Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Jurnal BK(Dewi Sartika)PDF

Tugas Jurnal BK(Dewi Sartika)PDF

Ratings: (0)|Views: 2,089|Likes:

More info:

Published by: Sartika Adenya Kartika on Sep 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/13/2013

pdf

text

original

 
127
MODEL BIMBINGAN PERKEMBANGAN UNTUK MENINGKATKANKECAKAPAN SOSIAL-PRIBADI ANAK BERBAKAT AKADEMIK
Rochmat WahabFIP Universitas Negeri Yogyakarta (e-mail: rochmat_wb@uny.ac.id)
Abstract: A Development Guidance Model to Improve Academically GiftedChildren’s Social-Personal Skills
. This study intended to investigate theeffectiveness of personal-social guidance programs for Academically GiftedStudents (AGS). This study was a research and development study. The researchsubjects were 80 senior high students. The data were collected using an inventoryand rating scales. The quantitative data were analyzed by the the descriptive andinferential statistical techniques, i.e. percentile, t-test and ANOVA, and thequalitative data by the descriptive technique. The results show that (1) the profileof personal-social skills among the AGS is very good, (2) the materials andimplementation of the Personal-Social Guidance Program Guide on the basis of theDevelopment Model is an appropriate alternative model that can increase theAGS’s personal-social skills, (3) the Personal-Social Guidance Program Guide onthe basis of the Developmental Model is empirically proven to be able to increasethe AGS’s personal-social skills.
Keywords
:
development guidance model, social-personal guidance, academicallygifted students
 PENDAHULUAN
Di Indonesia, secara kuantitatifanak berbakat akademik (ABA) sangat-lah besa. Jika diasumsikan berdasarkanpendekatan statistik dikaitkan dengandefinisi Marland Report (Piirto, 1994), jumlah anak berbakat sebanyak 3-5%dari populasi. Namun,
 
di antara merekapada kenyataannya cenderung belum berprestasi optimal, terlebih-lebih di erakrisis multi dimensional dewasa ini. Disisi lain arus globalisasi sangat meng-hendaki kemampuan kompetitif setiapindividu, tak terkecuali bangsa Indone-sia. Untuk mengupayakan bangsa Indo-nesia di masa depan yang lebih pros-pektif, maka sangatlah diperlukan sis-tem pendidikan bermutu yang mampumembangun
 
keunggulan
 
(excellence).
Untuk membangun keunggulan terse- but, bangsa Indonesia sangat bertumpupada individu-individu berpotensi dan berprestasi cemerlang, yang salah satu-nya adalah ABA.Berbagai upaya telah dilakukan da-lam membangun keunggulan, di anta-ranya melakukan reformasi perundang-undangan sistem pendidikan, manaje-men pendidikan, orientasi kurikulum,dan model pembelajaran. Namun, pada
 
128
Cakrawala Pendidikan 
 , Mei 2010, Th. XXIX, Edisi Khusus Dies Natalis UNY
 
kenyataannya, semuanya belumlah me-madai. Berdasarkan pengalaman nega-ra-negara maju, termasuk Amerika Seri-kat, layanan bimbingan dan konseling(BK) merupakan suatu jantung prosespendidikan yang ternyata mampu me-nunjukkan kontribusinya dalam meng-akselerasi kemajuan pendidikan, yangpada gilirannya mampu membangunkeunggulan (Silverman, 1993)Walaupun secara fenomenal di se- jumlah negara maju diyakini bahwalayanan BK sudah dipandang mampumemberikan kontribusi yang sangat berarti, pada kenyataannya layanan BKdi semua jenjang pendidikan di Indone-sia, khususnya pendidikan menengah,sebagai peletak kemampuan dasar, ma-sih jauh dari yang diharapkan. Olehkarena itulah, sangat beralasan bahwapencarian alternatif layanan BK, teruta-ma untuk ABA pada SMA, merupakansuatu kebutuhan yang masih perlu te-rus diupayakan pemenuhannya.Penelitian yang dilakukan ini dida-sarkan atas kebutuhan nyata di lapang-an, yakni untuk mengetahui kinerja ke-cakapan
 
sosial-pribadi ABA yang meng-ikuti program percepatan belajar (pro-gram akselerasi) pada sejumlah SMA diIndonesia. Hal ini dipandang penting,karena mereka sering mendapatkan so-rotan dari masyarakat yang berkenaandengan kecakapan sosial-pribadinya.Banyak anggota masyarakat yang ma-sih menyangsikan efektivitas programakselerasi karena program tersebut di-duga
 
hanya menguntungkan aspek aka-demiknya saja dan tidak mampu mem- bangun kecakapan sosial-pribadinya.Pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena banyak penelitian jugamenunjukkan bahwa ABA juga memi-liki kematangan sosial dan emosionalyang baik. Hal ini diperkuat olehMilgram (1991) bahwa
“gifted learners asa group are characterized by more positivepersonal-social characteristics and fewer lifedifficulties than their less gifted peers.”
Untuk semakin dapat membantukehidupan sosial dan pribadi ABA,maka diupayakan suatu penelitianyang diarahkan untuk mengembang-kan program bimbingan sosial-pribadiyang teruji secara empirik, yang dapatdibuktikan dengan kontribusinya ter-hadap peningkatan kecakapan sosial-pribadinya.Adapun fokus masalah penelitianini adalah model bimbingan yang se-cara efektif dapat memberikan kesem-patan seluas-luasnya bagi ABA padaSMA sehingga mereka dapat mengem- bangkan kecakapan sosial-pribadinyasecara optimal. Secara konseptual, fak-tor non intelektual merupakan salahsatu faktor utama yang dapat memfasi-litasi pengembangan kemampuan aka-demik sehingga diharapkan melalui pe-ngembangan kecakapan sosial-pribadi,ABA dapat terhindar dari kondisi ber-prestasi kurang dan dapat berkembangsecara optimal.Untuk lebih terfokusnya, maka se-cara rinci penelitian ini diharapkan da-pat menjawab sejumlah masalah, di an-taranya sebagai berikut.
 
Bagaimanakah profil kecakapan so-sial-pribadi ABA?
 
Bagaimana kualitas Pedoman UmumPengembangan Program BimbinganSosial-Pribadi berbasis Model Per-kembangan bagi ABA?
 
129
Model Bimbingan Perkembangan untuk Meningkatkan Kecakapan Sosial-Pribadi
 
 
Bagaimana efektivitas Program Bim- bingan Sosial-Pribadi berbasis ModelPerkembangan untuk ABA?
METODE
Penelitian ini menggunakan pende-katan penelitian dan perkembangan
(research and development)
sebagaimanayang dikembangkan oleh Borg and Gall(1989).
 
Adapun subjek penelitiannyaadalah ABA yang mengikuti ProgramAkselerasi di sejumlah SMAN, baikyang ada di Kota Bandung, maupun diKota Yogyakarta. Subjek penelitian inidikatagorikan berdasarkan jenis kela-min, latar belakang sosial ekonomiorang tua, dan letak huniannya. Varia- bel-variabel ini dipilih karena berdasar-kan studi terdahulu variabel tersebutmemiliki hubungan yang berarti ter-hadap kinerja akademik siswa berbakatakademik dan kecakapan sosial-priba-dinya.
 
Selain siswa, diharapkan jugapara konselor dan guru menjadi subjekuntuk diperoleh informasinya tentangkualitas dan kebermanfaatan PedomanUmum Pengembangan Program Bim- bingan Sosial-Pribadi berbasis ModelPerkembangan yang dikembangkan.
 
Penentuan subjek penelitian untuksekolah dilakukan berdasarkan teknik
purposive random sampling,
karena diten-tukan sendiri oleh peneliti. Hal ini ter- jadi karena jumlah sekolah yang me-nyelenggarakan program pendidikanakselerasi untuk jenjang SMA terbatas.Demikian juga subjek penelitian ABAditentukan melalui teknik
purposive nonrandom sampling,
sehingga semua siswasiap dijadikan subjek penelitian untukuji model terbatas. Sementara itu, pe-nentuan subjek penelitian untuk konse-lor dan guru digunakan teknik
randomsampling,
sehingga semua konselor danguru berhak menjadi subjek penelitian.Penentuan tempat uji coba modelterbatas dilakukan di SMAN 3 Bandungdengan subjek penelitian sebanyak 8orang siswa, satu orang konselor, dandua orang guru; uji coba diperluas di-lakukan di SMAN 1 dan 8 Yogyakartadengan dengan subjek penelitian seba-nyak 14 dan 12 orang siswa dan ma-sing-masing satu orang konselor, dandua orang guru; dan uji validasi modeldilakukan di SMAN 1, 3, dan 8 Yogya-karta dengan dengan subjek penelitiansebanyak 12, 22, dan 12 orang siswadan masing-masing satu orang konse-lor, dan dua orang guru. Untuk mem-peroleh data penelitian yang berkaitandengan variabel kecakapan sosial-per-sonal telah dikembangkan sejumlah alatpengumpul data yang terdiri atas satuinventori dan dua skala penilaian. Ke-tiga alat pengumpul
 
data tersebut,
 
di an-taranya adalah (1) invontori kecakapansosial-pribadi; (2) skala
 
penilaian
 
untukimplementasi program bimbingan sos-ial-pribadi; dan (3) skala penilaian un-tuk validasi pedoman umum pengem- bangan program bimbingan sosial-pri- badi. Teknik analisis yang digunakanadalah teknik analisis statistik deskrip-tif berupa persentil dan teknik statistikinferensial, yaitu uji t, dan teknik ana-lisis deskriptif kualitatif untuk mengujivalidasi model, baik berkenaan denganprogram bimbingan sosial-pribadi ber- basis model perkembangan maupundampaknya terhadap kecakapan sosial-pribadi ABA.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dini SimpHsons liked this
Wening Cahya liked this
Alfy ILmy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->