Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HOTD Ukhuwah Islamiyah

HOTD Ukhuwah Islamiyah

Ratings: (0)|Views: 688 |Likes:
Published by api-3725701
Hadist riwayat Zaid bin Tsabit ra.:
\
Bahwa Nabi saw. berangkat untuk berperang di bukit Uhud lalu kembalilah sebagian dari mereka yang ikut bersama beliau sehingga terpecahlah para pengikut Nabi saw. menjadi dua bagian. Sebagian mereka mengatakan kita akan bunuh mereka dan sebagian lagi berpendapat tidak. Lalu turunlah ayat: Maka mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik.
Hadist riwayat Zaid bin Tsabit ra.:
\
Bahwa Nabi saw. berangkat untuk berperang di bukit Uhud lalu kembalilah sebagian dari mereka yang ikut bersama beliau sehingga terpecahlah para pengikut Nabi saw. menjadi dua bagian. Sebagian mereka mengatakan kita akan bunuh mereka dan sebagian lagi berpendapat tidak. Lalu turunlah ayat: Maka mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik.

More info:

Published by: api-3725701 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

[HOTD] ukhuwah islamiyah
November 20th, 2006
Hadist riwayat Zaid bin Tsabit ra.:

Bahwa Nabi saw. berangkat untuk berperang di bukit Uhud lalu kembalilah sebagian dari
mereka yang ikut bersama beliau sehingga terpecahlah para pengikut Nabi saw. menjadi dua
bagian. Sebagian mereka mengatakan kita akan bunuh mereka dan sebagian lagi berpendapat
tidak. Lalu turunlah ayat: Maka mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan dalam
menghadapi orang-orang munafik.

Links:

[indahnya peRsatuan, buRuknya peRpecahan]
http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&task=view&id=99&Itemid=11
[ukhuwah pluRalis]
http://mubarok-institute.blogspot.com/2006/07/ukhuwah-pluralis.html
[tentang banyaknya \u2018kelompok\u2019]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/7/cn/2788
[jangan beRsedih indonesia]
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/032006/12/99pekan.htm
[menggagas ukhuwah nisaiyah]
http://www.rahima.or.id/SR/11-04/Dirasah.htm
[hablum minallah]
http://rasuldahri.tripod.com/articles/kka2_sebelas.htm
[kekuatan ukhuwah]
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0404/08/manajemen_qolbu.htm
[hikmah tahun baRu islam : meRancang hidup lebih baik]
http://www.manajemenqolbu.com/cybermq/detail_artikel.php?id=43&noid=2&PHPSESSID=583
9e1da89450debb8b626e607aad679
[istilah ikhwan dan akhawat yang mengalami penyempitan makna]
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/4752
[webmasteR muslim beRsatu membela islam memeRangi alkaafiRuun]
http://drupalmalaysia.org/RISALAH-ISLAM/node/14

-perbanyakamalmenujusurga-

http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&task=view&id=99&Itemid=11
Indahnya Persatuan, Buruknya Perpecahan
Dikirim oleh Kontributor Special || Jumat, 09 Juni 2006 - Pukul: 13:26 WIB

Di antara keistimewaan ajaran Islam adalah seruan kepada penganutnya untuk
mempertahankan persatuan di antara umat Islam (Ukhuwah Islamiah ) dan cercaan terhadap
perpecahan yang terjadi di tengah umat ini. Sesuai dengan firman Allah yang artinya:"Dan

berpegang eratlah kalian semua dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah" . (Ali Imran:

103). Maksud dari kata "tali Allah" adalah Al-Qur'an. Terdapat beberapa hadits yang
menerangkan tentang "berpegang erat dengan tali Allah" antara lain: Abu Sa'id Al-Khudri
berkata: Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : "Kitabullah adalah tali Allah yang

memanjang dari langit hingga bumi". (HR. At-Tirmidzi, hasan gharib).
Abu Syuraih Al-Khuza'i berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada di tengah-
tengah kami, beliau bersabda: "Kabar gembira buat kalian, apakah kalian bersaksi bahwa tidak

ada sesembahan yang haq selain Allah dan aku adalah utusanNya?" Para sahabat menjawab:
"Benar". Kemudian Rasulullah` bersabda: "Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah perantara (tali),
salah satu ujung talinya berada di sisi Allah dan ujung lainnya ada di tengah-tengah kalian,
maka berpegang teguhlah padanya, sungguh kalian tidak sesat dan binasa jika berpegang teguh
padanya (Al-Qur'an)."(Shahih Ibnu Hibban, 12/165).

Zaid bin Arqam berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Ketahuilah bahwa

saya meninggalkan bagi kalian dua hal yang berat, salah satunya adalah Kitabullah dan itu
adalah tali Allah, barangsiapa mengikutinya maka dia ada dalam petunjuk Allah dan
barangsiapa meninggalkannya maka ia dalam kesesatan." (HR. Muslim).

Kalimat "jangan kalian berpecah belah" berarti peringatan Allah kepada umat Islam untuk
bersatu dalam persaudaraan Islam dan larangan untuk bergolong-golongan yang menyebabkan
lemahnya umat Islam di hadapan umat lain. Terdapat beberapa hadits yang menerangkan
perintah Allah kepada hambaNya untuk menjaga persatuan umat Islam (Ukhuwah Islamiyah)
antara lain:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah
menyukai tiga hal dan membenci tiga hal. Tiga hal yang disukai Allah adalah:Menyembah

hanya kepada Allah dan tidak mempersekutukanNya dengan suatu apapun, Berpegang
eratlah kalian semua dengan tali Allah (bersatu) dan jangan berpecah belah, Saling memberi
nasihat terutama antara pemimpin dan rakyat.

Dan tiga hal yang dimurkai Allah adalah:
Dan tiga hal yang dimurkai Allah adalah:
\u2022
Mempercayai isu/berita yang tak jelas kebenarannya.
\u2022
Bertanya yang tidak pada tempatnya.
\u2022
Berbuat mubazir atau berfoya-foya." (Ibnu Katsir, 2/83; Shahih Muslim; 1715).
PENJELASAN PARA ULAMA
Mari kita telusuri pendapat para Imam Yang Sholeh dalam pembahasan ini.
Imam Qurthubi:

Dalam memahami kalimat "berpegang teguhlah pada tali Allah" beliau mengatakan,
'Sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk selalu bersatu dan melarang kita untuk berpecah
belah. Sungguh perpecahan itu adalah suatu kehancuran, sebaliknya persatuan (ukhuwah
Islamiyah) adalah keberhasilan karena berpegang teguh pada tali Allah; maka berpegang
teguhlah dengan taliNya yang kuat ( al-'urwatul wutsqa) yaitu Kitabullah.'

Sementara itu kalimat "jangan kalian berpecah" maksudnya berpecah dalam agama kamu
sebagaimana berpecahnya orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam agama mereka. Bisa juga arti
berpecah di sini bergolong-golongan mengikuti hawa nafsu dengan berbagai macam tujuan
duniawi yang menyebabkan banyaknya golongan-golongan dalam agama ini. Oleh karena itu,
satu-satunya jalan menghindari bencana ini adalah bersatunya umat Islam dalam satu ikatan
Allah yaitu Kitabullah. (Al-Qurthubi, 4/159).

Untuk itulah Allah mewajibkan kita agar berpegang teguh pada KitabNya serta sunnah RasulNya dan menjadikan keduanya sebagai rujukan (referensi) dalam hidup ini, terutama ketika terjadi perselisihan di antara kita. Allah juga memerintahkan kita untuk selalu berpedoman kepada Al- Qur'an dan Al-Hadits sebagai keyakinan yang diamalkan. Inilah jalan menuju persatuan umat

Islam untuk kebaikan dunia akhirat. (Al-Qurthubi, 4/164).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:

Dalam hal ini berkata: "Para pengikut sunnah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam (Ahlus Sunnah)
adalah kelompok manusia terbesar yang bersatu dan saling mengasihi. Sebaliknya golongan
mutakallimin dan filsafat adalah kelompok manusia terbesar dalam pertikaian dan
perselisihan." Beliau tambahkan pula: "Sesungguhnya dalam golongan Mu'tazilah banyak terjadi
pertikaian dan perselisihan. Satu sama lain saling mengkafirkan, bahkan ada seorang murid yang
menganggap kafir gurunya karena berselisih faham. Hal ini tak mungkin dan tak akan pernah
terjadi pada umat yang mengikuti perilaku Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang bersumber
dari Al-Qur'an dan Al-Hadits. Jika terjadi perselisihan pada umat Islam dan mengakibatkan
pertikaian bahkan permusuhan maka ketahuilah bahwa hawa nafsu telah berperan di sini dan
bukan lagi kebenaran."

"Para imam mujtahid Islam telah memberi contoh pada kita, walaupun mereka berbeda
pendapat dan berselisih paham dalam masalah kaifiyat (cara) pelaksanaan ibadah tetapi mereka
tetap bersatu dan saling kasih dalam Ukhuwah Islamiyah." Ditambahkan pula oleh beliau:
"Perpecahan yang terjadi pada umat Islam disebabkan banyaknya pengikut umat ini yang
melakukan bid'ah dalam agama mereka. Sementara persatuan (ukhuwah Islamiyah) yang terjadi
di tengah umat ini karena mereka berpegang teguh pada ajaran Islam murni dan otentik yang
disampaikan oleh para Salafus Shalih dari umat ini. Untuk itu para pengikut sunnah Rasulullah

shallallahu 'alaihi wasallam pasti bersatu dan ahli bid'ah pasti dalam perpecahan." (Majmu',
4/53).
Ibnu Qutaibah:

Ketika berbicara tentang golongan Mu'tazilah, beliau mengatakan: "Bahwa golongan ini adalah
kelompok manusia terbesar yang selalu berselisih paham dan akhirnya satu sama lain saling
bermusuhan. Jika dua orang pemimpin dari golongan ini bertemu pasti terjadi perselisihan di
antara keduanya. Dan setiap orang dari pemimpin Mu'tazilah pasti mempunyai golongan/aliran
yang berbeda dengan pemimpin lainnya. Sebaliknya para imam mujtahid Ahlus Sunnah walaupun
perselisihan selalu terjadi di antara para sahabat juga tabi'in dalam hal fiqih dan nahwu tapi
mereka tetap dalam satu ikatan dan saling kasih dalam persaudaraan Islam (Ukhwah Islamiah)
dalam beragama." (Lihat kitab Ikhtilafuhum fil Ushul).

Imam Abul Qasim Al-Isbahani:

Beliau berkata: "Kelompok yang selalu merujuk segala sesuatu kepada Al-Qur'an dan Al-Hadits
(Ahlus Sunnah) selalu menjaga persatuan (Ukhuwah Islamiah). Karena mereka selalu menjadikan
Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai rujukan (referensi) segala permasalahan dunia maupun akhirat.
Sebaliknya mereka yang mengerjakan ibadah dengan bersumber kepada pendapat dan logika
saja (pelaku bid'ah) maka kita akan dapatkan mereka selalu dalam perpecahan. Artinya, orang
Islam yang rujukan agamanya tepat dan benar, mereka selalu ada dalam persaudaraan,
walaupun ada perbedaan dalam memahami suatu Hadits yang berbeda kata atau kalimatnya.
Sebaliknya pula bagi mereka yang rujukan agamanya tidak tepat, seperti memahami agama
hanya dengan logika dan pendapat pribadi, kita akan dapatkan mereka selalu ada dalam
perpecahan; karena otak dari setiap individu mem-punyai pandangan berbeda satu dengan
lainnya.

Mari kita kembali telusuri kehidupan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, tabi'in dan
para mujtahid setelahnya, mereka tetap bersatu meski berbeda pendapat dalam masalah
bersuci, perdagangan, pernikahan, perceraian dan masalah-masalah lainnya yang memang pintu
untuk perbedaan itu terbuka lebar. Walaupun demikian mereka tetap ada dalam suatu barisan
untuk meninggikan kalimat Allah. Hal ini bisa terjadi karena mereka tetap merujuk pada
referensi yang tepat yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai pedoman.

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
yupppppppppppp liked this
Arifin Rasyid liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->