Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aspek Struktural Masyarakat Desa

Aspek Struktural Masyarakat Desa

Ratings: (0)|Views: 293 |Likes:
aq anak agribisnis
aq anak agribisnis

More info:

Published by: Singgih Robeta Carloz Alfonso on Oct 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2013

pdf

text

original

 
ASPEK STRUKTURAL MASYARAKAT DESA
DEFINISI STRUKTUR 
Secara umum istilah struktur dipahami sebagai ”susunan”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994), struktur juga berarti susunan atau cara sesuatu disusun ataudibangun. Sedangkan struktur sosial dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikansebagai konsep perumusan asas-asas hubungan antara individu dalam kehidupanmasyarakat yang merupakan pedoman bagi tingkah laku individu. Konsep struktur sosial menggambarkan pola hubungan antar individu dalam kelompok atau antar kelompok. Struktur sosial sangat erat berkaitan dengan kebudayaan. Antarakebudayaan dan struktur dalam suatu masyarakat terjadi keadaan saling mendukungdan membenarkan. 
STRUKTUR PHISIK DESA
Struktur phisik desa berkaitan erat dengan lingkungan phisik desa itu di dalam berbagai aspeknya. Secara lebih khusus itu berkaitan dengan lingkungan geografisdengan segala ciri-cirinya seperti iklim, curah hujan, keadaan atau jenis tanah,ketinggian tanah, tingkat kelembaban udara, topografi, dan lainnya. Selain itu phisik dibatasi pada pola pemukiman penduduk desa. Dalam bentuknya yang paling umumterdapat dua pola pemukiman :• Pola pemukiman penduduknya berdekatan satu sama lain dengan lahan pertanian berada di luar dan terpisah dari lokasi pemukiman.• Pola pemukiman penduduknya terpencar dan terpisah satu sama lain dan masing-masing berada di dalam atau di tengah lahan pertanian mereka.Keadaan topografi Desa Pakisaji berupa tanah datar terutama yang dekat dengan jalanutama, dan sedikit yang berupa tanah miring atau lereng. Dengan curah hujan rata-rata 260 mm/th , tingkat kelembaban yang cukup sehingga komoditas yang paling banyak di tanam adalah padi karena komoditas tersebut sesuai dengan keadaan iklimdi desa tersebut Selain komoditas padi, komoditas lain yang dibudidayakan adalahtebu Untuk pola pemukiman pada Desa Pakisaji tersebut mempunyai pola pemukiman yang rumah-rumah penduduknya berdekatan satu sama lain dan lahan pertaniannya relatif dekat dari pemukiman tersebut.
THE FARM VILLAGE TYPE
The farm village type adalah pola pemukiman dalam penduduk (petani) tinggal bersama-sama dan berdekatan di suatu tempat dengan lahan pertanian berada di luar lokasi pemukiman. Menurut Pak Kusni, Desa Pakisaji termasuk dalam tipe desa inikarena penduduknya bertempat tinggal berdekatan satu sama lain sementara lahan pertaniannya di luar pemukiman. Dengan demikian hubungan antar warganya lebiherat.
 
 
IV. THE NEBULOUS FARM TYPE
The nebulous farm type hampir sama dengan the farm village type. Bedanya,disamping yang tinggal bersama-sama di suatu tempat, terdapat penduduk yangtinggal di luar pemukiman itu, kecuali bagi penduduk yang tinggal di luar  pemukiman itu. Menurut Pak Kusni, di Desa Pakisaji tidak termasuk dalam tipe ini.V. THE ARRANGED ISOLATED FARM TYPEThe arranged isolated farm type adalah pola pemukiman dimana penduduk tinggal disekitar jalan dan masing-masing berada di lahan pertanian mereka, dengan suatu tradecenter di antara mereka. Smith dan Zopf menyebut bentuk pemukiman ini dengansebutan The Line Village. Agak berbeda dengan Paul Landers, Smith dan Zopf lebihmenekankan pengertian ”garis” (line) itu berkaitan dengan bentuk lahan pertanianmereka yang memanjang, menjauhi jalan sehingga sekalipun para penduduk tinggaldi dalam lahan pertanian mereka, namun mereka masih bisa berdekatan satu samalain. Menurut Pak Kusni, di Desa Pakisaji tidak termasuk dalam tipe ini.VI. THE PURE ISOLATED FARM TYPEThe pure isolated farm type adalah pola pemukiman yang penduduknya tinggal dalamlahan pertanian mereka mesing-masing, terpisah dan berjauhan satu sama lain,dengan suatu trade center. Smith dan Zopf menyebut pola pemukiman ini the singlefarmstead. Menurut Pak Kusni, di Desa Pakisaji tidak termasuk dalam tipe ini.VII. STRATIFIKASI SOSIAL• STRUKTUR BIOSOSIALMerupakan struktur sosial (vertikal maupun horizontal) yang berkaitan dengan faktor-faktor biologis seperti jenis kelamin, usia, perkawinan, suku bangsa dan lainnya.Menurut Bapak Kusni, sruktur sosial yang ada di Desa Pakisaji berdasarkan jeniskelamin adalah tingkat sosial penduduk yang berjenis kelamin laki-laki lebih tinggidaripada yang perempuan. Hal ini disebabkan karena laki-laki memiliki kelebihandalam hal fisik, seperti untuk mengolah lahan pertanian yang membutuhkan tenagayang lebih besar. Untuk faktor usia, penduduk yang berusia lanjut itu lebih tinggitingkat sosialnya, karena tingkat pengetahuannya dalam hal pertanian lebih banyak daripada kaum yang masih muda. Untuk faktor pernikahan, orang yang sudahmenikah kemudian mempunyai rumah dan pekerjaan sendiri atau dapat dikatakansudah mapan, mempunyai tingkat sosial yang lebih tinggi daripada yang belummenikah atau sudah menikah tapi masih menumpang di rumah orangtua ataumertuanya.• DESA KELAS SATUMerupakan tipe desa yang pemilikan lahan pertanian warganya rata-rata sama, petanitingkat kelas menengah, pemilik sekaligus penggarap dengan pertanian ukurankeluarga (family size farm). Menurut Pak Kusni, di Desa Pakisaji tidak termasuk desakelas satu.
 
• DESA KELAS DUAMerupakan desa yang di dalamnya terdapat sejumlah kecil warga yang memilikilahan yang amat luas, dan selebihnya dalam jumlah besar merupakan warga yangtidak memilki lahan pertanian. Dengan kata lain, dalam desa kelas dua ini terdapat pemilik tanah yang amat luas (tuan tanah).Pada Desa Pakisaji, terdapat sebagian kecil penduduknya yang mempunyai lahan pertanian yang luas, tapi ada juga penduduknya yang mempunyai lahan kecil tapi itumiliknya sendiri. Sedangkan sebagian besar lagi penduduknya ada yang mengolahlahan peranian dengan menyewa ( sistem bagi hasil ), ada yang bekerja sebagai buruhtani, bekerja sebagai karyawan pabrik, pedagang, PNS, polisi, TNI dll.• DIMENSI-DIMENSI PELAPISAN SOSIAL1. Luas sempitnya pemilikan lahanLuas sempitnya pemilikan tanah merupakan faktor yang yang sangat menetukandalam sistem pelapisan sosial masyarakat desa pertanian (yang masih bersahaja).Faktor pemilikan tanah mengandung dua kemungkinan yang berbeda pengaruhnyaterhadap sistem stratifikasi sosial masyarakatnyaDesa Pakisaji merupakan Desa kelas dua dimana terdapat beberapa orang memilikilahan yang luas. Pemilik lahan yang luas tersebut biasanya punya kedudukan yanglebih tinggi dibanding petani yang mempunyai lahan sempit atau buruh tani.2. Pertautan anatara sektor pertanian dan industriApabila suatu desa tergantung sepenuhnya terhadap sektor pertanian, maka faktor tanah sangat menentukan sistem stratifikasi sistem masyarakatnya. Namun, apabila didesa terdapat industri atau lapangan kerja lain yang memberikan alternatif bagimereka, maka keadaan ini akan berpengaruh terhadap pola stratifikasi sosialmasyarakatnya.Sebagian dari masyarakat Pakisaji berprofesi sebagai karyawan pabrik rokok dan pedagang pasar. Sehingga stratifikasi sosialnya tidak lagi berdasarkan atas luassempitnya pemilikan tanah melainkan juga poleh kedudukan sosial ekonomis merekaselaku pekerja pabrik dan pedagang pasar 3 Bentuk-bentuk pemilikan/penguasaan lahanHak milik atas tanah berkaitan dengan hak-hak yang dimiliki seseorang atas tanah,yakni hak yang sah untuk menggunakannya, mengolahnya, menjualnya, danmemanfaatkan bagian-bagian tertentu dari permukaan tanah itu.Di Desa Pakisaji terdapat orang-orang yang memiliki lahan luas dan lahan sempitserta orang yang hanya menyewa lahan. Sehingga kedudukan sosial dari petani penyewa lebih rendah dibandingkan dengan pemilik lahan, meskipun lahan yangdimilikinya sempit.VIII DIFERENSIASI SOSIALDiferensiasi sosial atau struktur sosial horizontal suatu masyarakat adalah berkaitandengan adanya pengelompokan-pengelompokan yang ada dalam masyarakat itu tanpamenempatkannya dalam jenjang hierarkis. Struktur sosial horizontal suatu masyarakatadalah gambaran dari heterogenitas sosial masyarakatnya. Pengertian diferensiasi

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
ghoticjack liked this
Alam Smith liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->