memperhatikan dengan berkali-kali, maka apalagi terhadap hasil perbuatan manusia, sikap, ijtihad, pernyataan, danperundang-undangan, atau penguraian sejarah, yang dalam hal ini estapeta kepemimpinan Negara Islam Indonesia.Terhadap perbuatan manusia, mungkin bisa dianggap cocok atau pas bila dikaji hanya satu kali, tetapi manakala dikajidengan berulang-ulang maka bisa saja terdapat ketidaksesuaian dengan yang sesungguhnya.Manusia membuat undang- undang dianggap cocok dengan kondisi pada jaman itu dibuat. Tetapi, prediksi manusiatidak sempurna sehingga yang dibuatnya itu tidak bisa diaplikasikan sesudah diuji dengan jaman bahkanselanjutnya dipertentangkan. Begitu juga seseorang akan merasa benar dalam berijtihadnya, tetapi akan berbalik sesudahijtihadnya itu diuji dengan waktu lama sehingga memperoleh penemuan barunya dan menjadi beban moral baginya.Sebelum menulis penjelasan dan statemen tentang estapeta kepemimpinan NII tahun 1996 tertanggal 27 September 2007,
ada seorang yang biasa saya menyebutnya Ŗkiayiŗ beliau menyarankan supaya sejarah (maksudnya yang berkaitan dengan
estapeta kepemimpinan NII 1996) ditulis semuanya. Ya, tadinya direncanakan sedemikian, tetapi terbentur kondisiwaktu dan lainnya maka yang ditulis itu garis besarnya saja. Juga, mengingat pertimbangan situasi saat itu, sehinggahanya sempat ditulis dalam bentuk kilasan sejarah secara singkat seperti halnya:1.
a.
― Sungguh, sekiranya saya (MYT) tahu keadaan sebenarnya sebagaimana yang dikemukakan di Bekasi, atau
seperti tertera dalam Majalah KIBLAT tersebut di atas maka tentu sejarahnya tidak seperti yang dibaca sekarang
ini‖. Tapi, mu
ngkin saja terungkapnya kekeliruan mengenai Nota Dinas, 25 Agustus 1996 hakekatnya disebabkan penentuan nilai yang masih tersembunyi sehingga terjadi ketidakmulusan dalam perjalanannya. Roob juga yang Maha Mengetahui sesungguhnya. (
halaman
32
).
1.
b.
―Adapun penandatanganannya yaitu sesudah beberapa lama dari terbitnya Majalah UMMAT, terbitan 9
Desember 1996, atau sesudah terjadinya keguncangan di kalangan ummat serta aparat terhadap wawancara
AFW mengenai Pancasila‖ (
halaman
37
).
1.
c.
‖Beberapa l
ama sesudah penandatanganan, diantara empat yang menyaksikannya ada yangmengungkapnya bahwa untuk penandatanganan surat tersebut di atas didahului dengan tawar-menawar
mengenai jaminan….. Sehingga dari terungkapnya itu ada yang ragu mengenai sah atau tida
knya
penandatanganan lembaran pengangkatan aparat dalam MKT. No.4/1996.‖ (
halaman
38
).
1.
d.
― Dengan jawaban dari MYT itu rupanya tidak puas, sebab orang itu menyanggahnya dengan berkata,‖ Perkataan itu beda nilainya dengan tanda tangan.‖(
halaman38
).
Di antara empat poin kalimat di atas, ada kalimat yang akhirannya diberikan titik titik. Sehingga sebelum dijelaskandengan lisan maka pembacanya tidak bisa menyimak tentang jaminan apa itu. Tadinya juga supaya ada yang bertanyasecara langsung sehingga saya menjawabnya. Dan dengan jawaban dari saya itu tentu menjadi sejarah yang ditulis olehorang lain, artinya bila saya belum sempat mungkin akan ada yang menulisnya. Tetapi, sesudah dipikir ulang, bagaimanaseandainya tidak ada yang menulisnya, sedangkan saya diantara saksi sejarah itu sudah meninggal dunia, sedangkanpula sekalipun saya tidak menulisnya, namun di Akhirat tetap ada buktinya. Dan sebagai pelaku sejarah akandipertanggungjawabkan dari hal sejarah yang dijalaninya. Berdasarkan tanggung jawab tersebut itu serta adanya tuntutandari yang belum memahami sepenuhnya , maka dalam Pendahuluan jawaban ini akan dijelaskan yang tadinya belum jelas.Harus diketahui bahwa pada saat Abdul Fattah Wirananggapati tertangkap musuh, tahun 1991 banyak aparat masihberada dalam penjara musuh, atau sudah ada yang berdomisili di luar Pulau Jawa. Mereka tidak menyaksikan apa yang