Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kiat Mengajar Dengan Sukses

Kiat Mengajar Dengan Sukses

Ratings: (0)|Views: 581 |Likes:
Published by Fajri Bungas

More info:

Published by: Fajri Bungas on Oct 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2012

pdf

text

original

 
1
MENGAJAR DENGAN SUKSES
(Menciptakan Suasana Riang Gembira di Kelas– SebuahPengkayaan Metode Pembelajaran)
Oleh: JOKO MURSITHO
I.PENDAHULUAN
Ketika orang baru saja membicarakan tentang PAIKEM(Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif danMenyenangkan), maka Pramuka sejak kelahirannya darinegeri asalnya di Inggris tahun 1907 sudah menggunakanmetode tersebut. Baden Powell dalam mendefinisikanpendidikan kepramukaan sebagai permainan yangmenyenangkan di mana orang dewasa dan peserta didik pergibersama sebagai kakak dan adik dengan membina kesehatan jasmani dan rohani (
health
), membina kebahagiaan(
happiness
) yang di dalamnya mengandung tiga unsur yaknihidup gembira, hidup damai, dan hidup penuh syukur. Didalam setiap kegiatan pendidikan kepramukaan ada unsurtolong- menolong (
helpfulness
) karena manusia padahakekatnya adalah makhluk sosial, yang hanya bisa hidupnormal apabila ada tolong-menolong di antara sesama. Unsurterakhir permaianan dalam kepramukaan adalah adanyaproduk yang dihasilkan baik berupa benda (
handicraft 
)maupun perubahan perilaku (
the ends is character 
). Untukitulah seorang Pembina Pramuka dan Pelatih PembinaPramuka dituntut kecuali memberikan contoh perilakusebagai warga negara yang baik, menguasai materipembelajaran, juga dituntut untuk menguasai metodepembelajaran.Metode dan Teknik Latihan adalah komponen yang sangatpenting dalam pendidikan dan pelatihan kepramukaan.Sebaik apapun materi latihan bila disajikan dengan tidakmenarik, tidak tepat sasaran maka tidak akan mencapai hasilyang diharapkan.Saat ini, sangat banyak metode-metode pendidikan danlatihan yang belum dikuasai oleh para pelatih, sungguhpunGerakan Pramuka harus tetap berbangga hati, karenakenyataan membuktikan bahwa penguasaan metode latihanPelatih Pembina Pramuka jauh lebih banyak dan lebih variatif bila dibandingkan dengan metode yang dikuasai oleh guru-guru sekolah atau dosen biasa.
1
 Pelatih bagaikan riak air yang selalu mengalir mencari tempat yang terdalam.
 
2
Karena kepramukaan dilaksanakan di alam terbuka dandengan mengikuti perkembangan dan kemajuan jaman makasangat perlu bagi para pelatih untuk menguasai lebih banyakMetode Latihan Kepramukaan dengan cara:
a.
Improvisasi metode latihan konservatif 
b.
Mempelajari metode latihan modern, termasuk alatkomunikasi modern.
c.
Mempelajari Audio Visual Aids dan IT, termasuk internet,misalnya: pembuatan email dan pengoperasiannya, masukdalam group atau mail list, membuat blog dan bahkanfacebook dan sejenisnya. Pelatih hendaknya mampumemberikan hal-hal ini kepada para Pembina Pramukasehingga “tidak akan pernah ketinggalan informasi”, tidakhanya menduga-duga, dan sekedar mendengar-dengarceritera orang lain. Penguasaan pengoperasian IT pentinguntuk menangkal “keterjerumusan mental” generasi mudaakibat gencarnya serangan informasi yang tidak mendidik.
II.
BERDIRI DI DEPAN AUDIENS
Untuk berdiri di depan kelas, atau di depan publik seseorangharus memiliki persiapan yang matang, karena kesalahanpembicaraan, ketidak mampuan menguraikan materipelajaran, dan kejanggalan penampilan akan menimbulkankesan yang kurang menyenangkan, dan akan berakibatkegagalan penyampaian pesan, atau ketidaksuksesanpenyampaian materi pelajaran.Ada tiga tahap yang harus dilakukan di dalam penyajianmateri yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapyang sangat menentukan adalah persiapan, karena satu jampenyajian bisa jadi waktu yang dibutuhkan untuk persiapankita bisa mencapai satu minggu, atau setidak-tidaknya 2 jamsebelumnya untuk mempersiapkan diri bila kita sudahterbiasa menyajikan materi tersebut. Dapat disimpulkanbahwa waktu pelaksanaan penyajian materi dan waktu untukmempersiapkannya lebih banyak waktu yang digunakanuntuk mempersiapkan.
a.Persiapan mental
Sebelum berdiri di depan publik atau di depan kelasseseorang harus merasa bahwa dirinya “mampu” dan“cakap” untuk berdiri di depan kelas.1)Untuk itu pendidik/penyaji materi harus mengetahuilebih dulu “siapa audiens-nya”. Mengetahui orang yang
2
 Pelatih bagaikan riak air yang selalu mengalir mencari tempat yang terdalam.
 
3
akan mendengarkan sajian kita sangat penting,bagaikan seorang panglima perang, ia harus tahukekuatan musuh yang akan dihadapinya. Oleh karenaitu perlu diselidiki lebih dahulu pertama berapa jumlahpeserta didik yang akan dihadapinya, kedua berapausianya rata-rata, ketiga sejauhmana tingkatpemahamannya terhadap materi yang akan disajikan,keempat prediksi ketertarikannya terhadap materi yangakan disajikan. Penyaji materi akan sangat kesulitanapabila peserta didiknya campuran usianya dari anak-anak sampai orang dewasa, jenjang pendidikannyasangat variatif. Apabila hal ini terjadi maka materi harusdikemas sedemikian menariknya, gunakan bantuanaudio-visual yang cukup indah, gunakan bahasa yangdapat diterima di seluruh lapisan usia dan pendidikan,dan diselingi humor-humor yang berhubungan denganmateri yang disajikan. Untuk yang demikian ini tidakmudah dilakukan.2)Mengetahui keadaan tempat penyajian adalah langkahpersiapan yang sangat penting. Apakah penyajiandilakukan di dalam ruangan atau di luar ruangan. Kalaudi dalam ruangan apakah gedungnya ber AC atau tidak,kalau di luar ruangan tempatnya panas atau teduh.Apakah tempatnya longgar atau cukup sempit.Mengenal tempat di sini termasuk mengenal situasilingkungannya, apakah tempat itu gaduh atau tidak,sunyi atau banyak orang lalu lalang. Aman atau tidak.Semuanya memerlukan strategi yang jitu sehinggaketika kita tiba di tempat tersebut tidak terkejut atauterkaget-kaget.3)Mengetahui waktu penyajian. Waktu sangatmempengaruhi kondisi peserta didik. Jam-jam 12.00sampai dengan jam 15.00 akan sangat berbedakondisinya dengan 07.00 sampai jam 09.00 atau jam19.00 sampai jam 20.30. Pada jam-jam siang dan pada jam-jam yang sudah terlewat malam penyajiannya akanlebih sulit. Oleh karena itu di sini diperlukan variasimetode, dan improvisasi penampilan yang lebihmenarik, tetapi harus tetap berada dalam konteks.
 b.
Persiapan penguasaan materi.
Seorang penyaji akan lebih percaya diri bila menguasaimateri yang akan disajikan. Tahu persis pokok-pokokbahasan yang akan disajikan, dan paham sampai kemanamateri tersebut akan dikembangkan. Penyaji dapatmempersiapkan lebih dulu berbagai chart, alat peraga,
3
 Pelatih bagaikan riak air yang selalu mengalir mencari tempat yang terdalam.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Siska Silvia liked this
IrEz Chiiya liked this
Adib Kamaly liked this
Don Brand Bizhab liked this
Resi Oktiani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->