alhamdulillah..
tadi malem udh aqiqah.. walo sempet ngaret
karena ustadz nya terlambat gara-gara lupa..
heheh..
tiga point penting dalam melaksanakan aqiqah
udh terlewati..
mengandalkan lembaga penyedia jasa pemotongan
kambing utk aqiqah, dua kambing jadi sate, gule,
dan tongseng. Enak nih masakannya..
rambut secara simbolik oleh ustadz dan tamu
undangan. Tinggal di cukur habis dan bersedekah
sesuai berat timbangan rambut si bayi.
buat anak ku yang kedua ini, sempet juga istri ku
gak sreg dengan bbrp pilihan nama yang aku buat, sampai di menit2 terakhir di hari
aqiqah, akhirnya aku dan istri sepakat utk memberi nama anak ku yang ke dua itu
yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih,
dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa ia
adalah rambut yang dibawa sibayi ketika lahir. Adapun maknanya secara
syari\u2019at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.[1]
Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah,
dan ini adalah pendapat JumhurUlama, berdasarkan anjuranRasulull oh
Shallallaahu alaihi wa Sallam dan praktek langsung beliau Shallallaahu alaihi wa
Sallam. \u201cBersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus)darinya
darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur
Perkataannya Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: \u201cmaka tumpahkan
(penebus)darinya darah (sembelihan),\u201d adalah perintah, namun bukan bersifat
wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu:
\u201cBarangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya,
maka silahkan lakukan.\u201d (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad
yang hasan).
Perkataan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: \u201cingin
menyembelihkan,..\u201d merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada
dasarnya wajib menjadi sunnah.
Dalam aqiqah ini mengandung unsur pengusiran syaithan dari meng-ganggu
anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya:
\u201cSetiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.\u201d (Hadits shahih riwayat Ahmad,
Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai, Dan Ibnu Majah)
Maksudnya bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya,
sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Al Qayyim. Imam Ahmad mengatakan:
Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan
aqiqahnya).
Merupakan bentuk taqarrub kepada Alloh Subhanahu wa Ta\u2019ala dari si anak di
saat awal dia keluar di dunia, dan si anak sangat mengambil manfaat darinya
sebagaimana dia mengambil manfaat dengan doa. Dan sebagai ungkapan syukur
nikmat atas dikaruniakan anak.
Imam Malik berkata: Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah denda
laranganhaji) dan udhhiyah (qurban), tidak boleh dalam aqiqah ini hewan yang
picak, kurus, patah tulang, dan sakit. Imam Asy Syafiiy berkata: Dan harus
dihindari dalam hewan aqiqah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam
qurban.
Ibnu Abdul Barr berkata: Para ulama telah ijma bahwa di dalam aqiqah ini tidak
diperbolehkan apa yang tidak diperbolehkan di dalam udhhiyah, (harus) dari Al
Azwaj Ats Tsamaniyyah (kambing, domba, sapi dan unta), kecuali pendapat
yang ganjil yang tidak dianggap.
Namun di dalam aqiqah tidak diperbolehkan berserikat sebagaimana dalam
udhhiyah, baik kambing/domba, atau sapi atau unta. Sehingga bila seseorang
aqiqah dengan sapi atau unta, itu hanya cukup bagi satu orang saja, tidak boleh
bagi tujuh orang.