Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bulan Rajab - HOTD

Bulan Rajab - HOTD

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 803 |Likes:
Published by api-3725701
Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada lagi fara` (anak unta pertama yang disembelih untuk berhala-berhala mereka) dan...
Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada lagi fara` (anak unta pertama yang disembelih untuk berhala-berhala mereka) dan...

More info:

Published by: api-3725701 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

Hadith of the Day
[HOTD] bulan Rajab

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan
Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah
(ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri[641] kamu dalam
bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana
merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-
orang yang bertakwa.

(QS. At Taubah, 9 : 36)
Hadist riwayat Abu Hurairah ra. beliau berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada lagi fara` (anak unta pertama yang disembelih
untuk berhala-berhala mereka) dan tidak pula atirah (hewan ternak yang
disembelih pada sepuluh hari pertama dari bulan Rajab). Ibnu Rafi` menambahkan
dalam riwayatnya: Fara` adalah anak ternak pertama yang disembelih oleh
pemiliknya

Links:
[penjelasan paRa ulama tentang masalah Rajab]
http://www.almanhaj.or.id/content/1525/slash/0
[membahas amalan bulan Rajab]
http://baiturrahmah.blogsome.com/2006/07/17/membahas-amalan-bulan-rajab/
[hadits-hadits palsu tentang keutamaan shalat dan puasa di bulan Rajab]
http://www.almanhaj.or.id/content/1523/slash/0
[tentang puasa Rajab]
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=9
21&Itemid=30
[fenOmena bid\u2019ah di bulan Rajab]
http://vbaitullah.or.id/downloads/ebooks/bidah-rajab.pdf
[setiap perkaRa baru yang tidak ada sebelumnya di dalam agama adalah bid'ah]
http://www.almanhaj.or.id/content/1399/slash/0
[wajib menjelaskan hadits-hadits dha'if kepada umat islam]
http://www.almanhaj.or.id/content/1359/slash/0
-perbanyakamalmenujusurga-
http://www.almanhaj.or.id/content/1525/slash/0
Penjelasan Para Ulama Tentang Masalah Rajab
Selasa, 9 Agustus 2005 07:26:52 WIB

HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Bagian Terkahir dari Dua Tulisan 2/2

PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG MASALAH RAJAB
[1]. Imam Ibnul Jauzy menerangkan bahwa hadits-hadits tentang Rajab, Raghaa'ib
adalah palsu dan rawi-rawi majhul. [Lihat al-Maudhu\u2019at (II/123-126)]
http://orido.wordpress.com
1
Hadith of the Day

[2]. Kata Imam an-Nawawy:
\u201cShalat Raghaa-ib ini adalah satu bid\u2019ah yang tercela, munkar dan jelek.\u201d [Lihat
as-Sunan wal Mubtada\u2019at (hal. 140)]

Kemudian Syaikh Muhammad Abdus Salam Khilidhir, penulis kitab as-Sunan wal
Mubtada\u2019at berkata: \u201cKetahuilah setiap hadits yang menerangkan shalat di awal
Rajab, pertengahan atau di akhir Rajab, semuanya tidak bisa diterima dan tidak
boleh diamalkan.\u201d [ Lihat as-Sunan wal Mubtada\u2019at (hal. 141)]

[3]. Kata Syaikh Muhammad Darwiisy al-Huut: \u201cTidak satupun hadits yang sah
tentang bulan Rajab sebagaimana kata Imam Ibnu Rajab.\u201d [Lihat Asnal Mathaalib
(hal. 157)]

[4]. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H): \u201cAdapun shalat
Raghaa'ib, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam), bahkan
termasuk bid\u2019ah.... Atsar yang menyatakan (tentang shalat itu) dusta dan palsu
menurut kesepakatan para ulama dan tidak pernah sama sekali disebutkan
(dikerjakan) oleh seorang ulama Salaf dan para Imam...\u201d

Selanjutnya beliau berkata lagi: \u201cShalat Raghaa'ib adalah BID\u2019AH menurut
kesepakatan para Imam, tidak pernah Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam
menyu-ruh melaksanakan shalat itu, tidak pula disunnahkan oleh para khalifah
sesudah beliau Shallallahu \u2018alaihi wa sallam dan tidak pula seorang Imam pun yang
menyunnahkan shalat ini, seperti Imam Malik, Imam Syafi\u2019i, Imam Ahmad, Imam
Abu Hanifah, Imam ats-Tsaury, Imam al-Auzaiy, Imam Laits dan selain mereka.

Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang itu adalah dusta menurut Ijma\u2019 para Ahli
Hadits. Demikian juga shalat malam pertama bulan Rajab, malam Isra\u2019, Alfiah
nishfu Sya\u2019ban, shalat Ahad, Senin dan shalat hari-hari tertentu dalam satu pekan,
meskipun disebutkan oleh sebagian penulis, tapi tidak diragukan lagi oleh orang
yang mengerti hadits-hadits tentang hal tersebut, semuanya adalah hadits palsu
dan tidak ada seorang Imam pun (yang terkemuka) menyunnahkan shalat ini...
Wallahu a\u2019lam.\u201d [Lihat Majmu\u2019 Fataawa (XXIII/132, 134)]

[5]. Kata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:
\u201cSemua hadits tentang shalat Raghaa'ib pada malam Jum\u2019at pertama di bulan
Rajab adalah dusta yang diada-adakan atas nama Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa
sallam. Dan semua hadits yang menyebutkan puasa Rajab dan shalat pada beberapa
malamnya semuanya adalah dusta (palsu) yang diada-adakan.\u201d [Lihat al-Manaarul
Muniif fish Shahiih wadh Dha\u2019iif (hal. 95-97, no. 167-172) oleh Ibnul Qayyim,
tahqiq: \u2018Abdul Fattah Abu Ghaddah]

[6]. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany mengatakan dalam kitabnya, Tabyiinul \u2018Ajab
bima Warada fii Fadhli Rajab:
\u201cTidak ada riwayat yang sah yang menerangkan tentang keutamaan bulan Rajab
dan tidak pula tentang puasa khusus di bulan Rajab, serta tidak ada pula hadits
yang shahih yang dapat dipegang sebagai hujjah tentang shalat malam khusus di
bulan Rajab.\u201d

[7]. Imam al-\u2018Iraqy yang mengoreksi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Ihya\u2019
\u2018Uluumuddin, menerangkan bahwa hadits tentang puasa dan shalat Raghaa'ib
adalah hadits maudhu\u2019 (palsu). [Lihat Ihya\u2019 \u2018Uluumuddin (I/202)]

http://orido.wordpress.com
2
Hadith of the Day

[8]. Imam asy-Syaukani menukil perkataan \u2018Ali bin Ibra-him al-\u2018Aththaar, ia berkata
dalam risalahnya: \u201cSesungguhnya riwayat tentang keutamaan puasa Rajab,
semuanya adalah palsu dan lemah, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu \u2018alaihi
wa sallam).\u201d [Lihat al-Fawaa-idul Majmu\u2019ah fil Ahaaditsil Maudhu\u2019ah (hal. 381)]

[9]. Syaikh Abdus Salam, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada\u2019at menyatakan:
\u201cBahwa membaca kisah tentang Isra\u2019 dan Mi\u2019raj dan merayakannya pada malam
tang-gal dua puluh tujuh Rajab adalah BID\u2019AH. Berdzikir dan mengadakan
peribadahan tertentu untuk merayakan Isra\u2019 dan Mi\u2019raj adalah BID\u2019AH, do\u2019a-do\u2019a
yang khusus dibaca pada bulan Rajab dan Sya\u2019ban semuanya tidak ada sumber (asal
pengambilannya) dan BID\u2019AH, sekiranya yang demikian itu perbuatan baik, niscaya
para Salafush Shalih sudah melaksanakannya.\u201d [Lihat as-Sunan wal Mubtada\u2019at (hal.
143)]

[10]. Syaikh \u2018Abdul \u2018Aziz bin \u2018Abdullah bin Baaz, ketua Dewan Buhuts \u2018Ilmiyyah,
Fatwa, Da\u2019wah dan Irsyad, Saudi Arabia, beliau berkata dalam kitabnya, at-Tahdzir
minal Bida\u2019 (hal. 8): \u201cRasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam dan para Shahabatnya
tidak pernah mengadakan upacara Isra\u2019 dan Mi\u2019raj dan tidak pula mengkhususkan
suatu ibadah apapun pada malam tersebut. Jika peringatan malam tersebut
disyar\u2019iatkan, pasti Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam telah menjelaskan
kepada ummat, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Jika pernah dilakukan
beliau Shallallahu \u2018alaihi wa sallam, pasti diketahui dan masyhur, dan ten-tunya
akan disampaikan oleh para Shahabat kepada kita...

Nabi Muhammad Shallallahu \u2018alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak
memberi nasihat kepada manusia, beliau telah menyampaikan risalah kerasulannya
sebaik-baik penyampaian dan telah menjalankan amanah Allah dengan sempurna.

Oleh karena itu, jika upacara peringatan malam Isra\u2019 dan Mi\u2019raj dan merayakan itu
dari agama Allah, ten-tunya tidak akan dilupakan dan disembunyikan oleh
Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam, tetapi karena hal itu tidak ada, maka
jelaslah bahwa upacara tersebut bukan dari ajaran Islam sama sekali. Allah telah
menyempurnakan agama-Nya bagi ummat ini, mencukupkan nikmat-Nya dan Allah
mengingkari siapa saja yang berani mengada-adakan sesuatu yang baru dalam
agama, karena cara tersebut tidak dibenarkan oleh Allah:

\u201cArtinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah
Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam jadi agama bagimu.\u201d
[Al-Maa-idah: 3]

KHATIMAH

Orang yang mempunyai bashirah dan mau mendengarkan nasehat yang baik, dia akan berusaha meninggalkan segala bentuk bid\u2019ah, karena setiap bid\u2019ah adalah sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam:

\u201cArtinya : Tiap-tiap bid\u2019ah itu sesat dan tiap-tiap kesesatan di Neraka.\u201d
[HSR. An-Nasa'i (III/189) dari Jabir radhiyallahu \u2018anhu dalam Shahih Sunan an-Nasa'i
(I/346 no. 1487) dan Misykatul Mashaabih (I/51)]

Para ulama, ustadz, kyai yang masih membawakan hadits-hadits yang lemah dan
palsu, maka mereka digo-longkan sebagai pendusta.
Sebagaimana Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda:
http://orido.wordpress.com
3

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sabiq Saftari liked this
Rizal Jibran liked this
metro_pls liked this
Iman Arman liked this
Hairul Firdaus liked this
Syihabudin Ahmad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->