Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pelaksanaan Demokrasi Di Indonesia Sejak Orde Lama

Pelaksanaan Demokrasi Di Indonesia Sejak Orde Lama

Ratings: (0)|Views: 708 |Likes:
Published by Wawan Kerenz

More info:

Published by: Wawan Kerenz on Oct 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
 
PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA SEJAK ORDE LAMA,ORDEBARU, DAN REFORMASI
Pengertian dan pelaksanaan demokrasi di setiap negaraberbeda, hal ini ditentukan olehsejarah, budaya dan pandangan hidup,dan dasar negara serta tujuan negara tersebut.Sesuai denganpandangan hidup dan dasar negara, pelaksanaan demokrasi diIndonesiamengacu pada landasan idiil dan landasan kkonstitusionalUUD 1945. Dasar demokrasiIndonesia adalah kedaulatan rakyatseperti yang yang tercantum dalam pokok pikiranketiga pembukaanUUD 1945 : “ Negara Republik Indonesia yang berkedaulatanrakyatberdasar kerakyatan, permusyawaratan/perwakilan”. Pelaksanaannyadidasarkan pada UUD 1945 Pasal 1 ayat (2) “Kedaulatan beradaditangan rakyat dan dilaksanakanmenurut UUD”.1.DEMOKRASI LIBERALPada tanggal 14 November 1945, pemerintahRI mengeluarkanmaklumat yang berisi perubahan sistem pemerintahan presidensialmenjadi sistem parlementer dengan sistem demokrasi liberal,kekuasaanditujukan untuk kepentingan individu atau golongan.Dengan sistem kabinet parlementer,menteri-menteri bertanggung jawab kepada DPR. Kebijaksanaan pemerintah harusdisesuaikandengan mayoritas DPR, sebab kalau tidak sesuai kabinet dapatdijatuhkan olehDPR melalui mosi tidak percaya. Selain itu, karenakemerdekaan mengeluarkan pendapatditafsirkan sebagai sikapsebebas-bebasnya, kritik yang selalu dilancarkan kaum oposisi bukanmembangun melainkan menyerang pemerintah. Oleh karena itu,pemerintah tidak stabil.Keluarnya Maklumat Pemerintah 3 November 1945 memberipeluang yang seluas-luasnya terhadap warga negara untuk berserikatdan berkumpul, sehingga dalam waktusingkat bermuncullah partai-partai politik bagai jamur di musim penghujan.Keanggotaan badan konstituante yang dipilih dalam pemilu1955, membagi aspirasi politik dalam duakelompok, yakni golongannasionalis dan agama. Karena perbedaan di antara merekatidak dapatdiatasi dan tidak menemukan titik terang dalam hasil pemungutansuara dalamsiding konstituante, maka Presiden Soekarnomengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1945untuk menyelamatkannegara dan kemudian menjadi sumber hukum dalam penyelenggaraanpemerintahan.Dampak negatif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli1959, adalahsebagai berikut. Ternyata UUD 1945 tidak dilaksanakan secara murnidankonsekuen. UUD 45 yang harusnya menjadi dasar hukumkonstitusional penyelenggaraan pemerintahan pelaksanaannya hanya menjadi slogan-slogan kosong belaka. Memberikekeuasaan yangbesar pada presiden, MPR,dan lembaga tinggi negara. Hal ituterlihatpada masa Demokrasi terpimpin dan berlanjut sampai Orde Baru.Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik. SejakDekrit, militer terutamaAngkatan Darat menjadi kekuatan politik yangdisegani. Hal itu semakin terlihat padamasa Orde Baru dan tetapterasa sampai sekarang. 
 
2.DEMOKRASI PADA MASA ORDE LAMA
Pada masa ini, demokrasi dengan sistem pemerintahan parlementer berakhir. Halinidisebakan karena sistem pemerintahannya berubah dari parlementer ke presidensialsesuaidengan UUD yang berlaku. Jadi, pada masa ini terjadi perubahan yangfundamental. Ciri-ciri pemerintahan pada masa ini :•Peran dominan presiden,•Terbatasnya partai-partai politik,•Berkembangnya pengaruh komunis,•Meluasnya peranan ABRI sebagai unsur-unsur sosial politik.Pada masa ini, demokrasiyang digunakan adalah demokrasi terpimpin. Dasar hukum pelaksanaan demokrasi iniditetapkan dalam Sidang Umum ke-3 MPRS tahun1965, dengan Ketetapan MPRS No.VIII/MPRS/1965. Menurut Ketetapan MPRStersebut, prinsip penyelenggaraandemokrasi ini ialah musyawarah mufakat tetapi apabilamusyawarah mufakat tersebuttidak dapat dilaksanakan maka ada 3 kemungkinan cara :•Pembicaraan mengenai persolan tesebut ditangguhkan,•Penyelesaian mengenai persoalan tersebut diserahkan kepada pimpinanagar mengambilkebijaksanaan untuk menetapkan keputusan denganmemerhatikan pendapat-pendapatyang ada, baik yang saling bertentanganmaupun yang tidak,•Pembicaraan mengebai persoalan tersebut ditiadakan.Dalam pelaksanaan demokrasiterpimpin terjadi penyimpangan-penyimpangandalam pengambilan keputusan, yaitu :•Pada tahun 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilu, sedangkandalam penjelasanUUD ditentukan bahwa presiden tidak mempunyaiwewenanguntuk membubarkan DPR •Dengan ketetapan MPRS No.III/MPRS/1963, Ir.Soekarno diangkat presiden seumur hidup. Hal ini bertentangan dengan ketentuan UUD 1945 yangmenetapkan masa jabatan presiden selama 5 tahun•DPRGR yang mengganti DPR hasil pemilu ditonjolkan perannya sebagai pembantu pemerintah sedangkan fungsi kontrol ditiadakan•Penyelewengan di bidang perundang-undangan seperti menetapkanPenetapan Presiden(Penpres) yang memakai Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sebagaisumber hukum•Didirikan badan-badan ekstra kontitusional seperti front nasional yangdipakai oleh pihak komunis sebagai arena kegiatan, sesuai dengan taktik komunis internasional bahwa pembentukan front nasional sebagai persiapan ke arahterbentuknya demokrasi rakyat•Partai politik dan pers yang dianggap menyimpang dari rel revolusi tidak dibenarkan,sedangkan politik mercusuar di bidang hubungan luar negeri danekonomi dalam negeritelah menyebabkan keadaan ekonomi menjadi kian suram.Dengan sistem demokrasiterpimpin, kekuasaan presiden menjadi sangat besar atau bahkan telah berlaku sistem pemusatan kekuasaan pada diri presiden. Gejala pemusatan kekuasaan ini bukan saja bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi, bahkan cenderung otoriter.Penyimpangan-penyimpangan tersebut bukan sajamengakibatkan tidak berjalannyasistem pemerintahan yang ditetapkan dalam UUD 1945,melainkan mengakibatkanmemburuknya keadaan politik dan keamanan, serta terjadinyakemerosotan dalam bidangekonomi. Puncak dari segala keadaan ini adanya pemberontakan G 30 S/PKI. Denganadanya G 30 S/PKI, masa demokrasi terpimpin berakhir dan dimulainya sistem pemerintahan demokrasi Pancasila.]
 
•PELAKSANAAN DEMOKRASI TERPIMPINDemokrasi Terpimpin berlaku di Indonesia antara tahun 1959-1966, yaitudaridikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga Jatuhnya kekuasaanSukarno.Disebut Demokrasi terpimpin karena demokrasi di Indonesia saat itumengandalkan padakepemimpinan Presiden Sukarno. Terpimpin pada saatpemerintahan Sukarno adalahkepemimpinan pada satu tangan saja yaitupresiden.
Tugas Demokrasi terpimpin
:Demokrasi Terpimpin harus mengembalikan keadaan politik negara yangtidak setabilsebagai warisan masa Demokrasi Parlementer/Liberal menjadi lebihmantap/stabil.Demokrasi Terpimpin merupakan reaksi terhadap DemokrasiParlementer/Liberal. Halini disebabkan karena :Pada masa Demokrasiparlementer, kekuasaan presiden hanya terbatas sebagai kepalanegara.Sedangkan kekuasaan Pemerintah dilaksanakan oleh partai.
Dampaknya
:Penataan kehidupan politik menyimpang dari tujuan awal, yaitudemokratisasi(menciptakan stabilitas politik yang demokratis) menjadisentralisasi (pemusatankekuasaan di tangan presiden).
Pelaksanaan masa Demokrasi Terpimpin :
Kebebasan partai dibatasiPresiden cenderung berkuasa mutlak sebagaikepala negara sekaligus kepala pemerintahan.Pemerintah berusaha menatakehidupan politik sesuai dengan UUD 1945.Dibentuk lembaga-lembaga negaraantara lain MPRS,DPAS, DPRGR dan Front Nasional.
Penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan Demokrasi terpimpindari UUD 1945adalah sebagai berikut:1. Kedudukan Presiden
Berdasarkan UUD 1945, kedudukan Presiden berada di bawah MPR. Akantetapi,kenyataannya bertentangan dengan UUD 1945, sebab MPRS tunduk kepada Presiden. Presiden menentukan apa yang harus diputuskanolehMPRS. Hal tersebut tampak dengan adanya tindakan presiden untuk mengangkatKetua MPRS dirangkap oleh Wakil Perdana Menteri III sertapengagkatan wakil ketuaMPRS yang dipilih dan dipimpin oleh partai-partai besar serta wakil ABRI yang masing-masing berkedudukan sebagai menteri yang tidak memimpin departemen.
2. Pembentukan MPRS
Presiden juga membentuk MPRS berdasarkan Penetapan Presiden No. 2Tahun 1959.Tindakan tersebut bertentangan dengan UUD 1945karenaBerdasarkan UUD 1945 pengangkatan anggota MPRS sebagai lembagatertingginegara harus melalui pemilihan umum sehingga partai-partai yangterpilih oleh rakyatmemiliki anggota-anggota yang duduk di MPR. Anggota MPRS ditunjuk dan diangkatoleh Presiden dengan syarat :Setuju kembali kepada UUD 1945, Setia kepada perjuangan Republik Indonesia, danSetuju pada manifesto Politik.

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
megautami liked this
Yuliana Songga liked this
Winda Nia liked this
Vivi Love Py liked this
Cak Burut liked this
Feby Polymorpa liked this
NeeLa Poery ICcq liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->