Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Air Kehidupan Buku 2

Air Kehidupan Buku 2

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 833 |Likes:
Published by api-3734449
Ada apa dengan agama? Pertanyaan ini menjadi tema pemikiran dalam jurnal Air Kehidupan tahun 2002.
\
Ada apa dengan agama? Pertanyaan ini menjadi tema pemikiran dalam jurnal Air Kehidupan tahun 2002.
\

More info:

Published by: api-3734449 on Oct 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

A
A
Buku Kedua
Dipersembahkan kepada jiwa-jiwa yang haus akan air kehidupan\u2026
i
ir
rK
Ke
eh
hi
id
du
up
pa
an
n
Air Kehidupan Buku Kedua2
Air Kehidupan \u2013 Buku Kedua
\u00a9 2002, 2003 oleh Daniel V. Kaunang, HCI Dilindungi Undang-undang
Rilis perdana
format elektronik, Juli 2003

This work is licensed under the Creative Commons NonCommercial-ShareAlike License. To view a copy of this license, visit http://creativecommons.org/licenses/nc-sa/1.0 or send a letter to Creative Commons, 559 Nathan Abbott Way, Stanford, California 94305, USA.

Saran, masukan dan kritik silakan layangkan ke alamat e-mail saya:
danielvk@theronworks.com
Untuk informasi seputar Air Kehidupan, silakan mengunjungi situs webnya di alamat:
http://airkehidupan.theronworks.com
airkehidupan.theronworks.com
Air Kehidupan Buku Kedua3
Kata Pengantar

Ada apa dengan agama? Pertanyaan ini menjadi tema pemikiran yang saya tuangkan dalam jurnal Air Kehidupan sepanjang tahun 2002, terutama melihat semakin maraknya aksi teror maupun kekerasan yang bermotif keagamaan. Agama yang diharapkan mampu memberikan solusi bagi problematika kemanusiaan kerap kali justru menjadi sumber problematika bagi kemanusiaan itu sendiri.

Menilik dari situ, dapatkah dipersalahkan jika banyak orang yang semakin menjauhi bahkan meninggalkan agama, merangkul sekuler humanisme, seperti yang dijabarkan oleh Karl Marx, Voltaire, dan tokoh-tokoh sosialis lainnya?

Harus diakui, sebagian agama tidak suka dipertanyakan. Bagi sebagian pemeluk agama, doktrin maupun \u2018kitab suci\u2019nya merupakan kebenaran mutlak. Tidak bisa diganggu gugat. Tapi sadar atau tidak itu merupakan pandangan lama yang diwariskan ketika manusia secara geografis masih hidup terisolasi dari kelompok manusia di daerah lainnya. Ketika dunia tidak lagi begitu luas, dapat dijangkau dalam hitungan jam, umat manusia yang semakin meng-global membutuhkan paradigma religius yang mampu mengedepankan persatuan, toleransi, dan kebersamaan. Pemisah-misahan dan pengkotak- kotakan yang dilakukan agama-agama (sebagai warisan budaya masa lalu) hanya akan membuat bertambahnya orang yang menjauhi agamanya.

Setidaknya hal pokok diataslah yang dicermati dan diulas dalam jurnal Air Kehidupan kali ini. Keprihatinan terhadap kehidupan beragama kita perlu ditindak lanjuti dengan upaya-upaya positif mengikis kristalisasi agama-agama institusi sehingga pada akhirnya agama mampu kembali bergerak secara dinamis mengejar ketertinggalannya dari perkembangan kehidupan manusia yang semakin kompleks dan modern.

Semoga apa yang dituangkan disini dapat sedikitnya menggugah pemikiran kita masing- masing serta memberi manfaat bagi berkembangnya nilai-nilai kehidupan yang dilandaskan oleh persatuan, toleransi, dan kebersamaan.

Salam kasih,
Daniel V. Kaunang
21 Juni 2003
airkehidupan.theronworks.com

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->