Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SA seksi 622

SA seksi 622

Ratings: (0)|Views: 156 |Likes:
sa seksi 622
sa seksi 622

More info:

Published by: Gisilowati Dian Purnama on Oct 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
Perikatan untuk Menerapkan Prosedur yang Disepakati atas unsur, Akun, atau Pos Suatu Laporan KeuanganHak Cipta © 2001,
Ikatan Akuntan Indonesia622.
1
 
SA Seksi 622
PERIKATAN UNTUK MENERAPKAN PROSEDUR YANG DISEPAKATI ATAS UNSUR, AKUN, ATAUPOS SUATU LAPORAN KEUANGAN
Sumber: PSA No. 51Lihat SA Seksi 9622 untuk Interprestasi Seksi Ini
PENDAHULUAN DAN KETERTERAPAN
01 Seksi ini menetapkan standar dan memberikan panduan bagi akuntan
1
tentang pelaksanaan dan pelaporandalam semua perikatan untuk menerapkan prosedur yang disepakati terhadap unsur, akun, atau pos tertentu laporankeuangan, kecuali yang ditetapkan dalam paragraf 02.02
 
Seksi ini tidak berlaku dalam:a.
 
Situasi yang didalamnya akuntan melaporkan suatu perikatan untuk menerapkan prosedur yang disepakatiterhadap unsur, akun dan pos lain atau pos laporan keuangan
2
sesuai dengan SAT Seksi 600 [PSAT No. 7]
Perikatan Prosedur yang Disepakati.
3
 b.
 
Situasi yang didalamnya akuntan melaporkan persyaratan kepatuhan tertentu yang didasarkan semata-mata padaaudit atas laporan keuangan,s ebagaimana yang dimaksud oleh SA Seksi 623 [PSA No. 41]
 Laporan Khusus
,paragraf 19 s.d. 21.
1
Untuk tujuan Seksi ini, istilah akuntan dimaksudkan seoarng yang memiliki kualifikasi profesional yang diperlukan untuk berpraktik sebagai auditor independen. Lihat SA Seksi 110 [PSA No. 02]
Tanggung Jawab dan Fungsi Auditor Independen
, paragraf 04. Akuntan yangmelaksanakan suatu perikatan untuk menerapkan prosedur yang disepakati terhadap unsur, akun, atau pos tertentu laporan keuangan tidak diharuskan sebagai auditor atas laporankeuangan yang unsur, akun atau posnya diterapi prosedur yang disepakati tersebut. Sepanjang Seksi ini,isitilah auditor dapat digunakan silih berganti dengan istilah akuntan.
2
Pada waktu ditugasi untuk melaksanakan prosedur yang disepakati atas informasi keuangan prospektif,akuntan harus mengikutipanduan dalam SAT Seksi 200 [PSAT No. 04]
Prakiraan dan Projeksi Keuangan dan
SAT 600 [PSAT No. 07]
Perikatan Prosedur yang Disepakati.
 
3
Akuntan dapat menerbitkan laporan kombinasian atas perikatan untuk merapkan prosedur yang disepakati sesuai dengan paragraf 47Seksi ini dan SAT Seksi 600 [PSAT No. 07]
Perikatan Prosedur yang Disepakati
, paragraf 48.
c.
 
Perikatan yang tujuannya untuk melaporkan sesuai SA Seksi 801 [PSA No. 62]
 Audit Kepatuhan dalam Audit  Entitas Pemerintahan dan Penerimaan Bantuan Keuangan Pemerintah.
 d.
 
Keadaan yang dicakup oleh SA Seksi 324 [PSA No. 61]
 Laporan atas Pengolahan Transaksi oleh Organisasi Jasa
, paragraf 58, bila auditor jasa diminta untuk menrepkan prosedur substantif kepada pemakai transaksi atauaktiva di oragnaisasi jasa dan ia membuat pengacuan khusus dalam laporan auditor jasa tentang telahdilaksanakannya prosedur yang telah ditetapkan. (namun, Seksi in tidak diterapkan bila auditor jasamemberikan laporan terpisah atas pelaksanaan prosedur yang disepakati terhadap unsur, akun, atau pos tertentusuatulaporan keuangan.)e.
 
Perikatan yang dicakup oleh SA Seksi 634 [PSA No. 54]
Surat untuk Penjamin Emisi dan Pihak Peminta LainTertentu.
 
PERIKATAN UNTUK MENERAPKAN PROSEDUR YANG DISEPAKATI
03 Suatu perikatan prosedur yang disepakti adalah perikatan yang didalamnya akuntan ditugasi leh klien untuk menerbitkan tentang temuan berdasarkan prosedur khusus yang dilaksanakan terhadap hal tertentu tentang unsur,akun, atau pos suatu laporan keuangan, sebagaimana didefinisikan dalam paragraf 06. Klien menugasi akuntanuntuk membantu pemakai dalam mengevaluasi unsur, akun, atau pos tertentu suatu laporan keuangan sebagai hasilsuatu kebutuhan pemakai laporan. Oleh karena pemakai meminta bahwa temuan diperoleh secara independen, jasaakuntan diperlukan untuk melaksanakan prosedur dan melaporkan temuannya. Pemakai dan akuntan setuju tentangprosedur yang harus dilaksankaan oleh akuntan yang menuntut keyakinan pemakai prosedur tersebut memadai. Oleh
 
Perikatan untuk Menerapkan Prosedur yang Disepakati atas unsur, Akun, atau Pos Suatu Laporan KeuanganHak Cipta © 2001,
Ikatan Akuntan Indonesia622.
2
 
karena kebutuhan pemakai dapat sangat bervariasi, sifat, saat, dan luasnya prosedur yang disepakati juga bervariasi;oleh karena itu, pemakai bertanggung jawab atas kecukupan prosedur tersebut karena mereka memahami denganbaik prosedur yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dalam suatu perikatan yang dilaksanakanberdasarkan Seksi ini, akuntan tidak melaksanakan suatu audit
4
dan tidak memberikan pendapat atau keyakinannegatif (lihat paragraf 26) berkaitan dengan kewajaran penyajian unsur, akun atau pos laporan keuangan. Di lainpihak, laporan akuntan atas prosedur yang disepakati haru sdalam bentuk prosedur dan temuan. (Lihat paragraf 33).04 Sebagai konsekuensi peran pemakai dalam prosedur yang disepakati untuk dilaksanakan atau harusdilaksanakan, laporan akuntan atas perikatan semacam ini harus secarajelas menunjukan bahwa pemakainnya hanyaterbatas bagi pemakai. Pemakai tersebut termasuk klien selanjtnya disebut sebagai pemakai tertentu
5
 
4
Untuk panduan tentang pernyataan pendapat atas unsur, akun, atau pos tertentu laporan keuangan berdasarkan audit, lihat SA Seksi623 [PSA No. 41]
 Laporan Khusus
, paragraf 11 s.d. 18. Untuk panduan bila melaporkan review atas unsur, akun, atau pos tertentu laporankeuangan,lihat SAT Seksi 100 [PSAT No. 02]
Standar Atestasi
, paragraf 57 s.d. 59.
5
Yang dimaksud dengan pemakai tertentu adalah pemakai yang secara khusus disebut dalam perikatan prosedur yang disepakati.
PENERAPAN STANDAR AUDITING YANG DITETAPKAN IKATAN AKUNTAN INDONESIA
05 Standar umum (pelatihan dan keahlian, independensi, dan penggunaan kemahiran profesional secara cermatdan seksama) dan standar pekerjaan lapangan yang pertama (perencanaan dan supervisi) harus diikuti oleh akuntandalam perikatan untuk menerapkan prosedur yang disepakati terhadap unsur, akun, dan pos tertentu keuangan.Akuntan juga harus mengikuti panduan yang berkaitan dengan standar pekerjaan lapangan ketiga serta juga harusmengikuti standar pelaporan sebagaimana dimaksudkan dalam Seksi ini
6
.
UNSUR, AKUN, ATAU POS TERTENTU SUATU LAPORAN KEUANGAN DAN HAL YANGBERSANGKUTAN
06 Unsur, akun, atau pos tertentu suatu laporan keuangan mengacu ke informasi akuntansi yang merupakanbagian dari, namun secara signifikan lebih rendah dari, suatu laporan keuangan. Unsur, akun, atau pos tertentu suatulaporan keuangan dapat diidentifikasi secara langsung dalam suatu laporan keuangan atau catatan atas laporankeuangan; atau dapat diperoleh dari analisis, penggabungan, peringkasan, atau perhitungan matematis
7
. Unsur,akun, atau pos tertentu suatu laporan keuangan berisi asersi yang terkandung dalam laporan keuangan. Asersi inidapat bersifat tersirat atau eksplisit. Basis akuntansi yang dapat diidentifikasi untuk unsur, akun, atau pos tertentusuatu laporan keuangan memberikan batasan aspek tertentu asersi tersebut yang berlaku dalam keadaan tertentu,seperti bila basis akuntansi tersebut merupakan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Dalam suatuperikatan mendasari asersi merupakan tujuan penerapan prosedur yang disepakati. Prosedur yang didaftar atau diacudalam laporan akuntan umumnya mnjelaskan kriteria yang dipakai untuk mengukur hal pokok tertentu dalammemperoleh temuan.
6
Dalam suatu perikatan untuk menerapkan prosedur yang disepakati, akuntan tidak berkewajiban untuk mengikuti standar mana punyang berlaku dalamaudit atas laporan keuangan atau unsur, akun atau pos tertentu ddaripadanya selain standar dan panduan interprestasinya yangterdapat dalam seksi ini.
7
Informasi akuntansi umumnya dinyatakan dalam jumlah moneter (atau persentase yang diperoleh dari jumlah moneter tersebut),namun juga dapat mencakup informasi kuantitaif yang diperoleh dari catatan akuntansi yang tidak dinyatakan dalam satuan monter.
07 Unsur, akun, atau pos tertentu suatu laporan keuangan
8
dapat disajikan dalam skedul atau laporan, ataudalam laporan akuntan yang secara semesstinya mengindentifikasi apa yang disajikan dan saat atau periode waktuyang dicakup. Unsur, akun, atau pos tertentu suatu laporan keuangan juga dapat diidentifikasi dalam catatanakuntansi (sebagai contoh, akun buku besar atau cetakan komputer) yang diselenggarakan untuk menyusun laporankeuangan.08 Contoh unsur, akun, atau pos tertentu suatu laporan keuangan meliputi:a.
 
Akun kas, pada tanggal tertentu, yang terdapat dalam buku besar entitas untuk tujuan penyusunan laporankeuangan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umumdi Indonesia.b.
 
Suatu skedul piutang usaha entitas, pada tanggal tertentu, yeng mencerminkan piutang usaha yang disajikansesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
 
Perikatan untuk Menerapkan Prosedur yang Disepakati atas unsur, Akun, atau Pos Suatu Laporan KeuanganHak Cipta © 2001,
Ikatan Akuntan Indonesia622.
3
 
c.
 
Jumlah yang dimasukan dalam judul “properti dan ekuipmen” (aktiva tetap) yang diidentifikasi dalam laporanaktiva, kewajiban dan modal, pada tanggal tertentu yang disajikan atas basis pajak penghasilan.d.
 
Komponen penghasilan bruto dalam laporan operasi untuk suatu periode waktu yang disajikan sesuaid enganperaturan dari badan pengatur.
KONDISI UNTUK PELAKSANAAN PERIKATAN
09 Akuntan dapat melaksanakan suatu perikatan yang diatur dalam seksi ini dengan syarat:a.
 
Akuntan adalah independen.b.
 
Akuntan dan pemakai tertentu menyetujui prosedur yang dilaksanakan atau akan dilakasanakan oleh akuntan.c.
 
Pemakai tertentu memikul tanggung jawab terhadap kecukupan prosedur yang disepakati untuk tujuan mereka.d.
 
Prosedur yang harus dilaksanakan diharapkan akan menghasilkan temuan yang konsisten masuk akal.e.
 
Basias akuntansi untukunsur, akun, atau pos laporan keuangan secara jelas terbukti bagi pemakai tertentu danakuntan.
8
Isit;ah
 Laporan Keuangan
dimasudkan bagi penyajian data keuangan, termasuk catatan yang melampirinya yang diperoleh daricatatan akuntansi dan dimaksudkan untuk mengkomunikasikan sumber daya ekonomi entitas atau kewajiban pada titik tertentu atau perubahanyang terjadi di dalamnya untuk periode waktu tertentu. Dalam Seksi ini, istilah tersebut mencakup laporan keuangan yang disusun sesuai denganprinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau sesuai dengan basis akuntansi komprehensif lain. Lihat SA Seksi 623 [PSA No. 41]
 Laporan Khusus
, paragraf 02. Isitilah tersebut juga mencakup penyajian keuangan dengan tujuan khusus untuk mematuhi perjanjian kontrak atauperaturan sebagaimana dibahas dalam SA Seksi 623 [PSA No. 41], paragraf 22
f.
 
Hal poko tertentu yang menjadi tujuan penerapan prosedur merupakan objek pengukuran dan estimasi yangkonsisten dan masuk akal.g.
 
Bukti audit yang berkaitan dengan hal pokok tertentu yang menjadi sasaran penerapan prosedur diharapkan adauntuk memberikan basis memadai untuk menyatakan temuan dalam laporan akuntan.h.
 
Jika berlaku, akuntan dan pemakai tertentu sepakat atas batas materialistias untuk tujuan pelaporan . (Lihatparagraf 27)_.i.
 
Penggunaan laporan adalah terbatas pada pemakai tertentu.
9
 
KESEPAKTAN TENTANG KECUKUPAN PROSEDUR
10 Untuk memenuhi persyaratan bahwa akuntan dan pemakai tertentu sepakat tentang prosedur yangdilaksanakan atau harus dilaksanakan dan bahwa pemakai tertentu tersebut memikul tanggung jawab terhadapkecukupan prosedur yang disepakati untuk tujuan mereka, biasanya akuntan harus berkomunikasi secara langsungdengan dan memperolehan pengakuan dari setiap pemakai tertentu. Sebagai contoh, hal ini dapat diselesaikandengan mengadakan rapat dengan pemakai tertentu atai mendistribusikan draft laporan yang diharapkan atau suatucopy surat perikatan bagi pemakai tertentu serta memperoleh persetujuan mereka. Jika akuntan tidak dapatberkomunikasi secara langsung dengan semua pemakai tertentu, akuntan dpat memenuhi persyaratan tersebutdengan menerapakan satu atau lebih prosedur berikut ini atau yang serupa:a.
 
membandingkan prosedur yang harus diterapkan dengan persyaratan tertulis dari pemakai tertentu.b.
 
Membahas prosedur yang harus diterapkan dengan wakil semestinya dari pemakai etrtentu yang terlibat.c.
 
Me-reviw kontrak yang relevan dengan atau korespondensi dari pemakai tertentu.Akuntan tidak harus melaporkan suatu perikatan bila pemakai tertentu tidak sepakat tentang prosedur yangdilakksanakan atau harus dilaksanakan serta tidak memikul tangung jawab atas kecukupan prosedur untuk tujuanmereka. (Lihat paragraf 38 untuk panduan tentang pemenuhan persyaratan ini jika akuntan diminta untuk menambahpihak sebagai pemakai teertentu setelah tanggal selesainya prosedur yang disepakati).
SURAT PERIKATAN
11 Akuntan harus membangun pemahamam tentang syarat-syarat perikatan, leih baik dalam bentuk suratperikatan. Surat perikatan harus ditujukan kepada klien, dan dalam beberapa situasi juga ditujukan kepada pemakaitertentu. Hal-hal yang dapat dimaksudkan ke dalam surat perikatan adalah:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->