Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebenaran Sederhana

Kebenaran Sederhana

Ratings: (0)|Views: 428 |Likes:
Published by api-27363597
Novel Karya Jodi Picult. Publikasi di "Cerber Kompas" 2007
Novel Karya Jodi Picult. Publikasi di "Cerber Kompas" 2007

More info:

Published by: api-27363597 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

Satu..........................................................................................................2 Dua.........................................................................................................10 Tiga.........................................................................................................16 Empat......................................................................................................36 Lima........................................................................................................51 Enam.......................................................................................................67 Tujuh.......................................................................................................80 Delapan....................................................................................................98 Sembilan.................................................................................................127 Sepuluh...................................................................................................167 Sebelas...................................................................................................186 Dua Belas.................................................................................................196 Tiga Belas................................................................................................207 Empat belas..............................................................................................229 Lima Belas...............................................................................................239 Enam Belas...............................................................................................259 Tujuh Belas...............................................................................................281 Delapan Belas...........................................................................................299 Sembilan Belas..........................................................................................304 Dua Puluh................................................................................................311

Rabu, 14 Februari 2007
Kebenaran Sederhana
Jodi Piccult

Aku harus menjadi anak Kristiani
Lembut, sabar, penurut, dan tulus;
Harus jujur, sederhana dan ikhlas
Juga dalam kata-kata dan tindakan...
Harus ingat, bahwa Tuhan bisa mengetahui
Semua yang kupikirkan, dan semua yang kulakukan

\u2015Lagu sekolah Amish
Satu

Ia sering memimpikan adik perempuannya mati mengambang di bawah permukaan es, tapi malam ini, untuk pertama kali ia melihat Hannah mencakar-cakar, mencoba keluar. Ia bisa melihat mata Hannah, putih membelalak; merasakan kuku-kuku jarinya yang mencakar- cakar. Lalu ia bangun dalam keadaan terkejut. Sekarang bukan musim dingin\u2015sudah bulan Juli. Tidak ada es di bawah telapak tangannya, hanya seprai ranjangnya yang kusut. Tapi sekali lagi ia merasa ada seseorang di sisi lain, berjuang untuk keluar.

Ketika cengkaraman dalam perutnya menguat, ia menggigit bibir bawahnya. Mengabaikan rasa sakit yang bergelombang dan surut, ia mengendap-endap bertelanjang kaki menuju kegelapan malam.

Kucing di gudang mengeong saat ia masuk ke dalam. Sekarang ia terengah-engah, kakinya
gemetaran seperti ranting pohonwil low. Duduk di atas jerami di pojok dekat kandang sapi-
sapi yang sedang bunting, ia menekuk lututnya. Sapi-sapi berperut gendut itu memutar bola
mata bulat mereka ke arahnya, lalu berpaling cepat, seakan-akan tak mau menyaksikan apa
yang akan terjadi.

Ia memfokuskan pandangannya pada badan sapi-sapi Holstein itu sampai titik-titik hitam di
badan mereka mengabur. Ia menggigit lipatan baju tidurnya yang tergulung ke atas. Ia
merasakan dorongan kuat, seakan-akan semua isi perutnya diaduk-aduk; dan ia ingat
bagaimana ia dan Hannah sering bermain merangkak melewati terowongan di pagar kawat
berduri dekat sungai, mendorong dan beringsut, dengan lutut, erangan, dan siku, hingga
akhirnya secara ajaib mereka berhasil keluar.

Semua berakhir secepat dimulainya. Dan di atas jerami yang lembap dan bernoda hitam di
antara kakinya, terbaring seorang bayi.
Aaron Fisher berguling ke samping di bawah selimut berwarna cerah untuk melihat jam

meja di sisi ranjangnya. Sebenarnya tak ada apa pun, tak ada suara apa pun yang
membangunkannya, namun setelah empat puluh tahun bertani dan memerah susu, hal
terkecil pun bisa membangunkannya, suara langkah kaki di ladang jagung, perubahan pola
angin, jilatan induk sapi di badan anaknya yang baru lahir.

Aaron merasakan kasur bergerak ketika Sarah bangun bertelekan siku di belakangnya,
kepangan rambutnya yang panjang melingkar di bahu seperti tali pelaut. \u201cWas ist letz?\u201d
Ada apa?

Itu bukan suara ternak; baru satu bulan lagi sapi pertama akan melahirkan. Juga bukan
pencuri, karena suaranya terlalu lemah. Ia merasakan lengan istrinya melingkar di
pinggangnya, menempelkan badan ke punggungnya. \u201cNix,\u201d gumamnya. Tak ada suara apa-
apa. Tapi Aaron tidak tahu apakah ia berusaha meyakinkan Sarah atau dirinya sendiri.

Setidaknya ia tahu harus memotong tali pusar yang menjulur melingkar keunguan dari perut
si bayi. Dengan tangan gemetar ia berhasil meraih gunting tua yang tergantung di pasak
dekat pintu kadang. Gunting itu berkarat dan ada berkas-berkas jerami menempel di sana.
Tali pusat itu terputus dalam dua kali guntingan, lalu mulai memancurkan darah. Dengan
perasaan ngeri, ia menekankan jempol dan telunjuknya di ujung guntingan, menutup aliran
darahnya, sementara dengan gugup mencari-cari apa yang bisa digunakan untuk mengikat
tali pusar itu.

Ia meraba-raba di jerami dan mengambil secarik pengikat jerami, yang segera ia ikatkan di tali pusar si bayi. Pendarahan melambat, lalu berhenti. Lega, ia terbaring tertelekan siku \u2013 lalu bayi itu mulai menangis.

Dengan sigap ia meraih bayi itu dan memeluknya erat-erat. Dengan kakinya ia menendang- nendang jerami, mencoba menutupi noda darah dengan jerami. Mulut bayi membuka dan menutup baju tidurnya, ingin disusui.

Ia tahu apa yang diinginkan bayi itu, yang dibutuhkannya, tapi ia tak bisa melakukannya.
Sebab kalau ia melakukannya, semua ini akan terasa nyata.

Jadi, ia memberikan jari kelingkingnya pada bayi itu. Ia membiarkan rahang kecil dan kuat itu mengisap, sementara ia melakukan apa yang telah diajarkan padanya untuk dilakukan di saat-saat sulit; apa yang telah ia lakukan selama beberapa bulan terakhir. \u201cTuhan,\u201d doanya, \u201ctolong hilangkan semua ini.\u201d

02

Suara gemerisik rantai membangunkannya. Hari masih gelap, tapi jadwal internal sapi
perah telah membuat sapi-sapi itu terbangun di kandang masing-masing, ambing mereka
tergantung dengan pembuluh membiru dan penuh susu, seperti bulan purnama di antara
kaki-kaki mereka. Ia kesakitan dan kelelahan, tapi ia tahu ia harus keluar dari gudang
sebelum para pria datang untuk memerah susu. Saat melihat ke bawah, ia sadar telah
terjadi keajaiban: jerami yang basah ternoda darah terlihat bersih sekarang, kecuali noda
kecil di bawah tempat duduknya tadi. Dan dua hal yang ia pegang saat ia tertidur\u2015gunting
dan bayi yang baru lahir\u2015sudah tak ada.

Ia berdiri dan memandang ke atap, terpesona dan takzim.
\u201cDenke,\u201d bisiknya, lalu ia lari ke luar gudang, menuju kegelapan.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lucksen Sumba liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->