wajib atau Tayammum. Sedangkan agar suci dari najis haruslah menghilangkan kotoran yang ada di badan, pakaian dan tempat yang bersangkutan.

Perintah bersuci ini tersurat pada bagian akhir ayat 222 dari surat Al-Baqarah yang artinya
:"sesungguhnya Allah SWT menyukai orang - orang yang bertaubat dan orang - orang yang
mensucikan diri.".

Air yang dapat dipakai bersuci adalah air bersih dari laut atau air yang keluar dari bumi dan
belum dipakai, yaitu air sumur, air sungai, air telaga, air hujan, air embun dan air salju.
Ditinjau dari hukumnya, air dibagi menjadi empat :

1.Air Mutlak, yaitu air suci yang dapat dipakai mensucikan, karena belum berubah sifat
(warna, rasa dan bau) nya.
2.Air Musyammas, yaitu air suci yang dapat dipakai mensucikan, namun makruh
digunakan. Misalnya air bertempat dilogam yang bukan emas, karena terkena panas
matahari.
3.Air Musta'mal, yaitu air suci tetapi tidak dapat dipakai untuk mensucikan karena sudah
dipakai untuk bersuci, meskipun air tersebut tidak berubah warna, rasa dan baunya
4.Air Mutanajis, yaitu air yang terkena najis, dan jumlahnya kurang dari dua kullah (216

liter). Karenanya air tersebut tidak suci, dan tidak dapat dipakai mensucikan. Akan
tetapi jika lebih dari dua kullah serta tidak berubah warna, rasa dan baunya, maka bisa
digunakan untuk bersuci.

Ada satu macam air lagi yang suci dan dapat digunakan untuk mensucikan, namun haram dipakai yaitu air yang diperoleh dengan cara ghasab (yakni mengambil tanpa ijin pemiliknya atau mencuri).

A.Hadast
Hadas menurut kamus Istilah Agama karya Drs. Shodiq SE adalah suatu keadaan tidak suci
yang tidak dapat dilihat, tetapi wajib disucikan untuk sahnya ibadah :
Hadas dibagi dua yaitu :
1.Hadas kecil. Penyebabnya antara lain keluar sesuatu dari dubur atau qubul,
menyentuh lawan jenis yang bukan muhrimnya dan tidur nyeyak dalam keadan
tidak tetap. Cara membersihkan hadis ini ialah berwudhu.
2.Hadas besar/Jenabat/junub. Penyebanya antara lain : keluar air mani, bersetubuh,
wanita habis melahirkan dan lain sebagainya. Cara mensucikan hadas besar ini
adalah mandi wajib.
B.Najis
Najis adalah suatu benda kotor menurut syara' (hukum agama). Benda - benda najis
meliputi :
1. Darah
2. Nanah

3. Bangkai, kecuali bangkai manusia, ikan laut, dan belalang
4. Anjing dan babi
5. Segala sesuatu yang keluar dari dubur dan qubul
6. Minuman keras, seperti arak dan sebagainya
7. Bagian anggota binatang yang terpisah karena dipotong dan sebagainya sewaktu

masih hidup.
Najis menurut tingkatannya dibagi tiga yaitu :
1.Najis Mukhaffafah (ringan) adalah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur
dua tahun, dan belum makan sesuatu kecuali air susu ibunya. Cara
menghilangkannya cukup diperciki air pada tempat yang terkena najis tersebut.
2.Najis Mutawashitha (Sedang) adalah segala sesuatu yang keluar dari dubur/qubul
manusia atau binatang, barang cair yang memabukkan, dan bangkai (kecuali

bangkai manusia, ikan laut dan belalang) serta susu, tulang dan bulu dari hewan
yang haram dimakan, najis dibagi dua yaitu :Najis 'ainiyah yaitu najis yang
berwujud (tampak dan dapat dilihat), misalnya kotoran manusia atau binatang.
yang kedua Najis hukmiyah yaitu najis yang tidak berwujud (tidak tampak dan
tidak terlihat), seperti bekas air kencing dan arak yang sudah mengering. Cara
membersihkan Najis Muthawashithah cukup dibasuh tiga kali agar sifat-sifat najis
(yakni warna, rasa dan bau) nya hilang.

3.Najis Mughalladhah (Berat) adalah najis anjing dan babi. Cara menghilangkannya
harus dibasuh sebanyak tujuh kali dan salah satu diantaranya dengan air yang
bercampur tanah.
Selain tiga macam najis diatas, masih terdapat satu najis lagi yaitu : Ma'fu (Najis yang
dima'afkan) antara lain Nanah atau darah yang cuma sedikit, debu atau air dari lorong-lorong
yang memercik sedikit dan sulit dihindarkan.
C.Istinja'

Bersuci setelah buang air kecil atau air besar dinamakanistinja'. Dalam hal ini boleh
memakai air atau dengan tiga buah batu. Tiga buah batu yang dimaksud, bisa berupa tiga buah
batu atau satu batu yang memiliki tiga buah sisi (segi tiga). Dan yang dimaksud batu adalah
benda padat yang kesat dan suci. Benda licin seperti kaca tidak sah dipakai untuk Istinja'.

Hukum istinja' adalah wajib. Bagi yang tidak melakukannya maka berdosa. hal itu
disandarkan pada sebuah hadist. Ketika Rasulullah melewati dua kubur, bersabda, "Dua orang
yang ada dalam kubur ini disiksa. Yang seorang disiksa karena mengau-adu orang, dan yang
seorang lagi karena tidak bersuci dari kencingnya." (sepakat ahli hadis).
D.Wudhu
Wudhu adalah salah satu cara bersuci dari hadas kecil sebelum mengerjakan ibadah shalat
atau membaca Al-Qur'an. Perintah wajib wudhu ini memang turun bersamaan dengan perintah
wajib shalat. Firman Allah SWT, "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak
mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu sampai siku dan sapulah
kepalamu serta basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki."(Q.S. Al-Maidah : 6). Sabda
rasulullah saw. "Allah SWT tidak akan menerima shalat seseorang yang berhadas sehingga ia
berwudhu." (H.R. Abu Daud).
Syarat Wudhu ada 5 (lima)
1. Islam
2. Sudah Baliqh

3. Tidak berhadas besar
4. Memakai air yang mutlak (suci dan dapat dipakai mensucikan)
5. Tidak ada yang menghalangi sampainya kekulit

Rukun Wudhu ada 6 (Enam)
1. Niat Kemudian dilanjutkan dengan bacaan :
"Nawaitul wudluua liraf'il hadatsil ashghari fardlallillaahi ta'aalaa" artinya : "aku niat
berwudlu' untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah"

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
hyahidayah liked this
De'a Azhar liked this
Ibrahim Karmen liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->